Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Produksi Terus Naik, SKK Migas Kejar Target 1 Juta Barel Per Hari
Rabu, 6 September 2023 16:15 WIB
Sebelumnya
Sementara tahun ini, investasi hulu migas ditargetkan mencapai 15,5 miliar dolar Amerika atau naik 26 persen dibanding tahun lalu.
Target tersebut lebih tinggi dibanding pertumbuhan investasi global (6,5 persen) maupun Rencana Jangka Panjang (Long Term Plan/LTP) SKK Migas yang sebelumnya mematok target sebesar 13 miliar dolar Amerika.
Selain itu, SKK Migas terus berupaya meningkatkan produksi migas nasional, khususnya gas bumi.
Gas bumi memainkan peranan penting sebagai sumber energi primer selama masa transisi menuju penggunaan energi bersih melalui pencapaian target Net Zero Emission (NZE) pada 2030.
Gas bumi juga dibutuhkan sebagai bahan baku untuk industri, seperti industri baja, keramik, pupuk, petrokimia dan lainnya.
Di sisi lain, upaya pencapaian target produksi gas sebesar 12 BSCFD juga membutuhkan dukungan infrastruktur yang merata di seluruh Indonesia.
Baca juga : Jadi Provinsi Tersukses Kendalikan Inflasi, Ganjar Terima Kasih Ke Petani
Ketersediaan infrastruktur yang mampu menjangkau seluruh wilayah memungkinkan gas alam yang diproduksikan oleh lapangan-lapangan migas di Indonesia bisa terserap secara optimal untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Apalagi, beberapa proyek strategis nasional dijadwalkan sudah mulai berproduksi sebelum 2030, yakni Tangguh Train 3, Indonesia Deepwater Development (IDD), dan Abadi Masela.
Dari ketiga proyek tersebut, total investasi mencapai 38,58 miliar dolar Amerika dengan penambahan produksi minyak sebesar 65.000 barel per hari dan gas sebesar 3.644 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
“Saat ini, alokasi gas untuk domestik sudah mencapai 65 persen dari total produksi gas, sesuai dengan kebutuhan pengguna gas domestik. Seiring dengan peningkatan produksi gas di masa yang akan datang, tentu diharapkan ada pertumbuhan kapasitas industri pengguna gas sehingga gas dapat dimanfaatkan untuk dalam negeri mendukung pembangunan,” terang Dwi.
Investasi pada proyek-proyek pengembangan gas alam perlu ditingkatkan untuk menjamin ketersediaan suplai gas bagi pasar domestik.
“Daya tarik investasi di sektor hulu migas di Indonesia sebenarnya sudah membaik, namun masih ada hal-hal yang harus terus diperbaiki,” ujarnya.
Baca juga : Partai Garuda Sebut BEM UI Tak Bisa Gelar Debat Bacapres, Ini Dasarnya
Pada 2024, investasi untuk pengembangan lapangan gas ditargetkan sebesar 8 miliar dolar Amerika atau 50 persen dari target total investasi di sektor hulu migas.
Pada tahun-tahun berikutnya, nilai investasi gas ditargetkan terus mengalami kenaikan hingga mencapai 12 miliar dolar Amerika pada 2030.
Saat ini, penemuan cadangan migas baru serta persetujuan plan of development (POD) didominasi oleh gas, sehingga pengembangan proyek baru kedepan akan lebih mengarah ke gas.
Terus meningkatnya investasi di minyak, salah satunya adalah upaya untuk menahan laju decline rate dengan komitmen untuk bisa mencapai zero decline serta tambahan produksi dari proyek-proyek lapangan minyak.
Salah satu investasi yang besar di minyak adalah untuk pengeboran sumur pengembangan.
Untuk 2023 prognosa pengeboran sumur pengembangan mencapai 919 sumur dan 2024 ditargetkan dapat melebihi capaian tahun ini.
Baca juga : Kebutuhan Domestik Terus Meningkat, SKK Migas Genjot Realisasi Di Lapangan
Di tengah tren kenaikan investasi hulu migas, Dwi mengungkapkan masih ada tantangan yang muncul, salah satunya adanya tuntutan untuk mengintegrasikan kegiatan usaha hulu migas dengan penerapan teknologi Carbon Capture Storage/Carbon Capture, Utilization and Storage (CCS/CCUS).
“Masing-masing perusahaan migas juga mendapat target untuk mencapai Net Zero Emission,” kata Dwi.
Meski begitu, investasi di industri hulu migas terus mengalami peningkatan.
Dalam kondisi iklim investasi yang semakin membaik, SKK Migas terus berupaya meningkatkan penanaman modal di sektor hulu migas, salah satunya dengan kembali menggelar The International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (ICIOG).
Tahun ini tercatat sebagai penyelenggaraan ICIOG yang ke-4. Mengusung tema “Advancing Energy Security Through Sustainable Oil and Gas Exploration and Development”, ICIOG 2023 akan dilaksanakan di Nusa Dua, Bali pada 20-23 September 2023.
“The International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas merupakan puncak kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan industri hulu migas untuk meningkatkan kerja sama dalam mendorong pertumbuhan investasi serta meningkatkan kegiatan eksplorasi dan produksi migas demi menjaga ketahanan energi nasional,” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya