Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI proaktif mendukung Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia yang digagas oleh Bank Indonesia (BI) untuk menyediakan layanan transaksi pembayaran ritel yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal salah satunya adalah layanan BI-FAST.
Perseroan mencatatkan volume dan nilai transaksi BI-FAST di BNI tumbuh lebih dari 900 persen secara tahunan (year on year/yoy) sampai dengan Agustus 2023.
Adanya BI-FAST membuat nasabah BNI telah mendapatkan banyak manfaat. Terutama adalah tarif yang jauh lebih murah dan layanan transfer dana yang berjalan tanpa henti 24 jam 7 hari, dan berlaku secara real-time online untuk proses transfer dana ke bank tujuan.
Baca juga : Launching Transformasi Mutu Layanan, BPJS Kesehatan Tingkatkan Akses Peserta JKN
Hal ini karena ada penurunan tarif dari sebelumnya Rp 6.500 dengan sistem online transfer antar bank menjadi lebih murah, yaitu Rp 2.500 dengan sistem BI-FAST.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyampaikan, capaian transaksi ini seiring dengan semakin kuatnya kepercayaan konsumsi masyarakat di pertengahan semester kedua tahun ini.
Menurutnya, masyarakat semakin nyaman dan mudah dengan fitur transaksi BI-FAST yang saat ini tersedia di BNI Mobile Banking.
Baca juga : Tetap Positif, Transaksi Valas BNI Tumbuh 13 Persen
“Kami bersyukur capaian volume dan nilai transaksi BI-FAST semakin tumbuh sangat signifikan, tentu kami berharap tren ini berlanjut dan semakin kuat lagi agar sistem pembayaran dalam negeri ini semakin maju dominan," ucapnya di Jakarta, Selasa (3/10).
Okki menekankan, kinerja positif BI-FAST di BNI ini juga diikuti dengan pertumbuhan yang sama untuk Fee Based Income (FBI).
"FBI tersebut akan menjadi modal BNI untuk semakin menguatkan capital expenditure (capex) di sisi inovasi digital," tutup Okki.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya