Dark/Light Mode

Merger Waskita-Hutama Karya Kerek Daya Saing

Jumat, 19 Juli 2024 07:00 WIB
Merger Waskita-Hutama Karya Kerek Daya Saing

RM.id  Rakyat Merdeka - Konsolidasi atau merger BUMN Karya merupakan alternatif terbaik dalam meningkatkan daya saing. Langkah ini diyakini akan membuat kinerja lebih efektif dan efisien.

Integrasi PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Hutama Karya (Persero) atau HK dipatok rampung pada kuartal III-2024.

Sebagai informasi, hanya satu dari tiga klaster BUMN Karya, yakni integrasi Waskita dan HK, yang dipatok selesai pada kuartal III-2024. Sementara sisanya, belum ada kabar lebih lanjut.

Baca juga : DPRD Kaget, Ribuan Guru Honorer Dipecat Mendadak

Menanggapi hal ini, Penga­mat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto meyakini, upaya tersebut bakal berkontribusi positif dengan kinerja perusahaan.

“Saya sepakat jika wacana pembentukan holding BUMN Karya dapat meningkatkan daya saing. Pasalnya, tujuh perusa­haan BUMN Karya maupun Konstruksi itu akan memiliki market yang lebih besar ke depannya (jika digabungkan),” kata Toto kepada Rakyat Merde­ka, kemarin.

Menurut Toto, penggabungan dengan model holding dinilai paling cocok. Mengingat segmentasi pekerjaan bisa diatur, sehingga duplikasi segmen mar­ket bisa dihindari.

Baca juga : Ingat, Jangan Jumawa

Selain itu, pembentukan holding BUMN Karya juga diper­caya bakal menekan biaya operasional menjadi lebih efisien.

“Holding akan lebih mudah pula mengatur alokasi sumber pendanaan, sehingga bakal ber­dampak signifikan pada daya saing masing-masing anggota,” ucapnya.

Dia menegaskan, pembentukan holding BUMN Karya menjadi alternatif terbaik dalam menjaga stabilitas keuangan perusahaan. Terlebih, BUMN Karya itu meru­pakan perusahaan yang memerlu­kan akuntabilitas tinggi.

Baca juga : Celtics Ditantang Panathinaikos

Saat ini, kata Toto, harus diakui posisi BUMN Karya, yang masing-masing masih stand alone, membuat daya saing mereka relatif lemah.

“Karena tidak ada fungsi inte­grator untuk menciptakan sinergi. Apalagi sebagian BUMN Karya ini adalah perusahaan terbuka (Tbk), maka aspek transparansi dan akuntabilitas sangat diperlukan,” ujarnya.

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, rencana merger tersebut telah dikaji oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Dan kini prosesnya ada di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.