Dark/Light Mode

Investasi Jalan Terus

70 Persen Warga Rempang Mau Digeser Ke Tanjung Banun

Selasa, 10 Oktober 2023 06:58 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal BKPM Bahlil Lahadalia. (Foto: Instagram bahlillahadalia)
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal BKPM Bahlil Lahadalia. (Foto: Instagram bahlillahadalia)

 Sebelumnya 
Namun, karena ada juga aspirasi masyarakat yang lokasinya ingin di dekat pantai, Pemerintah kemudian membuat kebijakan mengubah lokasi pergeseran ke tanjung Banun.

“(Di Dapur 3) Untuk perahu nelayan jauh sekali. Maka kami fokus cari tempat dekat pantai. Jadi lokasi relokasi di tanjung Banun,” tutur Bahlil.

Soal kepastian penggantian rumah, Bahlil meyakinkan warga tidak meragukan janji Pemerintah. Jika nilai rumah yang disediakan oleh Pemerintah lebih murah, maka Pemerintah akan mengganti selisihnya.

Bahlil mencontohkan, rumah yang akan diganti oleh pemerintah tipe 45 seharga Rp 120 juta. Jika ada warga rempang yang memiliki rumah seharga Rp 500 juta, maka akan dibayar selisihnya.

Dia bilang, penilaian harga rumah tidak berdasarkan BP Batam, tapi berdasarkan konsultan, yaitu Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

Bahlil tidak menepis, masih ada masyarakat yang belum setuju pindah. Ada sekelompok ibu-ibu yang menyampaikan aspirasi belum mau bergeser.

Baca juga : Pesan Marck Klok: Jangan Remehkan Brunei Darussalam

“Itulah negara kita, negara demokrasi. Justru di situ semakin meyakinkan kepada saya bahwa penting Pemerintah terus melakukan komunikasi dan sosialisasi yang baik,” jelas Bahlil.

Sebelumnya, Pemerintah telah menetapkan 5 lokasi prioritas yang akan bergeser dalam tahap pertama pengembangan rempang Eco-City. Yakni Pasir Panjang, Blongkeng, Sembulang Hulu, Sembulang Tanjung dan Pasir Merah.

Total, di 5 kampung tersebut terdapat 961 KK. Warga yang sebelumnya menolak bergeser, sebagian telah menyatakan setuju pindah dan akan segera menempati hunian sementara.

Dari seluruh KK di 5 kampung tersebut, tercatat sudah 341 KK yang sukarela menyatakan mau melakukan pergeseran.

Kepala Badan Pengusahaan BP) Batam Muhammad rudi memastikan pergeseran atau relokasi warga rempang akan berjalan usai dilakukan sosialisasi yang baik.

Dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu yang berkembang terkait pergeseran warga.

Baca juga : Wapres Kawal Langsung Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Papua

“Saya ingin dari sosialisasi ini kedua belah pihak antara BP Batam dan masyarakat punya kesepakatan yang sama, bagaimana permasalahan investasi ini bisa selesai,” kata Rudi.

Rudi mengatakan, upaya pendekatan terhadap masyarakat di Pulau Rempang terus dilakukan. Pendekatan itu dilakukan dengan persuasif.

“Kami ingin ada sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat, sehingga masyarakat tahu, investasi ini masuk, apa faedah buat masyarakat setempat. Dan apa hasilnya ke depan, apa yang mereka dapat,” ungkap Rudi.

Metode pendekatan persuasif itu, menurut Rudi, agar pesan yang disampaikan Pemerintah bisa langsung sampai ke masyarakat. Dia tak ingin masyarakat terluka atau tersulut emosi oleh informasi yang simpang siur.

“Hindari pertengkaran, hindari benturan fisik, hindari emosional, tapi kedepankan apa yang membangun Kota Batam, khususnya rempang,” kata dia.

Rudi mengaku sudah langsung terjun ke masyarakat rempang di daerah Pasir Panjang. Pendekatan seperti itu akan dilakukan terus ke lokasi-lokasi prioritas utama pembangunan.

Baca juga : Warga Rawa Bambon Waswas Kebanjiran

Dia berharap, masyarakat rempang tidak segan bertemu dengannya dan menyampaikan pendapat.

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait mengatakan, seba nyak 25 KK asal Pulau rempang yang terdampak proyek rempang Eco-City sudah menempati hunian sementara yang disediakan.

“Sesuai arahan Kepala BP Batam, kami terus berupaya mempercepat realisasi investasi di rempang,” katanya.

Dia menyampaikan, BP Batam mengedepankan pendekatan komunikasi persuasif dalam mensosialisasikan rencana pelaksanaan proyek rempang Eco-City kepada warga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.