Dark/Light Mode

Iklim Bisnis Indonesia Kondusif, Pengusaha AS Jempolin Menko Airlangga

Selasa, 29 Agustus 2023 08:34 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat bertemu kalangan bisnis Amerika Serikat di Jakarta, Senin (28/8). (Foto: Humas Ekon)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat bertemu kalangan bisnis Amerika Serikat di Jakarta, Senin (28/8). (Foto: Humas Ekon)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu delegasi kongres Amerika Serikat (AS) yang terdiri Jonathan Jackson, Young Kim, Andy Barr, dan Jasmine Crockett di Jakarta dalam serangkaian kunjungannya di Asia Tenggara, Senin (28/8/2023).

Pertemuan tersebut membicarakan sejumlah agenda strategis, yang mencakup bidang investasi energi dan kerja sama Indo-Pacific Economic Framework (IPEF).

“Kalangan pengusaha AS mengapresiasi kebijakan investasi Indonesia, yang telah menciptakan iklim bisnis yang lebih kondusif,” kata Anggota Kongres Jackson.

Terkait hal tersebut, Menko Airlangga menjelaskan, iklim investasi yang kondusif dan mendorong pemerataan pembangunan ini dibangun melalui reformasi struktural, lewat UU Cipta Kerja.

Baca juga : Munas Dan Konbes NU Bahas 7 Persoalan Mendesak Bangsa

"Saat ini, Pemerintah Indonesia juga tengah giat mendorong investasi asing untuk menanamkan modal. Demi mencapai target investasi Rp 1.400 triliun pada tahun 2023," kata Menko Airlangga dalam keterangannya, Selasa (29/8).

"Pemerintah Indonesia terbuka atas kerja sama investasi, dalam berbagai area ekonomi,” imbuhnya.

Selama ini, sektor swasta Amerika Serikat banyak melakukan investasi di Indonesia pada bidang pertambangan, mesin, dan farmasi.

Dalam diskusi perihal IPEF, Anggota Kongres Young Kim menanyakan perkembangan dan ekspektasi Indonesia, terhadap kerja sama ekonomi kawasan tersebut.

Baca juga : IB Summit 2023 Di Indonesia Hasilkan Rencana Aksi Nyata Bagi UMKM ASEAN

Dalam konteks ini, Indonesia aktif terlibat dalam perundingan kerja sama ekonomi kawasan tersebut.

IPEF dapat berperan sebagai jembatan kolaborasi antara Indonesia dan Amerika Serikat, terutama dalam bidang investasi terkait infrastruktur dan manufaktur energi bersih.

Kedua pihak juga membahas seputar perkembangan teknologi Nuclear Small Modular Reactor (SMR) dan Just Energy Transition Partnership (JETP) di bawah payung kerja sama Partnership for Global Infrastructure Investment (PGII).

Topik Critical Mineral dalam IPEF juga ikut dibahas. Pemerintah Indonesia berharap manfaat dari clean vehicle tax credit di bawah Inflation Reduction Act (IRA) AS.

Baca juga : Indonesia, Malaysia, Thailand Perkuat Penggunaan Mata Uang Lokal

Tax Credit tersebut diberikan kepada negara mitra, yang telah menjalin FTA dengan AS.

Sebagai mitra dalam IPEF, Indonesia mengharapkan dapat memenuhi persyaratan kemudahan dalam cakupan IRA.

"Indonesia memiliki target net-zero emission. Pencapaian target tersebut diharapkan dapat dipercepat, dengan menjadi bagian ekosistem manufaktur electric vehicle AS, Indonesia," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.