Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pameran Pangan Nusantara Tingkatkan Peluang Investasi Produk Unggulan Daerah

Jumat, 26 April 2019 10:02 WIB
Stand Kementerian Pertanian dalam Pameran Pangan Nusantara, di DIY, Kamis (25/4). (Foto: Dok. Kementan)
Stand Kementerian Pertanian dalam Pameran Pangan Nusantara, di DIY, Kamis (25/4). (Foto: Dok. Kementan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah pelaksanaan Pameran Pangan Nusantara ke-16. Kementerian Pertanian (Kementan) turut berpartisipasi memeriahkan kegiatan dengan menampilkan aneka produk unggulan pertanian. Mulai dari aneka produk segar sayur, buah dan florikultura, hingga aneka produk olahan pangan.

Pameran diselenggarakan mulai 25-28 April 20, 9 di Jogja Expo Centre (JEC). Pada hari pembukaan kemarin, sudah ramai dikunjungi pengunjung dari pelbagai lapisan masyarakat. Tak hanya mengedepankan sisi pangan sebagai domain Kementan, pameran juga mengusung potensi dan peluang investasi serta perdagangan. Ini bertujuan untuk mendorong peningkatan investasi dan volume perdagangan produk-produk unggulan daerah. 

Asisten Deputi Perekonomian dan Pembangunan Pemprov DIY Tri Setyana mengatakan, salah satu poin yang dititikberatkan dalam event ini adalah menampilkan produk-produk unggulan UMKM dan Koperasi di seluruh Indonesia beserta potensi dan peluang investasi pengembangan bisnisnya. 

Berita Terkait : Lihat Pemilu Berjalan Aman, Rusia Tingkatkan Investasi di Indonesia

"Acara ini terdiri dari empat event yang digabungkan jadi satu. Ada investasinya, pariwisatanya, pameran dan pangannya. Kami sinergikan ke empat-empatnya karena ada unsur usaha kecil mikronya yang merupakan 98 persen kekuatan perekonomian Indonesia termasuk juga Jogjakarta. Kita melibatkan propinsi, kabupaten kota maupun pelaku usaha di pameran ini," ujar Tri.

DIY, kata Tri, penduduknya 3,5 juta tapi pengunjungnya lebih dari 5 juta. Lebih banyak wisatawan dari pada penduduknya. Sehingga kalau ada pameran tidak hanya untuk penduduk lokal saja namun juga untuk keseluruhan karena pengunjungnya lebih banyak wisatawan. Penunjukan DIY sebagai lokasi penyelenggaraan dinilai sudah tepat.

"Peningkatan PDB dari UMKM berkisar antara 65-70 persen. Kita harapkan makin meningkat lagi baik DIY maupun wilayah lain. Sektor pertanian di DIY memang tidak bisa diperluas untuk ekstensi pertaniannya. Di sini lebih banyak dalam bentuk olahannya dan itu terbuka luas," papar Tri.

Berita Terkait : Perda Larangan Kantong Plastik Ganggu Iklim Investasi

CEO PT Feraco, Ruslim, selaku penyelenggara menyampaikan bahwa event ini merupakan pameran promosi dan diisi 120 unit stan dengan luas total area 2.565 meter persegi. "Ini merupakan pameran promosi dan sosialisasi. Besaran transaksi pameran sementara tidak dapat terhitung di sini. Manfaatnya dapat terlihat 2-3 tahun ke depan baik itu investasi, perdagangan, pertanian dan lain-lain. Ukurannya adalah manfaat," jelas Ruslim.

Lebih lanjut Ruslim memaparkan bahwa peserta pameran berasal dari 86 instansi. Pesertanya terdiri dari 12 instansi pemerintahan tingkat provinsi, 35 instansi pemerintahan tingkat kabupaten, 13 instansi pemerintahan tingkat kota. Sebanyak 26 stan lainnya diisi dari unsur non pemerintah daerah meliputi instansi kementerian dan non kementerian, perusahaan BUMN/BUMD dan swasta nasional, serta UMKM.

Event ini turut membantu meningkatkan kapasitas daya saing dan perluasan pasar produk unggulan beserta segenap potensi bisnis dan peluang investasi di berbagai sektor yang dimiliki oleh pemerintah daerah dan perusahaan-perusahaan di seluruh Indonesia.

Berita Terkait : Tumpang Sari Jahe Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Daurwatie, istri Bupati sekaligus penggerak PKK Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, merasa sangat tergugah dengan pelaksanaan event pameran ini. Menurutnya, mengikuti pameran menjadi wadah untuk mempromosikan potensi wilayahnya sebagai tempat pariwisata yang dapat dikunjungi wisatawan. 

“Kabupaten Katingan merupakan daerah pemekaran tetapi memiliki banyak potensi yang bagus dan luar biasa untuk dikunjungi para wisatawan. Salah satunya kerajinan tangan dari rotan. Potens sawit juga bagus. Untuk buah, Kabupaten Katingan terdapat duren kasongan yang rasanya legit," ujar Daurwatie.

Pada kesempatan ini, Ditjen Hortikultura Kementan turut berpatisipasi memamerkan aneka buah, sayur, tanaman obat, dan florikultura unggulan. Salah satu mahasiswi asal Wajo, Sulawesi Selatan, Nurul, mengaku takjub dengan tampilan display. Meskipun produk yang ditampilkan merupakan komoditas lokal, tampilan dan rasanya sangat menarik dan berkualitas. [KAL]