Dark/Light Mode

Pertama Di Asia Tenggara

Top, Kita Punya Pabrik Mobil Listrik Terbesar

Kamis, 4 Juli 2024 07:05 WIB
Presiden Jokowi resmikan pabrik baterai dan kendaraan listrik PT Hyundai LG di Karawang. Foto: BPMI Setpres/Rusman
Presiden Jokowi resmikan pabrik baterai dan kendaraan listrik PT Hyundai LG di Karawang. Foto: BPMI Setpres/Rusman

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia memasuki babak baru dalam mewujudkan target menjadi pemain global ekosistem kendaraan listrik. Kemarin, Presiden Jokowi meresmikan pabrik sel baterai dan kendaraan listrik PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power di Karawang, Jawa Barat. Fasilitas pabrik ini merupakan yang terbesar dan pertama di Asia Tenggara.

Jokowi mengatakan, peresmi­an pabrik baterai dan kendaraan HLI Green Power ini menanda­kan komitmen Indonesia un­tuk masuk ke dalam kompetisi produksi baterai dan kendaraan listrik dunia. Indonesia telah memulai babak baru dalam meletakkan sebuah tonggak komitmen untuk menjadi pe­main global di ekosistem electric vehicle (EV) dan cell baterai.

Menurut Presiden, Indonesia selama ini memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah. Hanya saja, hasil SDA itu se­lalu diekspor dalam bentuk bahan mentah. Sehingga, tidak memberi­kan nilai tambah untuk negara.

Baca juga : BUMN Bakal Sulap Aset Nganggur Jadi Produktif

Padahal, ketika bahan mentah terus diekspor semakin lama akan semakin habis.

“Tapi sekarang, dengan dibangunnya smelter, dibangun­nya pabrik baterai kendaraan listrik. Kita akan menjadi pe­main global yang penting dalam global supply chain kendaraan listrik,” tegas Jokowi.

Menteri Investasi/Kepala Ba­dan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahada­lia optimistis, Indonesia bisa menjadi pemain utama baterai kendaraan listrik, khususnya yang berbahan baku nikel.

Baca juga : Please, Ojol Jangan Ngetem Sembarangan

Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang menerap­kan ekosistem baterai mobil ter­integrasi dari hulu sampai hilir.

“Saya tanya, sudah ada belum di dunia yang membangun eko­sistem baterai mobil terintegrasi dari hulu sampai menjadi mobil, ternyata belum ada. Dan Indo­nesia yang pertama melakukan ini,” kata Bahlil.

Bahlil menyebut, tiga fasili­tas produksi yang diresmikan adalah pabrik baterai sel dengan nilai investasi tahap pertama 1,2 miliar dolar AS atau setara Rp 19,67 triliun, battery pack dengan nilai investasi 42,12 juta dolar AS (Rp 690,49 miliar).

Baca juga : Lolos Ke Perempat Final, Der Oranye Mulai Tebar Ancaman

Dan perakitan mobil Hyundai Kona Electric dengan nilai in­vestasi 1,5 miliar dolar AS (Rp 24,59 triliun).

Total realisasi investasi HLIuntuk ketiga proyek ekosistem baterai dan kendaraan tersebut mencapai 4,46 miliar dolar AS atau Rp 73,11 triliun. Dan men­ciptakan lapangan kerja bagi 4.849 tenaga kerja lokal.

Pabrik baterai kendaraan lis­trik di Karawang, dibangun pada September 2021, adalah pabrik sel baterai pertama dan terbesar di Asia Tenggara.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.