Dark/Light Mode

Olahan Hortikultura Berikan Nilai Tambah Produk

Jumat, 3 Mei 2019 11:41 WIB
Pengolahan cabe/Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Pengolahan cabe/Ilustrasi (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tingkat kesegaran, gampang rusak, melimpah saat musim panen, merupakan hal yang memengaruhi nilai ekonomis produk hortikultura. Untuk itu, amat penting mengolah hasil hortikultura sebagai salah satu upaya dalam memberikan nilai tambah dan memperpanjang masa simpan produk.  

“Pengembangan pengolahan hasil hortikultura penting diperhatikan dan diarahkan untuk meningkatkan mutu dan nilai tambah. Selain itu efisiensi produk, upaya menghasilkan produk aman konsumsi, dan ramah lingkungan perlu disinergikan dengan pengembangan agro industri berbasis kelompok masyarakat," ungkap Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Yasid Taufik.

Baca juga : Awal Ramadhan, Pertamina Siapkan 8 Juta Tabung LPG 3 Kg

Pengolahan hortikultura, kata Yasid, merupakan salah satu upaya penyelamatan hasil saat panen melimpah dan harga jatuh. Jadi, perlu kreativitas dan inovasi dalam mendiversifikasi produk olahan.

Untuk mendukung kemajuan usaha pengolahan cabe, bawang, dan produk hortikultura lainnya di sentra kawasan produksi hortikultura, Ditjen Hortikultura melakukan pembinaan pengolahan hasil yang salah satu kegiatannya berupa Workshop Pelaku Usaha Olahan Hortikultura yang ditujukan untuk pelaku usaha maupun kelompok masyarakat lainnya yang berada di wilayah Malang Raya dan lingkup Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten dan DKI Jakarta. Tujuan workshop adalah untuk meningkatkan kompetensi  pelaku usaha sehingga harga jual produk meningkat dan lebih berdaya saing.  

Baca juga : PKB Beri Nilai 8 Untuk Amran

Peserta sangat antusias untuk lebih mengenal apa saja hal penting dalam proses produksi, teknologi pengolahan, teknik dan model pengemasan serta sertifikasi keamanan pangan. Hal-hal penting tersebut terjawab setelah mendengarkan pemaparan materi dari BPOM bertajuk “Keamanan Pangan dalam Rangka Sertifikasi PIRT dan MD” serta dari AA Packaging mengenai penggunaan kemasan produk olahan holtikultura berdaya saing.

"Kami sangat puas dan semakin bersemangat dalam usaha olahan hortikultura, apalagi setelah melihat langsung teknologi produksi dan praktek langsung pembuatan macam macam olahan  hortikultura di CV. Kajeye Food yang langsung dibimbing oleh Kristiawan selalu Pelaku Usaha Soo Kressh,” ungkap Katherine, salah satu peserta workshop.  

Baca juga : Relawan 01 Syukuran Menang Quick Count

Dirinya mengaku, wawasan semakin terbuka dan meyakini pentingnya kreativitas. Meskipun telah mempunyai usaha, namun dengan adanya acara ini, dirinya makin memahami bahwa produknya harus naik level dan lebih milenial. "Perlu disertifikasi dan dikemas baik. Proses ini ternyata tidak perlu membutuhkan biaya yang tinggi. Hanya perlu memahami prosedur dan melengkapi persyaratan yang dibutuhkan,” jelasnya.  

Peserta berharap kegiatan seperti ini tetap terus dilaksanakan sehingga dapat menambah kompetensi dan memotivasi pelaku usaha hortikultura untuk terus maju dan siap untuk menghasilkan produk hortikultura yang lebih kompetitif. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.