Dark/Light Mode

Dampak Kebijakan Global, Menkeu Akui Target APBN 2018 Meleset

Selasa, 20 Agustus 2019 09:15 WIB
Menkeu Sri Mulyani
Menkeu Sri Mulyani

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai target pertumbuhan ekonomi dan asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 gagal dicapai. 

Menanggapi itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, ada beberapa faktor yang jadi penyebab melesetnya asumsi APBN tahun lalu. 

Salah satu faktor yang sangat mem pengaruhi adalah berubahnya kebijakan di lingkup internasional. 

“Asumsi APBN ternyata sangat dinamis. Tahun 2018 kita semua sepakat, terjadi perubahan policy secara global yang kemudian menyebabkan capital outflow (aliran modal keluar dari Indo nesia) cukup besar,” kata Sri saat rapat dengan Banggar DPR di Senayan, Jakarta, kemarin. 

Baca juga : Menkeu Dan DPR Sepakat Target Ekonomi Dipangkas Jadi 5,2 Persen

Menurutnya, aliran modal yang keluar dari Indonesia mem pengaruhi berbagai asumsi dasar makro ekonomi. Berimbas kepada nilai tukar rupiah, harga minyak, termasuk harga komoditas yang lainnya. 

“Mengenai pertumbuhan ekonomi yang di bawah target, tentu bahwa APBN bisa berkontribusi terhadap pencapaian pertumbuhan ekonomi. Namun semua itu tergantung dengan policy-policy yang dilaksanakan oleh pemerintah, kementerian/lembaga, daerah serta oleh sektor swasta,” ujarnya. 

Sebelumnya, Sri juga memaparkan pelemahan perekonomian global juga berdampak kepada pertumbuhan ekspor Indonesia dan negara-negara lainnya. 

“Bahkan, negara tetangga seperti Singapura ekspornya sudah negatif. Begitu pula negara yang andalkan ekspor kaya Jerman juga masuk dalam zona negatif. Sebab global environment-nya memang sedang melemah,” katanya. 

Baca juga : YDN: Kebijakan Ekspor Mentan Sukses Angkat Pamor Durian Lokal

Sejak tahun lalu, pemerintah sudah mewaspadai penurunan pertumbuhan perekonomian global terhadap nilai ekspor Tanah Air. Sebab, ekspor diharapkan menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

“Apalagi ekspor tahun 2019 di dua kuartal tercatat negatif, berbeda dari proyeksi awal yang diharapkan tumbuh positif,” ujarnya. 

Meski begitu, pemerintah berjanji akan melihat faktor penyumbang pertumbuhan ekonomi mana yang bisa mengkompensasi pelemahan pada sisi ekspor, serta bagaimana mendorongnya. 

“Kami akan terus mendorong dari sisi manajemen ekonomi bersama dengan kementerian terkait,” tegas Ani. [NOV]

Baca juga : Malu Ah, Perdagangan Kita Kok Kalah Dengan Vietnam


 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.