Dark/Light Mode

Diimbau Fokus Ke Sektor Produktif

60% Pembiayaan Fintech Mengalir Untuk Konsumtif

Sabtu, 9 September 2023 07:20 WIB
Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Sunu Widyatmoko, Sekretaris Jenderal Akumindo Eddy Misero, dan Direktur Eksekutif Forum Komunitas Usaha Mikro, Kecil, Menengah (Fokus UMKM) Ari Prabowo dalam sesi diskusi Press Club AFPI secara virtual, di Jakarta, Kamis (7/9/2023). (ANTARA/Bayu Saputra)
Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Sunu Widyatmoko, Sekretaris Jenderal Akumindo Eddy Misero, dan Direktur Eksekutif Forum Komunitas Usaha Mikro, Kecil, Menengah (Fokus UMKM) Ari Prabowo dalam sesi diskusi Press Club AFPI secara virtual, di Jakarta, Kamis (7/9/2023). (ANTARA/Bayu Saputra)

 Sebelumnya 
Terpisah, Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Sunu Widyatmoko menuturkan, berdasarkan riset AFPI, permintaan pembiayaan UMKM masih belum merata dan masih terpusat di Jawa dan Bali. Yakni sebesar 62 persen dari total pembiayaan UMKM di Indonesia pada 2022, atau sebesar Rp 1.400 triliun.

Padahal, segmen dengan per­tumbuhan tertinggi ada di Indo­nesia Timur, dengan skala Ultra Mikro dan Mikro.

“Sampai saat ini, akses penda­naan masih terbatas di wilayah tersebut,” ujar Sunu dalam dis­kusi mengenai Peran Fintech da­lam Digitalisasi UMKM, secara virtual, Kamis (7/9) sore.

Baca juga : RI Dan 16 Negara Protes Pemberlakuan UU Anti Deforestasi Uni Eropa

Padahal, dengan akses luas dan jangkauan hampir seluruh wilayah di Indonesia, industri fintech diyakini mampu meningkatkan inklusi keuangan. Dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Terlebih, peran UMKM sangat besar dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Hal ini terlihat dari kontribusi UMKM terhadap Produk Do­mestik Bruto (PDB) Indonesia, yang mencapai lebih dari 60 persen. Bahkan, lebih dari 90 persen tenaga kerja di Indonesia dipekerjakan oleh UMKM.

Baca juga : Di Tahun Ke-4, majoo Buktikan Komitmennya Mendigitalisasi UMKM Indonesia

Sayangnya, UMKM menghadapi kondisi yang relatif sulit bila dihadapkan pada masalah pendanaan. Kendalanya adalah aset untuk jaminan dan laporan keuangan masih merugi meski secara cash flow positif.

“Itu satu aspek yang dilematis UMKM, terutama untuk perusa­haan rintisan,” bebernya.

Menurut Sunu, hal ini berbeda dengan fintech P2P lending yang dapat memberikan pinjaman, yang disesuaikan dengan bisnis model dan cash flow cycle.

Baca juga : Terima Hibah Mesin Kupas, Produksi Kopi UMKM Binaan Pertamina Meningkat

“Sehingga pada saat UMKM membutuhkan pinjaman, fin­tech lending dapat membantu,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.