Dark/Light Mode

Dukung Transisi Energi

Toyota Pamerkan Kijang Innova Zenix HEV Flexy Fuel Concept Di GIIAS 2024

Rabu, 17 Juli 2024 13:06 WIB
Konsep Kijang Innova Zenix HEV Flexy Fuel. (Foto: DIT/RM)
Konsep Kijang Innova Zenix HEV Flexy Fuel. (Foto: DIT/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Untuk mencapai target pemanfaatan EBT, Toyota Indonesia memperkenalkan konsep multi-pathway pada GIIAS 2024

Mulai dari produksi lokal kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV), model konsep kendaraan Battey Electric Vehicle (BEV), pengembangan ekosistem hidrogen, hingga Kendaraan Fleksibel Bahan Bakar (FFV)-yang dapat diterapkan pada mesin pembakaran dalam (ICE), HEV, bahkan Plug in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Line up multi-pathway bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam mencapai netralitas karbon (CN).

Salah satu tambahan baru dari Toyota pada GIIAS 2024 adalah pengenalan Konsep Kijang Innova Zenix HEV Flexy Fuel. Model konsep ini menggunakan motor listrik yang dipadukan dengan mesin pembakaran dalam yang menggunakan bahan bakar etanol, sehingga lebih ramah lingkungan.

Baca juga : Pertamina NRE Kembangkan Energi Terbarukan Di Bangladesh

Konsep Kijang Innova Zenix HEV Flexy Fuel dapat menggunakan etanol yang berasal dari tebu, sorgum, jagung, singkong, dan sebagainya tergantung pada ketersediaan sumber daya di negara setempat.

Menurut studi internal Toyota, tingkat emisi CO2 Well to Wheel Kijang Innova Zenix HEV Flexy Fuel Concept, >60 persen lebih rendah dibandingkan dengan Kijang Innova Zenix ICE dan >50 persen lebih rendah dibandingkan dengan Kijang Innova Zenix HEV.

Dari segi teknologi, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sudah memiliki kemampuan untuk memproduksi FFV dengan mengoptimalkan penggunaan etanol. Hal ini akan meningkatkan pemanfaatan sumber energi terbarukan Indonesia sesuai dengan roadmap energi nasional. 

Baca juga : Bamsoet Dukung Gelaran Jakarta Pain Intervention Neuromodulation 2024

Namun, produksi massal Kijang Innova Zenix HEV Flexy Fuel Concept juga sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, regulasi, kebijakan harga, insentif, dan aspek lainnya. Sejak tahun lalu, Toyota Indonesia sudah memperkenalkan Fortuner FFV pada GIIAS. 

Keberadaan Kijang Innova Zenix HEV Flexy Fuel Concept dan Fortuner FFV menegaskan komitmen dan antusiasme Toyota Indonesia berkontribusi dalam pengembangan ketahanan energi sekaligus menunjukkan komitmen memimpin perubahan. Didukung dengan 20 tahun pengalaman memproduksi dan mengekspor mesin berbahan bakar etanol tipe TR ke negara-negara di Amerika Selatan.

Selain berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon, penggunaan bioetanol di sektor transportasi akan membawa berbagai manfaat, di antaranya; keamanan energi, mencerminkan komitmen Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan produksi bioetanol guna mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar.

Baca juga : Jonatan Christie Pastikan Langkah Indonesia Ke Final Thomas 2024

Lalu, penghematan devisa sebagai hasil dari pengurangan impor bahan bakar fosil dan peningkatan peluang kerja dan investasi.

Toyota Indonesia mengapresiasi upaya Pemerintah dalam menerbitkan beberapa regulasi untuk mempromosikan penggunaan bioetanol. Dukungan terus-menerus dari Pemerintah akan memperkuat komitmen Toyota Indonesia untuk memperkenalkan teknologi yang lebih baik dan lebih bersih yang paling sesuai untuk Indonesia.

Pengenalan FFV adalah salah satu cara bagi Toyota Indonesia untuk berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon, tapi semua pemangku kepentingan perlu memberikan kontribusi sesuai dengan keahlian mereka dalam pemanfaatan bioetanol untuk mengatasi masalah ini secara holistik dari hulu hingga hilir.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.