Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Emi Rahmawati, Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Skenario Reduksi Limbah Plastik pada Piala Dunia U20 Indonesia 2023 Melalui Teknologi Gasifikasi PLTSa Benowo
Rabu, 4 Januari 2023 12:43 WIB
FIFA World Cup Qatar 2022™ Sustainability Strategy
Perhelatan Piala Dunia FIFA™ di Qatar memanifestasikan pengalaman sebuah turnamen olahraga yang unik dan transformatif. Mengusung strategi keberlanjutan yang telah menjadi inti dari Piala Dunia FIFA 2022™ sejak awal, Qatar berpegang pada gagasan bahwa generasi yang akan datang sejatinya harus menemukan cara bagaimana bumi menjadi tempat yang lebih hijau, lebih adil, bebas dari diskriminasi, dan penuh peluang untuk setiap manusia di dalamnya. Berkolaborasi bersama penyelenggara turnamen, The Supreme Committee for Delivery & Legacy (SC) Qatar memiliki lima pilar untuk menyokong gagasan tersebut, yakni environmental pillar, social pillar, human pillar, economic pillar, dan governace pillar. Lima pilar ini digunakan untuk mempersiapkan proyek konstruksi besar-besaran Piala Dunia Qatar yang dipantau dan dikendalikan dengan hati-hati untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan.

Gambar 1 PLTS Al-Kharsaah untuk Piala Dunia Qatar 2022. (Foto: Qatar2022.qa)
Baca juga : Telkom Hadirkan Data Center Energi Biru dan Ramah Lingkungan
Semangat kontribusi Qatar terhadap United Nations Sustainable Development Goals dan Qatar National Vision 2030 terwujud melalui beberapa strategi keberlanjutan mereka dalam pelaksanaan Piala Dunia FIFA™ 2022 ini. Pertama, kedelapan stadion dirancang dan dibangun berprinsip keberlanjutan dengan cara menggunakan sistem penerangan, sistem pendingin, dan pemantauan kualitas udara bertenaga surya. Hasilnya, Qatar sukses membangkitkan 800 MW energi dari 10 kilometer persegi ladang surya Al-Kharsaah di Doha. Pembangkit ini terdiri dari sekitar 1,8 juta panel surya dan menyediakan sekitar 10% dari permintaan energi bersih untuk Piala Dunia Qatar yang diestimasikan dapat mengurangi emisi karbon dioksida negara tersebut sekitar 26 juta ton selama masa pakainya.
Kedua, strategi keberlanjutan yang dibawa oleh Qatar adalah membuat green space berupa taman baru di sekitar stadion dan tempat latihan yang akan diairi menggunakan 100% air daur ulang. Berkat perencanaan konservasi tersebut, konsumsi air di stadion 40% lebih rendah dari persyaratan internasional. Terakhir, Qatar juga mengembangkan sistem transportasi umum sekaligus mengalihkan 25% bus umum ke bus listrik pada tahun 2022 untuk digunakan selama turnamen. Teknologi ini akan mengurangi gas rumah kaca dan polusi udara.
Bagaimana dengan FIFA U-20 World Cup Indonesia 2023™?
FIFA U-20 World Cup Indonesia 2023™ rencananya akan digelar pada 20 Mei-11 Juni 2023. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, mengatakan bahwa terdapat enam stadion yang disiapkan untuk perhelatan tersebut. Keenam stadion ini, diantaranya Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta, Stadion Jakabaring di Palembang, Stadion Si Jalak Harupat di Bandung, Stadion Manahan di Surakarta, Stadion Gelora Bung Tomo Stadium di Surabaya, dan Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar. Satu yang menjadi atensi, Gelora Bung Tomo. Terletak tidak sampai dua kilometer dari PLTSa Benowo, apakah terdapat potensi yang bisa dikembangkan selayaknya di Qatar?
Baca juga : Mohon Perhatian, Subsidi Transportasi Umum Jangan Berat Ke KRL Jabodetabek
PLTSa Benowo sebagai inovasi pengelolaan sampah menjadi pembangkit listrik oleh Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya bisa difungsikan untuk membereskan persoalan tumpukan sampah usai pertandingan digelar. Posibilitas membludaknya limbah sampah plastik besar terjadi mengingat kapasitas Gelora Bung Tomo mencapai 55.000 penonton. Strategi panitia penyelenggara bersama dengan dukungan pemerintah perlu segera digagas. Dengan jadwal pertandingan selama 23 hari dikali dengan jumlah pertandingan dan total penonton yang hadir tentu tidak terbayang seberapa luar biasanya volume sampah yang akan dihasilkan. Dalam hal ini, perlu inovasi pengelolaan sampah untuk menciptakan perubahan dengan output yang lebih memiliki nilai guna yaitu dengan mengubahnya menjadi energi listrik.
Antara Energi dan Lingkungan
Sistem ticketing pada pertandingan FIFA U-20 World Cup Indonesia 2023™ dapat menjadi salah satu terobosan yang bisa dikembangkan. Panitia dapat memberikan charge pada setiap kemasan plastik yang masuk ke stadion dalam hitungan per gram. Kemudian sampah plastik yang telah dibuang dapat dihimpun untuk didistribusikan ke PLTSa Benowo. Terobosan ini sangat mungkin untuk diterapkan, meninjau kapasitas pengelolaan sampah PLTSa Benowo mencapai 1000 ton per hari dengan menggunakan dua sistem teknologi sekaligus yaitu Landfill Gas Collection dan Gasifikasi.
Selain mengurangi emisi karbon yang dihasilkan, strategi tersebut dapat dikatakan sebagai green finance yang memiliki tujuan untuk membangun konsep proyek pertandingan sepakbola yang mendorong investasi ramah lingkungan. Hal ini dikarenakan listrik yang dikelola oleh PLTSa Benowo nantinya akan dijual ke PLN. Alternatif yang lain ialah listrik yang dihasilkan dari sampah penonton tersebut dapat digunakan untuk sistem kelistrikan Gelora Bung Tomo selama laga diselenggarakan.
Baca juga : Pagi Ini, Rupiah Melemah 0,09 Persen
Benar bahwa inovasi untuk menciptakan sesuatu yang baru terkait renewable energy telah marak dan amat bervariasi. Namun, membuka perspektif untuk mengoptimakan metode pengelolaan energi yang sudah ada juga tidak kalah penting. Terlebih lagi, jika inovasi tersebut mampu menjawab permasalahan yang sudah lama terjadi dan sangat mungkin untuk terus terjadi. Seperti bagaimana memaksimalkan teknologi pengolahan sampah PLTSa Benowo melalui turnamen internasional FIFA U-20 World Cup Indonesia 2023™ ini.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya