Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Konsolidasi atau merger BUMN Karya merupakan alternatif terbaik dalam meningkatkan daya saing. Langkah ini diyakini akan membuat kinerja lebih efektif dan efisien.
Integrasi PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Hutama Karya (Persero) atau HK dipatok rampung pada kuartal III-2024.
Sebagai informasi, hanya satu dari tiga klaster BUMN Karya, yakni integrasi Waskita dan HK, yang dipatok selesai pada kuartal III-2024. Sementara sisanya, belum ada kabar lebih lanjut.
Baca juga : DPRD Kaget, Ribuan Guru Honorer Dipecat Mendadak
Menanggapi hal ini, Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto meyakini, upaya tersebut bakal berkontribusi positif dengan kinerja perusahaan.
“Saya sepakat jika wacana pembentukan holding BUMN Karya dapat meningkatkan daya saing. Pasalnya, tujuh perusahaan BUMN Karya maupun Konstruksi itu akan memiliki market yang lebih besar ke depannya (jika digabungkan),” kata Toto kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Menurut Toto, penggabungan dengan model holding dinilai paling cocok. Mengingat segmentasi pekerjaan bisa diatur, sehingga duplikasi segmen market bisa dihindari.
Baca juga : Ingat, Jangan Jumawa
Selain itu, pembentukan holding BUMN Karya juga dipercaya bakal menekan biaya operasional menjadi lebih efisien.
“Holding akan lebih mudah pula mengatur alokasi sumber pendanaan, sehingga bakal berdampak signifikan pada daya saing masing-masing anggota,” ucapnya.
Dia menegaskan, pembentukan holding BUMN Karya menjadi alternatif terbaik dalam menjaga stabilitas keuangan perusahaan. Terlebih, BUMN Karya itu merupakan perusahaan yang memerlukan akuntabilitas tinggi.
Baca juga : Celtics Ditantang Panathinaikos
Saat ini, kata Toto, harus diakui posisi BUMN Karya, yang masing-masing masih stand alone, membuat daya saing mereka relatif lemah.
“Karena tidak ada fungsi integrator untuk menciptakan sinergi. Apalagi sebagian BUMN Karya ini adalah perusahaan terbuka (Tbk), maka aspek transparansi dan akuntabilitas sangat diperlukan,” ujarnya.
Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, rencana merger tersebut telah dikaji oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Dan kini prosesnya ada di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya