Dark/Light Mode

PR TKDN Kereta Luxury New Generation, Wamen Tiko: Yang Berat Chassis-nya

Minggu, 31 Desember 2023 09:39 WIB
Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo (kiri) bersama Dirut KAI Didiek Hartantyo (tengah) dan Dirut INKA Eko Purwanto (kanan) saat menjajal Kereta Luxury New Generation dalam rangkaian KA Argo Dwipangga, Sabtu (30/12/2023). (Foto: Firsty Hestyarini/RM.id)
Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo (kiri) bersama Dirut KAI Didiek Hartantyo (tengah) dan Dirut INKA Eko Purwanto (kanan) saat menjajal Kereta Luxury New Generation dalam rangkaian KA Argo Dwipangga, Sabtu (30/12/2023). (Foto: Firsty Hestyarini/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri (Wamen) BUMN Kartika Wirjoatmodjo tak hanya mendorong perkembangan kereta api, sebagai gaya hidup masyarakat Indonesia. Tetapi juga mendukung penuh penambahan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam produk kereta yang dihasilkan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA.

Hal itu disampaikan Kartika, yang akrab disapa Tiko, saat menjajal Kereta Luxury New Generation dalam rangkaian KA Argo Dwipangga, Sabtu (30/12/2023). Bersama Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, Direktur Pengembangan Usaha dan Kelembagaan KAI Rudi As Aturridha, VP Public Relations KAI Joni Martinus, dan Direktur Utama INKA Eko Purwanto.

“Kereta Luxury ini, 100 persen bikinan INKA yang diproduksi di Madiun. KAI pesan banyak kereta dari INKA. Karena kita tidak mau dan tidak boleh impor kereta bekas lagi,” kata Tiko.

Mengenai TKDN pada Kereta Luxury New Generation yang baru mencapai 60 persen, Tiko mengungkap, chassis (rangka) baja kereta tersebut masih menggunakan produk impor.

Baca juga : Jajal Kereta Luxury New Generation, Wamen Tiko: KA Harus Jadi Gaya Hidup Baru

“Ini yang berat. Ini belum ada di Indonesia, dan terus kita dorong,” ujar Tiko.

Terkait hal tersebut, Tiko mengaku sudah meminta Dirut INKA Eko Purwanto untuk memastikan TKDN naik. 

"Memang ada material yang masih PR ya. Untuk stainless steel-nya, kita lagi cari produsen Indonesia. Supaya tidak impor lagi. Roda juga, materialnya masih impor. Begitu juga penggerak kursi otomatis. Dalam 3 tahun, Indonesia harus bisa produksi penggeraknya juga,” tutur Tiko.

“Pabrik dinamo kita memang belum ada. Kalau berhasil, INKA akan menjadi pabrik dinamo untuk per kursi kereta pertama di dalam negeri. Kita akan cari partner dari Jepang atau China untuk transfer teknologinya," imbuh Direktur Utama Bank Mandiri periode 2016-2019.

Baca juga : Pertamina Gaet Generasi Muda Wujudkan Sekolah Energi Berdikari Di Cilacap

Di tempat yang sama, Direktur Utama INKA Eko Purwanto mengatakan, kereta ini dibuat full stainless. Mulai dari frame hingga part body. Sehingga bisa lebih awet, tahan lama.

Sedangkan untuk sistem dan pelayanan, kereta ini sudah pakai passenger information system (PIDS). Semuanya terkontrol, termonitor.

Pintu, AC, dan lighting system-nya sudah otomatis.

“Kita sudah maju satu langkah lagi. Untuk pesanan dari KAI, kita sudah deliver 6 trainset. Ada Argo Lawu, Argo Dwipangga, Taksaka. Kereta eksekutif-nya ada 3," papar Eko.

Baca juga : Toyota Luncurkan New Corolla Altis, Ini Kelebihan Dan Harganya

Hingga tahun 2026, INKA akan men-deliver  612 kereta. 

Tahun 2024, akan meluncur 17 trainset. Setiap trainset terdiri dari 11 kereta, yang terdiri 1 kereta pembangkit, 1 kereta makan, dan 9 kereta Eksekutif.

"Tahun 2024, juga akan ada kereta kelas ekonomi," tutur Eko.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.