Dark/Light Mode

Kinerja SKK Migas

Realisasi Investasi Hulu Migas Semester I Tembus Rp 84 T

Jumat, 19 Juli 2024 19:47 WIB
Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto dan jajaran saat jumpa pers kinerja semester I-2024 SKK Migas. (Foto: Ist)
Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto dan jajaran saat jumpa pers kinerja semester I-2024 SKK Migas. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat, hingga Juni 2024 penerimaan negara dari hulu migas mencapai 7,6 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 114 triliun (kurs APBN Rp 15.000).

Menurut Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, jumlah tersebut 41 persen di atas target penerimaan negara semester I-2024 5,41 miliar dolar AS atau sekitar Rp 81 triliun pada APBN 2024. Sementara, jika dihitung dengan kurs aktual yang saat ini di atas Rp 16.000 per dolar maka penerimaan negara tembus Rp 123 triliun. 

Selain faktor harga minyak dunia, kata dia, kenaikan penerimaan negara dari hulu migas dikontribusikan pula dari keberhasilan SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam melakukan efisiensi biaya di semua lini. Hal ini terlihat dari realisasi cost recovery hingga Juni 2024 yang sebesar 3,3 miliar dolar AS dari yang ditetapkan sebesar 3,47 miliar dolar AS atau realisasi cost recovery lebih rendah 4 persen dari anggaran. Menurut Dwi, hal ini menunjukkan SKK Migas dan KKKS berhasil mengendalikan cost recovery dengan menerapkan efisiensi serta tetap menjaga produktivtias.

“Kami bersyukur industri hulu migas berhasil memberikan penerimaan negara di atas target. Ini wujud bentuk dukungan nyata industri hulu migas untuk terus memberikan kontribusi yang terbaik bagi negara guna mendukung pembangunan dan program-program Pemerintah,” ujarnya saat konferensi pers, di Jakarta, Jumat (19/7/2024).

Terkait kinerja lifting minyak dan gas, Dwi mengatakan, hingga Juni 2024 lifting minyak mencapai 576 ribu barel minyak per hari (BOPD) dan untuk gas mencapai 5.301 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Belum optimalnya lifting minyak disebabkan realisasi program pemboran sumur pengembangan belum optimal akibat ketersediaan rig serta adanya banjir di beberapa lokasi, sehingga lifting dengan menggunakan truk tidak bisa dilakukan. 

Baca juga : KEK Berhasil Catatkan Realisasi Investasi Rp205,2 Triliun Hingga Juni 2024

Sementara, untuk salur gas mencatatkan kinerja yang lebih baik. Hingga Juni 2024, realisasi salur gas mencapai 5.301 MMSCFD atau meningkat dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar 5.326 MMSCFD. 

Menurut dia, peningkatan itu didorong oleh kegiatan forum gas bumi dengan pembeli yang akan meningkatkan penyerapan gas hingga akhir 2024. Hingga akhir tahun, prognosa salur gas diperkirakan mencapai sekitar 5.554 MMSCFD. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun 2022 yang sebesar 5.347 MMSCFD.

“Jika berhasil direalisasikan, maka selama dua tahun berturut-turut salur gas mengalamikenaikan,” kata Dwi.

Dwi menambahkan, seharusnya salur gas dapat lebih tinggi lagi, karena di Jawa Timur kelebihan gas hingga 150 MMSCFD yang tidak bisa diserap karena belum tersambungnya pipa gas yang menyalurkan gas dari Jawa Timur ke Jawa Barat. 

“Melihat proyek gas yang semakin banyak kedepannya, serta upaya Pemerintah untuk menyambungkan pipa gas dari Sumatera hingga ke Jawa, kami optimis ke depannya penyerapan gas di domestik akan terus meningkat,” katanya. 

Baca juga : SKK Migas Targetin Investasi Rp 249 Triliun

Lebih lanjut, Dwi menyampaikan, SKK Migas berhasil menambah contingent resource sebesar 1.164 MMBOE dari target 152,5 MMBOE atau realisasinya mencapai 763 persen. Untuk reserve replacement ratio (RRR), baru tercapai 19 persen, tapi diperkirakan di Juli 2024 akan melonjak menjadi 114 persen dengan selesainya plan of development (POD) dan sejenisnya untuk POD Dos Rayu, OPLL TMB TK, OPL Cinta Tahap 2, OPL-2 Camar dan OPL Salawati Kompleks Fase 2.

Adapun untuk realisasi investasi sebesar 5,6 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 84 triliun. Dwi mengakui, Investasi pada semester I memang belum optimal, tapi dengan semakin tingginya pertumbuhan realisasi kegiatan pemboran sumur pengembangan setiap bulannya serta program yang lain, maka diperkirakan pada semester II realisasi investasi akan bertamah sekitar 10,4 miliar dolar AS, sehingga prognosa investasi hingga akhir 2024 akan mencapai sekitar 16 miliar dolar AS.

“Kami optimis investasi 2024 akan lebih tinggi dibandingkan 2023,” terang Dwi.

Dwi juga mengatakan, hingga Juni 2024, sebanyak 8 proyek dari 15 proyek yang ditargetkan hingga akhir 2024. Kegiatan studi G&G dari target 92, berhasil diselesaikan 113 atau mencapai 112 persen.

Sedangkan, untuk kegiatan seismik 2D telah diselesaikan sepanjang 2.609 km dan 3D seluas 3.593 km2. Sedangkan kegiatan pemboran sumur eksplorasi telah diselesaikan 17 sumur dari target 21 sumur. Berdasarkan perkembangan hingga saat ini, diperkirakan target pemboran sumur eksplorasi sebanyak 48 dapat diselesaikan seluruhnya. 

Baca juga : Gelar Business Matching Industri Rumput Laut, Kemenperin Bidik Transaksi Rp 15 M

SKK Migas juga mendorong realisasi aktivitas utama eksploitasi 2024. Hingga pertengahan tahun, realisasi kegiatan pemboran sumur pengembangan mencapai 358 sumur dengan outlook akhir tahun akan bisa diselesaikan 931 sumur. Sedangkan untuk kegiatan workover, hingga Juni 2024 berhasil diselesaikan 489 sumur atau meningkat 107 persen dan kegiatan well service mencapai 17.941 kegiatan atau 101 persen dari target.

“Upaya kegiatan pemboran sumur eksploitasi secara masif masih belum diimbangi dengan ketersediaan rig. Namun, kami optimis hingga akhir tahun2024 bisa menyelesaikan hingga 931 pemboran sumur pengembangan atau nantinya lebih tinggi dibandingkan realisasi 2023 yang sebanyak 799 sumur,” papar Dwi.

Dwi juga mengatakan, SKK Migas secara konsisten mendukung program pemerintah dalam penggunaan produk lokal. Hingga Juni 2024 realisasi pengadaan barang/jasa hulu migas mencapai 4,35 miliar dolar AS dengan angka TKDN mencapai 57,52 persen atau 2,26 miliar dolar AS yang setara dengan Rp 40 triliun yang dinikmati oleh pengusaha dalam negeri.

Terkait transisi energi dan upaya mengurangi emisi karbon, SKK Migas dan KKKS terus melaksanakan program low carbon initiative (LCI), salah satunya adalah kegiatan penanaman pohon yang hingga Juni 2024 sudah ditanam sebanyak 455,3 ribu pohon atau 28,5 persen dari target 1,6 juta pohon, dengan potensipenyerapan emisi karbon sebanyak 885,4 ribu ton CO2 per tahun.

SKK Migas juga terus mendukung penerapan corporate governance dengan memperkuat pakta integritas di indusri hulu migas dan membangun akuntabilitas pengelolaan industri hulu migas. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.