Dark/Light Mode

Genjot Ekspor Berbasis Digital, Transformasi Kunci Utama Bagi Koperasi & UKM

Jumat, 16 Desember 2022 18:12 WIB
Genjot Ekspor Berbasis Digital, Transformasi Kunci Utama Bagi Koperasi & UKM

 Sebelumnya 
Kuncinya, memberikan peluang seluas-luasnya dalam ekosistem bisnis pasar global di masa depan. Langkah cepat pemulhan ekonomi patut diperkuat dengan berbagai instrumen penggeraknya.

Di tengah ancaman krisis global, baik krisis pangan dan energi, Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (INKOWAPI) memperluas transformasi digital di segala lini usaha sektor Koperasi, UMKM dan Kewirausahaan.

Hingga saat ini, tercatat jumlah UMKM yang masuk ke pasar digital sudah sebesar 20,2 juta UMKM atau 30 persen total UMKM di tanah air.

Baca juga : Menteri Siti Tekankan Reformasi Birokrasi Tematik Di KLHK

Hingga Agustus 2022, sebanyak 20,24 juta UMKM telah masuk ekosistem digitalisasi dengan memperluas kolaborasi 41 stakeholder.

Targetnya tahun 2023 hingga 2024, sebanyak 30 juta UMKM On-boarding di pasar digital. Di mana, target menciptakan ekosistem digital ini sesuai dengan komitmen Kementerian Koperasi dan UKM serta peran aktif dari KADIN Indonesia bidang Kewirausahaan nasional.

Ketua Komite Tetap Kewirausahaan KADIN Indonesia, Sharmila Yahya, mendukung penuh upaya pemerintah menetapkan tujuh aspek prioritas transformasi digital, yakni meliputi digitalisasi pasar, digitalisasi pengetahuan kualitas, digitalisasi keuangan dan pembiayaan, digitalisasi manajemen, kapasitas produksi hingga digitalisasi distribusi.

Baca juga : Sukses Transformasi BUMN, Kunci Menteri Erick Optimis Menghadapi Resesi Ekonomi

Hal ini, menurut Sharmila menjadi kunci dalam upaya memperluas ekosistem digitalisasi dengan mengejar potensi ekonomi digital yang mencapai Rp 5.400 triliun hingga tahun 2030.

Menurutnya, pelaku UMKM, Koperasi dan Kewirausahaan harus mampu berkontribusi signifikan terhadap kebangkitan perekonomian masyarakat.

"Di Tahun 2023, INKOWAPI akan terus memaksimalkan pembekalan kepada wirausaha, pelatihan pengetahuan tentang ekosistem serta akan menghubungkan dengan incubator dan aspek pembiayaan," ujar Sharmila. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.