Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Geothermal: Hidden Energy dari Gunung Api Bawah Laut di Indonesia
Jumat, 30 Desember 2022 12:03 WIB
- Latar Belakang
Di era yang serba digita tak lepas dari perkembangan Teknologi informasi dan komunikasi yang semakin maju, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi ini membuat masyarakat semakin mudah beraktivitas dan berkomunikasi antar sesama hanya dengan menggunakan smartphone. Berdasarkan data We Are Social Hootsuite yang melakukan survey pada tahun 2020 menyebutkan bahwa diindonesia sekitar 64% dari pendudukanya merupakan pengguna internet. Hal ini telah mengalami peningkatan dibanding tahun 2019 yakni sebesar 17% atau 25 Juta pengguna internet diindonesia. Dari Total penduduk indonesia yang berkisar 272,1 juta jiwa, sekitar 175,4 juta jiwa sudah menikmati dunia virtual.
Hasil survei global web index pada user internet Tahun 2017 di Indonesia pada jenjang umur 16-64 tahun, menjelaskan jika terdapat beberapa platform media sosial yang sering dipakai penduduk Indonesia diantaranya ialah Youtube, WhatsApp, Facebook, Instagram, Twitter

Gambar 1. Grafik penggunaan media sosial di indonesia tahun 2017
(Sumber : databooks.kadata)
Baca juga : Indra Karya Garap Bendungan Kering Pertama Di Indonesia
Grafik diatas menunjukan persentase sosial media yang secara aktif sering digunakan masyarakat di Indonesia pada tahun 2017. Dalam data tersebut youtube menjadi media sosial pertama yang paling banyak digunakan dengan persentase 43%, hal ini didukung dengan kemampuan youtube untuk mengunggah, menonton dan berbagi vidio secara gratis, kelebihan ini membuat youtube lebih digemari sebagai sarana edukasi, hiburan, media promosi, dan lain-lain. Kemudian disusul oleh Facebook, WhatsApp, Instagram, dan Line
Banyaknya akun media sosial yang seseorang miliki, akan membuat orang tersebut lebih tahu banyak mengenai informasi terbaru (up to date) dengan pesat daripada situs yang lain. Semakin banyak media sosial yang seseorang miliki maka semakin banyak pula waktu yang dihabiskan untuk mengaksesnya. Ini terjadi karena adanya usaha untuk tetap menjaga pertemanan disetiap akun sosial medianya (Li & Chen, 2014).
Keinginan seseorang dalam mendapatkan berita yang up to date akan memberikan pengaruh yang kurang baik, terlebih ketika dilakukan dengan tidak memperhatikan kondisi sekitar. Pada data yang didapatkan oleh peneliti, menemukan bahwa beberapa responden akan merasa disisihkan ketika ada salah satu temannya mengoperasikan gadget ketika teman yang lainnya sedang bercengkrama. Menurut pendapat responden hal ini akan berpotensi merusak relasi pertemanan, Menurut Chaudhry (2015) ketika menggunakan gedget dengan berlebihan tanpa disertai oleh adanya kontrol diri dan dilakukan saat sedang berkomunikasi di dunia nonvirtual akan menimbulkan dampak yang tidak baik yaitu dapat menyebabkan terputusnya hubungan sosial. Ini dikarenakan munculnya perasaan gelisah pada individu ketika menganggap pengalaman berharga orang lain lebih dari pengalaman yang dimilikinya dan individu tersebut tidak terlibat dalam kegiatan itu atau yang diartikan sebagai Fear of Missing Out (FoMO).
Fear of Missing Out atau fomo juga dapat diartikan sebagai rasa kehawatiran dan ketakutan ketika individu lain dianggap mempunyai aktivitas yang lebih memuaskan daripada dengan seseorang yang tidak dapat hadir hal ini dicirikan dengan munculnya dorongan agar dapat tetap terhubungan dengan aktivitas yang dilakukan oleh orang lain khususnya dalam media sosial. Dalam ilmu tauhid terdapat berberapa macam ketakutan dan kekhawatiran, yaitu Takut alamiah (Khauf thabi”i), Takut bernilai ibadah (Khauf ibadah), Takut bersifat tersembunyi (Khauf as-Sirri)
FoMO masuk kedalam jenis Khauf Thabi’i karena perasaan takut yang muncul karena seseorang tidak ingin ketinggalan informasi mengenai apapun dimedia sosial, ini muncul karena kebiasaan seseorang dalam menggunakan media sosial tanpa mempertimbangkan waktu pemakaian sehingga ketika individu melewatkan waktu dalam menggunakan media sosial akan timbul perasaan takut
Baca juga : Ucapkan Selamat Natal, Puan: Mari Melangkah Maju Untuk Indonesia
Dampak buruk yang ditimbulkan jika individu mengalami kecenderungan FoMO yaitu tingkat kebutuhan dalam diri yang rendah, rendahnya kepuasan hidup dan perubahan emosi yang cepat akan menimbulkan distraksi apabila sedang belajar dan berkendara hingga terlibat pada perilaku yang berisiko seperti mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol (Dossey, 2014; Riordan, Flett, Hunter, Scarf & Conner, 2015; Turkle, 2011)
Selain itu Oberst, Wegmann, Stodt, Brand & Chamarro, (2017) mengatakan apabila orang yang telah dewasa mengalami masalah psikopatologis (terkhusus depresi dan kecemasan) dapat mengalami kurangnya kebutuhan sosial sehingga menyebabkan terjadinya FoMO. Adanya Permasalahan terkait kecenderungan masyarakat terutama generasi milineal yang sebagian besar mengalami Fear of Missing Out atau fomo , maka dibutuhkan solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut. Sehingga dibuatlah suatu inovasi .....
- Rumusan Masalah
Adapun rumusan dalam karya ilmiah ini ialah :
- Bagaimana Pandangan Fenomena Fear of Missing Out atau fomo dalam perspektif Islam?
- Bagaimana Pengaruh sosial media terhadap fenomena Fear of Missing Out atau fomo?
- Apa itu metode 3! It’s Magic Change sebagai upaya mengatasi Fenomena Fear of Missing Out atau fomo?
- Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dalam karya ilmiah ini ialah :
- Mengetahui Pandangan Fenomena Fear of Missing Out atau fomo dalam perspektif Islam
- Mengetahui Pengaruh sosial media terhadap fenomena Fear of Missing Out atau fomo
- Menghasilkan metode sederhana dan solutif dalam mengatasi Fenomena Fear of Missing Out atau fomo
- Manfaat Penulisan
Baca juga : Restoran Ayam Goreng Cepat Saji Popeyes Resmi Hadir di Indonesia
Adapun manfaat penulisan dalam karya ilmiah ini ialah :
- Metode yang dihasilkan mampu menjadi solusi efektif bagi generasi muda dalam mengatasi Fear of Missing Out atau fomo
- Dapat menjadi referensi bagi peneliti lain dalam mengembangkan solusi solusi lainnya sebagai upaya untuk mengatasi Fear of Missing Out atau fomo
Ilham Wahyudi
-
-
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya