Dark/Light Mode

Bapanas Kerek Harga Pembelian Gula Kristal

Selasa, 4 Juli 2023 06:45 WIB
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi. (Foto: Bapanas)
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi. (Foto: Bapanas)

 Sebelumnya 
Arief menerangkan, kenaikan harga pembelian gula konsumsi di tingkat petani sangat dibu­tuhkan petani karena adanya kenaikan biaya produksi (biaya sewa, tenaga kerja, benih, pu­puk, dan pestisida), serta biaya distribusi.

Berdasarkan survei Biaya Pokok Produksi (BPP) Tebu 2023 yang dilakukan Direktorat Jenderal Perkebunan Kemente­rian Pertanian (Kementan), telah terjadi kenaikan BPP dari Rp 589.229 per ton tebu menjadi Rp 650.000 per ton tebu atau naik 9,08 persen

Baca juga : Bisa Tajam Ke Segala Arah

“Untuk itu, diperlukan pe­nyesuaian agar keseimbangan dan kewajaran harga di tingkat petani, penggilingan, pedagang dan konsumen, terjaga sesuai harga keekonomian saat ini,” tegas Arief.

Dalam hal proses pembahasan penyesuaian harga gula konsum­si, Arief memastikan pihaknya mendengar masukan dan aspi­rasi dari seluruh stakeholder per­gulaan nasional, seperti Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI), Asosiasi Gula Indone­sia (AGI), Gabungan Produsen Gula Indonesia (GAPGINDO), serta pelaku usaha.

Baca juga : Pengamat: Kenaikan Harga Acuan Gula 15-16 Ribu/Kg Win Win Solution

Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoen menyam­but baik kenaikan harga pembe­lian gula di tingkat petani.

“Karena sebelumnya, walau­pun kami sudah bisa membentuk harga sampai Rp 12.500, tapi masih saja ada pihak yang jual gulanya di kisaran Rp 12.000, bahkan ada yang di bawah itu. Dan itu berpengaruh terhadap lelang gula,” kata Soemitro.

Baca juga : Bipang Ambawang Buka Cabang Pertama Di Jakarta

Dengan adanya SE terse­but, diharapkan tidak ada lagi pihak-pihak yang menjual gula di bawah harga yang ditetapkan Pemerintah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.