Dark/Light Mode

Airlangga Genjot Pengembangan Kawasan Rempang Ecocity

Please, Jaga Iklim Usaha Agar Investor Tak Kabur

Senin, 15 Juli 2024 07:05 WIB
Menteri Koordinator (Men­ko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor BP Batam, Kepulauan Riau, Jumat (12/7/2024).  Foto: Dok. ekon.go.id
Menteri Koordinator (Men­ko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor BP Batam, Kepulauan Riau, Jumat (12/7/2024). Foto: Dok. ekon.go.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus mengembangkan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam. Salah satunya melalui pembangunan Kawasan Rempang Ecocity yang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN).

Menteri Koordinator (Men­ko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengata­kan, pengembangan Kawasan Rempang Ecocity merupakan bagian tidak terpisahkan dari arah kebijakan dan langkah-langkah strategis pengembangan kawasan Batam, Bintan dan Karimun (BBK) yang telah disusun Pemerintah dalam Rencana Induk Pengembangan KPBPB BBK.

Untuk membahas perkem­bangan, penyelesaian dan penanganan Kawasan Rempang Ecocity, Airlangga telah meng­gelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Kantor BP Batam, Kepulauan Riau, Jumat (12/7/2024).

Baca juga : BRI Terbaik Di Indonesia

“Terkait PSN di Rempang, pada prinsipnya berbagai hal telah dibahas. Terutama untuk ketersediaan anggaran, kes­iapan pembangunan rumah dan infrastruktur, juga rencana investasi ke depan,” jelas Air­langga dalam keterangan resmi Kemenko Perekonomian, Sabtu (13/7/2024).

Dalam rapat tersebut, Ketua Umum Partai Golkar itu juga memberikan sejumlah arahan. Termasuk koordinasi antar Ke­menterian/Lembaga (KL) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Koordinasi dilakukan un­tuk meningkatkan dukungan dan fasilitas bagi percepatan pembangunan terkait relokasi masyarakat, serta realisasi in­vestasi. Forkopimda secara rutin harus melakukan koordinasi agar realisasi dari PSNini bisa diselenggarakan.

Baca juga : Jukir Ngaku Duit Pungli Ngalir Ke Oknum Dishub

Kementerian terkait, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), segera menyelesaikan hal-hal yang diperlukan, terutama untuk ketersediaan lahan.

Rencana investasi di Kawasan Rempang diperkirakan mencapai Rp 381 triliun. Dengan target pe­nyerapan tenaga kerja langsung sejumlah 308.000 orang hingga tahun 2080.

Airlangga mengatakan, jumlah investasi besar yang sangat po­tensial mendukung pertumbuhan ekonomi nasional ini harus dikawal bersama-sama.

Baca juga : Tiga Singa Jamin Masa Depan Southgate

“Iklim investasi harus kita jaga agar investor nggak kabur ke negara lain. Karena banyak tawaran untuk berinvestasi dari negara lain,” ujar Air­langga.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.