Dark/Light Mode

Diimbau Fokus Ke Sektor Produktif

60% Pembiayaan Fintech Mengalir Untuk Konsumtif

Sabtu, 9 September 2023 07:20 WIB
Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Sunu Widyatmoko, Sekretaris Jenderal Akumindo Eddy Misero, dan Direktur Eksekutif Forum Komunitas Usaha Mikro, Kecil, Menengah (Fokus UMKM) Ari Prabowo dalam sesi diskusi Press Club AFPI secara virtual, di Jakarta, Kamis (7/9/2023). (ANTARA/Bayu Saputra)
Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Sunu Widyatmoko, Sekretaris Jenderal Akumindo Eddy Misero, dan Direktur Eksekutif Forum Komunitas Usaha Mikro, Kecil, Menengah (Fokus UMKM) Ari Prabowo dalam sesi diskusi Press Club AFPI secara virtual, di Jakarta, Kamis (7/9/2023). (ANTARA/Bayu Saputra)

 Sebelumnya 
Untuk dapat meningkatkan layanan pinjaman bagi UMKM, kata dia, diperlukan komitmen semua pihak untuk membangun ekosistem digital.

Untuk itu, ada beberapa hal yang dibutuhkan fintech saat memberikan pendanaan. Yakni, meliputi konfirmasi kegiatan usaha, monitoring perputaran dana usaha, program pendampingan kegiatan usaha. Ter­masuk data-data Pemerintah untuk keperluan scoring seperti data BPJS (Badan Penyeleng­gara Jaminan Sosial), pajak dan asuransi kegiatan usaha.

“Dengan adanya informasi utuh tersebut, maka pendanaan UMKM tidak hanya akan meningkat jumlahnya, tetapi juga ragam dan sebaran di daerah di luar Jawa dan Bali,” jelasnya.

Baca juga : RI Dan 16 Negara Protes Pemberlakuan UU Anti Deforestasi Uni Eropa

Berdasarkan data OJK, nilai outstanding pinjaman fintech P2P lending pada Juli 2023 sebesar Rp 55,98 triliun. Angka ini termasuk pembiayaan terhadap UMKM di Tanah Air yang terus mengalami peningkatan dari periode-periode sebelumnya.

Secara keseluruhan, total pin­jaman yang telah disalurkan fintech P2P Lending di Indone­sia sejak 2018 hingga Juli 2023 mencapai Rp 657,85 triliun.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), Eddy Misero mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah mem­persiapkan UMKM di Indonesia agar lebih melek digital.

Baca juga : Di Tahun Ke-4, majoo Buktikan Komitmennya Mendigitalisasi UMKM Indonesia

Namun dalam implementasinya, terdapat sejumlah kendala. Salah satunya tingkat literasi yang tergolong rendah.

Ia menilai, hal ini dikarena­kan dari segi pendidikan para pelaku UMKM, yang berada di tingkat middle-to-low.

“Perlu upaya bersama agar UMKM bisa masuk ke dunia digital. UMKM, juga harus pu­nya growth mindset saat menghadapi tantangan,” katanya.

Baca juga : Terima Hibah Mesin Kupas, Produksi Kopi UMKM Binaan Pertamina Meningkat

Ia mencontohkan, untuk masuk ke digitalisasi diperlu­kan tools, yang tentunya mem­butuhkan modal.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.