Dark/Light Mode

Serapan Belanja Nggak Maksimal

Genjot Anggaran Di Akhir Tahun Tidak Akan Efektif

Minggu, 3 Desember 2023 07:10 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kanan), Mendagri Tito Karnavian (kiri), dan Seskab Pramono Anung (kanan) menyerahkan secara digital Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2024 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (29/11/2023). (Foto: Antara)
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kanan), Mendagri Tito Karnavian (kiri), dan Seskab Pramono Anung (kanan) menyerahkan secara digital Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2024 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (29/11/2023). (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
Dia juga meminta harmonisasi penggunaan APBD dengan kebijakan pusat. Ini diperlukan agar pembangunan di Tanah Air lebih selaras.

“Jangan sampai nanti Pemerintah Pusat bangun waduk, tapi iri­gasinya yang menjadi tugas daerah, tidak dilakukan. Sudah bangun pelabuhan gede, jalan provinsi, jalan kabupaten/kotanya tidak dikoneksikan dengan pelabuhan. Itu semua untuk apa,” katanya.

Jokowi juga meminta daerah memanfaatkan dana transfer daerah untuk perbaikan layanan publik. Seperti, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan mengembangkan alternatif ino­vasi pembiayaan.

Baca juga : Serahkan DIPA Dan TKD 2024, Jokowi: Panggunaan Anggaran Harus Tepat Sasaran

Sri Mulyani mengatakan, pihaknya akan kerja keras men­dorong serapan belanja Pemerintah di sisa satu bulan terakhir. Menurutnya, seluruh kementeri­an dan Pemda telah diultimatum agar mengoptimalkan anggaran belanjanya.

“Kita dorong terus, kita infor­masikan kepada seluruh kemen­terian dan Pemda untuk mening­katkan penyerapan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (30/11/2023).

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, serapan yang rendah sampai akhir tahun ini memaksa Pemda, Kementerian/Lembaga belanja jor-joran di penghujung tahun.

Baca juga : Relawan Ganjar Milenial Bekali Gen Z Semarang Tips Dan Trik Lolos Ke PTN Impian

“Ini cara yang tidak sehat bagi perekonomian, karena anggaran yang digunakan Pemda dan K/L ini didapat dari pajak, sehingga harus dibelanjakan lagi sejak digelontorkan di awal tahun agar bisa memompa perekonomian. Kalau baru digenjot di akhir ta­hun, dampaknya hanya bisa dira­sakan di akhir tahun juga,” kata Bhima kepada Rakyat Merdeka.

Selain itu, aksi genjot anggaran di akhir tahun, kata dia, dikhawat­irkan membuat efektivitas peng­gunaan anggaran semakin turun. Kondisi ini juga membuat APBN yang tadinya disiapkan untuk meningkatkan perekonomian di daerah jadi tidak berguna.

“Belum lagi, masih banyak Pemda yang menyimpan ang­garannya di bank untuk menda­patkan keuntungan. Padahal anggaran tersebut dialokasikan untuk menggerakkan pereko­nomian masyarakat. Ini masih banyak terjadi dan belum ada sanksinya,” ujar Bhima.

Baca juga : SIM Keliling Bekasi Jumat 17 Hadir Di Parkir Selatan Transera Waterpark

Kalau masalah ini terus dibiarkan, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2023 di­pastikan bakal menurun.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu 3/12/2023 dengan judul Serapan Belanja Nggak Maksimal, Genjot Anggaran Di Akhir Tahun Tidak Akan Efektif

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.