Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
HUT ke-25, APSKI Ajak Industri Suplemen Bangun Kemandirian dan Kualitas SDM
Rabu, 25 Oktober 2023 20:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan Indonesia (APSKI) merayakan ulang tahun ke-25 dengan menyelenggarakan seminar internasional bertema "Strategi Membangun Industri Suplemen Kesehatan Nasional Menuju Bangsa yang Maju dan Mandiri". Acara yang menghadirkan para pakar dan narasumber dari dalam dan luar negeri ini digelar di Shangri-la Hotel, Jakarta, Rabu (25/10).
Seminar dibuka Plt Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Reri Indriani. Hadir juga Plt Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Eka Purnamasari.
Dalam sesi seminar menghadirkan pakar dan narasumber antara lain Chairman of Japan Alliance of Health Food Association (JAOHFA) Masafumi Hashimoto, Professor for Healthy Ageing University Medical Center Groningen Manfred Eggersdorfer, dan Guru Besar Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Rahmana Emran Kartasasmita.
Baca juga : Menko PMK Ajak Pemuda Bangun Kemajuan Papua
Dalam sambutannya, Reri Indriani menyampaikan ucapan selamat kepada APSKI yang sudah 25 tahun berperan dalam menyediakan produk-produk suplemen kesehatan. Pihaknya berharap, APSKI sebagai mitra strategis BPOM aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat untuk memilih produk yang aman dan bermutu, melindungi masyarakat dari penyalahgunaan produk.
“BPOM juga sangat mengapresiasi dan menyambut baik seminar sebagai upaya melakukan inovasi-inovasi terbaru yang mendukung kemajuan dan membangun industri suplemen kesehatan nasional menuju bangsa yang maju dan mandiri,” ucapnya.
Ketua Umum APSKI Decky Yao mengatakan, selama 25 tahun, APSKI tumbuh dan berkembang bersama seluruh perusahaan anggota dengan berbagai tantangan dari waktu ke waktu dan berbagai dinamika perkembangan industri suplemen kesehatan yang mewarnai baik di dalam negeri, regional ASEAN, maupun internasional.
Baca juga : Sestama BNPT Ajak Humas Pemerintah Bangun Kewaspadaan Nasional Melalui Bakohumas
Dalam mendukung kemajuan dan membangun industri suplemen kesehatan nasional, pihaknya mengadakan seminar untuk mengetahui paparan dan pengetahuan yang menarik seputar informasi mengenai peranan suplemen dalam kehidupan sehari-hari, pelayanan kesehatan, dan bagaimana reformasi sistem industri suplemen dilakukan di Jepang. “Serta edukasi dan dukungan dari pemerintah terkait regulasi dalam upaya strategi membangun industri suplemen kesehatan nasional menuju bangsa yang maju dan mandiri,” ungkap Decky.
APSKI didirikan pada 1998, dengan membawa visi dan misi membantu masyarakat mengerti dan memahami manfaat suplemen kesehatan sekaligus melindungi masyarakat dari penyalahgunaan produk. Saat ini, anggota APSKI terdiri dari 78 perusahaan yang bergerak di bidang industri suplemen kesehatan, baik sebagai manufaktur, distributor maupun komponen pendukung terkait seperti kemasan dan bahan baku.
Decky melanjutkan, pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan. APSKI mencoba turut berkontribusi untuk memikirkan bagaimana masyarakat semua bersiap dan lebih kuat dalam menghadapi tantangan apa pun di masa depan melalui seminar yang menghadirkan pakar dan narasumber.
Baca juga : HUT Ke-85, Sinar Mas Fokus Dukung UMKM Dan Transisi Energi
“Semoga informasi yang akan disampaikan para pakar dan narasumber dapat bermanfaat bagi sahabat APSKI sekalian. Terutama bagi para pemangku kepentingan terkait dapat berbagi pengetahuan mengenai dinamika industri suplemen kesehatan di kawasan, yang pada akhirnya dapat menumbuh kembangkan industri suplemen kesehatan yang baik, yang dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus menghemat biaya kesehatan pada layanan kesehatan masyarakat kita,” tutup Decky.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya