Dark/Light Mode

Ciptakan Budaya K3

PLN EPI Sulap Limbah Rumah Tangga Jadi Barang Bermanfaat

Selasa, 16 Juli 2024 05:36 WIB
Ciptakan Budaya K3 PLN EPI Sulap Limbah Rumah Tangga Jadi Barang Bermanfaat

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berkomitmen untuk menciptakan budaya Keselamatan, Kesehatan, dan Keamanan (K3) di lingkungan masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan melalui workshop pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi sabun dan pemanfaatan limbah kantong kresek menjadi Casing Handphone.

Acara ini dilaksanakan di Jakarta pada 28 Juni 2024. Untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga, PLN EPI berkolaborasi dengan Kertabumi Recycling Center yang telah sukses dalam mengembangkan konsep sustainable lifestyle melalui kegiatan daur ulang sampah.

Direktur PLN EPI, Iwan Agung Firstantara mengungkapkan, dalam workshop tersebut dipaparkan bahan dan proses pengolahan limbah.

Baca juga : PLN EPI Gelar Pelatihan Tenaga Posyandu di Gunung Kidul

"Komitmen PLN EPI terhadap budaya K3 ini ditunjukkan dari pemaparan mengenai hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan sabun dari minyak jelantah, seperti selalu gunakan alat pelindung diri, sarung tangan, masker, dan kacamata," ujar Iwan.

Diketahui bahwa minyak jelantah merupakan limbah barang berbahaya dan beracun (B3) sehingga pembuangannya harus dengan cara yang benar dan tepat.

Jika tidak diproses dengan benar, maka minyak jelantah ini akan berdampak pada lingkungan, seperti pencemaran air, udara, dan tanah.

Dilanjutkan Iwan, dengan dilaksanakannya workshop ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan terhadap pemanfaatan limbah rumah tangga beserta penerapan K3 di lingkungan masyarakat.

Baca juga : Pengembangan Kasus Suap Pokir, KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Jatim

Selain diajarkan membuat sabun dari limbah minyak jelantah, 63 peserta workshop yang terdiri dari warga sekitar kantor dan pegawai PLN EPI juga diajarkan untuk membuat casing handphone dari limbah kantong kresek/plastik.

Limbah plastik sendiri merupakan limbah yang memerlukan penindakan lebih, karena sifatnya yang membutuhkan waktu lama serta susah untuk didaur ulang.

"Untuk itu pengolahan lebih lanjut dari limbah kantong plastik sangat diperlukan," ujar Iwan.

Dian Sutopo yang menjadi salah satu peserta workshop ini mengungkapkan, program ini dapat meningkatkan kesadaran sekaligus melahirkan kebiasaan untuk menerapkan gaya hidup yang ramah terhadap lingkungan.

Baca juga : Thomas Muller: Saya Bangga Jadi Orang Jerman

"Terima kasih PLN EPI atas kepeduliannya terhadap lingkungan dan juga mengajarkan mendaur ulang sampah menjadi barang yang bermanfaat," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.