Dark/Light Mode

Kinerja Kuartal III

Dari Tekor, Bakrie Raup Untung Rp 349 Miliar

Senin, 4 Nopember 2019 13:53 WIB
Kantor Bakrie & Brothers. (Foto: Bakrie & Brothers)
Kantor Bakrie & Brothers. (Foto: Bakrie & Brothers)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kinerja PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sepanjang kuartal III-2019 cukup cerah. Perseroan berhasil kantongi laba bersih Rp 349,496 miliar. 

Capaian ini berbanding terbalik dengan kinerja kuartal III-2018. Pada periode tersebut perseroan masih mencatat rugi Rp 1,221 triliun. Pendapatan perseroan pada kuartal III tahun ini juga naik 6,16 persen menjadi Rp 2,473.277 triliun dari Rp 2,329.848 triliun pada periode sama tahun lalu.

Berita Terkait : Juara Paris Master, Djokovic Intip Rangking Satu Dunia

Direktur Utama BNBR, Anindya Novyan Bakrie mengatakan, kerja keras yang dilakukan beberapa tahun terakhir telah membuahkan hasil nyata. Perseroan dapat menjaga konsistensi kinerja positif yang berhasil kami catatkan sejak semester pertama lalu. 

“Pada kuartal ketiga ini, BNBR kembali mencetak laba dan ini sangat menggembirakan bagi para pemangku kepentingan, terutama investor,” kata dia seperti dikutip, Senin (3/11).

Berita Terkait : Penyaluran Kredit Solid, BNI Cetak Pendapatan Bunga Bersih Rp 26,9 Triliun

Lebih jauh ia menjelaskan, sejumlah faktor juga mengangkat semangat perseroan sejak beberapa bulan terakhir, yaitu kinerja anak perusahaan yang makin baik dan memberikan kontribusi positif. “Sejak akhir Desember 2018 hingga pertengahan 2019, beberapa unit usaha menampilkan performa lebih bagus dibanding waktu-waktu sebelumnya,” katanya.

BNBR juga konsisten melakukan berbagai upaya perbaikan posisi keuangan. Khususnya dengan merestrukturisasi utang serta menjalankan program cost reduction dan efisiensi besar-besaran di tingkat operasional anak-anak usaha. “Secara bertahap, kinerja BNBR berhasil kita perbaiki dan tingkatkan. Beban utang secara konsisten terus berkurang dan nilai aset meningkat. Tahun lalu, kita juga melakukan konversi sebagian utang menjadi saham dan ini turut meringankan beban secara cukup signifikan,” papar Anin.

Berita Terkait : Joss, Pengusaha RI dan Italia Teken Kontrak Dagang Rp 847,65 Miliar

Tercatat dalam Laporan Keuangan, beban utang dan bunga Perseroan memang berkurang dari Rp 344,630 miliar pada kuartal III-2018 menjadi tinggal Rp 129,121 miliar pada periode yang sama tahun ini. “Inilah salah satu bukti dan buah keberhasilan restrukturisasi keuangan Perseroan beberapa tahun terakhir,” kata Anindya lagi.

Ke depan, kata dia, perseroan akan terus memperbaiki lini usaha semua anak perusahaan, sehingga mampu berkontribusi lebih besar lagi kepada BNBR untuk menjalankan usaha dan mencapai kejayaan seperti sebelumnya. “BNBR committed untuk back to basic. Kita perkuat lagi industri-industri yang sejak awal kita tekuni. Dibarengi dengan penerapan dan penguasaan teknologi terkini serta penambahan investasi terhadap sumberdaya yang memadai, kami yakin BNBR akan mampu bersaing secara global,” tutup Anindya. [DIT]