Dark/Light Mode

Nilai Ekonomi Sektor Media Online Indonesia Diprediksi Tembus Rp 171,66 T

Rabu, 22 Mei 2024 14:09 WIB
Webinar literasi digital, di Kota Malang, Rabu (22/5). (Foto: Istimewa)
Webinar literasi digital, di Kota Malang, Rabu (22/5). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai ekonomi sektor media online terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Hasil riset Google, Tamasek, dan Bain terbaru menunjukkan, nilai ekonomi digital alias transaksi game, streaming film, MoD di Indonesia diprediksi mencapai 11 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 171,66 triliun 2025. Dengan kondisi ini, menekuni dunia game bisa mendatangkan prestasi dan cuan.

Demikian disampaikan Akademisi Universitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo M Adhi Prasnowo saat menjadi narasumber dalam webinar literasi digital, di Kota Malang, Rabu (22/5). Diskusi virtual untuk segmen pendidikan sekolah menengah itu terselenggara atas kerja sama antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur.

Adhi mengatakan, banyak yang beranggapan dunia game hanyalah permainan yang menghabiskan waktu sia-sia. ”Tidak selamanya dunia game memberi dampak negatif. Apabila kita seriusi, kita bisa berprestasi bahkan sebagai gamers profesional dan bisa menghasilkan cuan. Apalagi, kini game sudah resmi menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di event internasional,” jelas Adhi.

Dalam diskusi bertajuk ”Mengenal Dunia Game Online”, Adhi menyebut beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan bermain game online. Di antaranya, meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, mengasah kemampuan berpikir, dan melatih skill ketangkasan.

Baca juga : Nilai Transaksi Super App Livin’ by Mandiri Tembus Rp 921 Triliun

”Selebihnya, game online juga menghibur diri menghilangkan stres, melatih kerja sama, serta bisa meningkatkan prestasi dan cuan,” jelas Adhi, dalam diskusi yang dipandu moderator Chichi Zakaria itu.

Adapun tips untuk bisa menghasilkan cuan dari game, lanjut Adhi, pengguna dapat menentukan pilihan profesi sebagai streamer, game tester, game developer, maupun mengikuti turnamen. ”Apalagi, kini pemerintah ingin industri game lokal bergairah dan siap memberikan permodalan,” tegasnya, di hadapan para siswa sekolah menengah yang mengikuti webinar dengan menggelar nonton bareng (nobar) dari ruang kelas masing-masing.

Sejumlah sekolah menengah di Kota Malang yang mengikuti kegiatan nobar di ruang kelas, di antaranya: SMPN 7 Malang, SMPN 12, SMPN 16, SMPN 20, SMPN 21, SMPN 22, SMPN 23, SMPN 29 Malang, SMP K Santa Maria 2, SMP Kartika IV, SMP K Kolese Santo Yusup 2, SMP Brawijaya Smart School, dan SMP Islam Sabilillah Malang.

Dari perspektif berbeda, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Malang Dodik Teguh Pribadi menyebut pentingnya etika digital dalam setiap aktivitas di dunia digital, termasuk bermain game.

Baca juga : Erick Yakin Generasi Emas Sepakbola Indonesia Bisa Terbang Tinggi

”Pentingnya etika di dunia maya karena pengguna internet berasal dari berbagai negara, pengguna juga tidak mengharuskan memakai identitas asli dalam berinteraksi. Dalam internet, memungkinkan seseorang bertindak etis, dan pengguna internet akan selalu bertambah setiap saat,” jelas Dodik.

Kepala Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Tulungagung Mei Santi menambahkan, keamanan digital tetap dibutuhkan saat pengguna memainkan game online. ”Cek kembali apakah akun game online kalian sudah aman? Aktifkan fitur 2FA (Two Factor Authentication) atau verifikasi dua langkah. Juga, perhatikan apakah proses verifikasi keamanan akunnya sudah 100 persen atau enable,” rinci Mei Santi.

Untuk diketahui, webinar yang membidik segmen pendidikan ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang digelar Kemenkominfo sejak 2017. Tahun ini, program #literasidigitalkominfo untuk mewujudkan Indonesia yang #MakinCakapDigital tersebut mulai bergulir pada Februari 2024.

Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring seperti akademisi, perusahaan teknologi serta organisasi masyarakat sipil, program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif, dan aman.

Baca juga : MaxNovel Maksimalkan Potensi Fiksi Dan Minat Baca Di Indonesia Melalui Aplikasi

Hingga akhir 2023, tercatat 24,6 juta orang telah mengikuti program ini. Kemenkominfo menargetkan, sampai dengan akhir 2024 kegiatan ini mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta warga masyarakat Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.