Dark/Light Mode

Eksklusif Dengan Dirut Perum Bulog Bayu Krisnamurthi

Stok Beras Aman, Harga Terjangkau

Jumat, 5 Juli 2024 08:20 WIB
Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi saat diwawancara Rakyat Merdeka di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Rabu (3/7/2024). (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi saat diwawancara Rakyat Merdeka di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Rabu (3/7/2024). (Foto: Khairizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
Jadinya berdampak pada harga beras di pasar ya?

Iya. Harga beras mengikuti harga gabah dengan perbandingan sekitar dua kali lipat. Jadi, jika harga gabah Rp 5.000 per kilogram, harga beras kelas medium sekitar Rp 10.000 per kilogram. Ketika harga gabah naik menjadi Rp 6.000, harga beras medium juga naik menjadi sekitar Rp 12.000 per kilogram. Masyarakat saat ini makin peduli terhadap kualitas beras. Mereka mencari beras yang lebih baik, terutama beras premium yang harganya mencapai lebih dari Rp 14.000 per kilogram. Beras premium Bulog tetap ada dalam HET (Harga Eceran Tertinggi), sehingga masyarakat tetap dapat beras kualitas premium dari Bulog. Saat ini, HET yang ditetapkan pemerintah sekitar Rp 15 ribu per kilogram.

Apa saja kesulitan Bulog untuk mendapatkan beras dari petani?

Baca juga : Hacker PDN Baik Hati, Tapi Ngancam...

Jumlah penggilingan padi di Indonesia sekitar 160 ribu. Sebagian besar penggilingan kecil yang teknologinya ketinggalan, sehingga kualitas beras yang dihasilkannya tidak terlalu bagus. Kalau dijual langsung ke masyarakat seringkali kurang diminati. Bulog lalu mengambil beras ini, lalu diolah jadi beras medium, baru masuk ke pasar.

Berapa stok cadangan yang paling aman dimiliki Bulog agar harga beras di pasaran tetap stabil?

Cadangan beras di atas 1,5 juta ton akan membuat kita nyaman. Ada dua alasannya. Pertama, setiap kali dibutuhkan beras, Bulog bisa langsung menyalurkan karena jumlahnya cukup. Jangan bayangkan 1,5 juta ton itu ditumpuk di satu tempat. Ini tersebar di seluruh Indonesia. Jadi jumlahnya ya kecil-kecil. Kalau dibutuhkan, operasi pasar, bisa langsung dijalankan.

Baca juga : Peta Pertarungan Di Jabar, Emil Tak Terkejar

Kedua, kalau kita punya stok 1,5 juta ton, pedagang beras tidak berani main-main. Bulog kuat, pedagang tidak akan spekulasi. Sebabnya, jika dia mainkan harga, Bulog dengan cepat bisa intervensi.

Berapa target cadangan beras yang dipatok Pemerintah?

Pemerintah mengharapkan di akhir tahun ini bisa 1 juta sampai 2 juta ton. Karena bulan Maret tahun depan, sudah Ramadan. Dan itu, bukan musim panen. Maret itu masa awal tanam. Sehingga akan dibutuhkan pasokan beras lebih banyak. Saat Ramadan, demand pasti naik. Di saat itu, kita harus mengeluarkan beras untuk intervensi pasar.

Baca juga : Wapres Dukung Rencana Dibentuknya Satgas PPDB

Berapa persentase impor beras dari stok yang harus tersedia?

Tahun ini impor kita sampai 2,2 juta ton. Dalam negerinya 800 ribu ton. Jadi, komposisinya sepertiga beras petani dalam negeri dan dua pertiganya impor. Kita tentunya berharap bisa pakai beras dalam negeri semua. Namun, produksinya kurang. Laporan dari Kementerian Pertanian, tahun ini produksinya 3,5 juta ton. Itu lebih rendah itu dari tahun lalu. Jadi ya terpaksa kita impor.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.