Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
BSI Luncurin Produk Baru Investasi Syariah
EBAS-SP Diharapkan Beri Multiplier Effect
Selasa, 20 Juni 2023 07:30 WIB
Sebelumnya
Penerbitan EBAS-SP SMF-BRIS01 diharapkan mendorong inklusi pasar keuangan dan pasar modal di Indonesia.
“Selain itu, dapat menjadi pilihan instrumen investasi syariah baru yang kompetitif dan menarik bagi masyarakat,” ucap pria yang akrab disapa Tiko ini.
EBAS-SP SMF-BRIS01 merupakan efek hasil proses transaksi sekuritisasi aset pembiayaan rumah senilai Rp 325 miliar milik BSI, yang diterbitkan oleh SMF.
EBAS-SP SMF-BRIS01 mengantongi peringkat AAA dari Pefindo. Dengan imbal hasil yang kompetitif, yaitu 7 persen. Produk ini diterbitkan dalam 2 tranches, yaitu Kelas A yang ditawarkan melalui mekanisme penawaran umum, dan Kelas B sebagai kelas subordinasi yang berfungsi melindungi Kelas A.
Baca juga : Tingkatkan Peluang Investasi Di Daerah, Apkasi Siap Gelar AOE 2023
Sekuritisasi aset pembiayaan rumah milik BSI yang diterbitkan SMF telah terserap dengan baik oleh investor ritel, korporasi dan berbagai yayasan dana pensiun. Bahkan oversubscribed hingga 126 persen.
Menurut mantan bos Bank Mandiri ini, hal tersebut menjadi bukti bahwa animo investor dan para pelaku keuangan syariah sangat tinggi terhadap diversifikasi investasi syariah yang aman, cepat dan mudah.
“Terlebih, imbal hasil yang ditawarkan mencapai 7 persen, lebih tinggi di atas rata-rata investasi seperti deposito, sukuk maupun reksadana,” kata Tiko.
Di kesempatan tersebut, Hery Gunardi menyatakan, pihaknya sangat mendukung program Pemerintah dalam memperkuat pembiayaan perumahan dengan skema syariah. Serta berkomitmen untuk terus membangun ekonomi keumatan melalui skema dan business model yang tepat sehingga peran perbankan syariah benar-benar nyata dalam berkontribusi bagi kemajuan ekonomi di Tanah Air.
Baca juga : Ini Keuntungan Mudik Naik Kereta Api, Salah Satunya Bebas Macet
“Alhamdullilah produk terbaru ini mendapat animo yang besar,” ucap Hery.
Bagi BSI, sambung Hery, sekuritisasi aset ini merupakan salah satu strategi perseroan dalam me-recycle aset yang memiliki pertumbuhan cukup tinggi dan bertenor panjang. Salah satunya adalah pembiayaan perumahan atau Griya, yang secara tahunan year on year (yoy) tumbuh sebesar 14,79 persen. Atau mencapai Rp 49 triliun pada kuartal I-2023.
Karena itu, lanjut Hery, peluncuran EBAS-SP SMF-BRIS01 merupakan momentum baru bagi kemajuan industri perbankan syariah di Indonesia.
“BSI siap mengawal instrumen EBAS-SP SMF-BRIS01 sebagai gebrakan baru untuk pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia,” katanya.
Baca juga : BSKDN Minta Pemprov Bali Kembangkan Inovasi Murah Tapi Berkualitas
Dirut SMF Ananta Wiyogo menambahkan, penerbitan EBA Syariah perdana ini merupakan tonggak sejarah bagi perkembangan pasar keuangan syariah, yang diharapkan dapat meningkatkan market share perekonomian syariah di Indonesia.
“Hadirnya EBA Syariah diharapkan dapat mendorong terwujudnya market widening, serta financial inclusive di pasar modal,” tutup Ananta. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya