Dark/Light Mode

Bantu Petani Tak Punya Kartu Tani

Pupuk Indonesia Dan Kementan Permudah Beli Pupuk Subsidi

Senin, 13 November 2023 07:20 WIB
Direktur Utama (Dirut) PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi (paling kiri). (ANTARA/HO-Pupuk Kujang)
Direktur Utama (Dirut) PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi (paling kiri). (ANTARA/HO-Pupuk Kujang)

 Sebelumnya 
Dengan begitu, target swasembada pangan yang dicita-citakan Pemerintah bisa terwu­jud. Sebab, kebutuhan pupuk mudah dijangkau mulai dari wilayah Aceh, Sumatera Se­latan (Sumsel), Cikampek-Ja­wa Barat, Gresik-Jawa Timur, Kalimantan Timur (Kaltim), hingga di timur Indonesia yaitu di Papua Barat. Selain itu,tanah di Indonesia timur yang subur bisa lebih optimal digarap untuk produksi pertanian.

“Insya Allah pembangunan pabrik pupuk (di Papua) bisa selesai di 2028. Dan kita bisa wujudkan swasembada pangan,” harapnya.

Baca juga : Ganjar Dorong Pelatihan Manajemen Keuangan Dan Keahlian Bagi Pekerja Migran

Sebelumnya, Menteri Perta­nian (Mentan) Andi Amran Su­laiman menggelar rapat dengan Wakil Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Kartika Wirjoatmodjo (Tiko), Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Per­sero) Rahmad Pribadi, Holding Pangan ID Food, dan jajaran eselon I Kementan, membahas soal sulitnya para petani mem­peroleh pupuk subsidi.

Menurut Amran, masalah ini terjadi karena tidak semua petani memiliki kartu tani. Padahal, kartu tani merupakan persyara­tan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Dia meyakini ada yang tidak sinkron saat berkun­jung ke lapangan.

Baca juga : Tekan Angka Kebutaan, Roche Indonesia Hadirkan Injeksi Mata Faricimab

“Pupuk ada 1 juta (ton), tapi petaninya berteriak. Artinya ada missed, pastikan masalahnya di mana. (Ternyata) tidak semua punya kartu tani,” kata Amran di Jakarta, Selasa (7/11).

Untuk itu, pihaknya akan mem­permudah regulasi untuk petani mendapatkan pupuk subsidi. Yakni, bagi petani yang tidak memiliki kartu tani, ke depan bisa mendapatkan pupuk sub­sidi hanya dengan menggunakan KTP (Kartu Tanda Penduduk). Asal, kata dia, petani tersebut masuk dalam kelompok tani.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.