Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dipimpin Menko Airlangga, Sumsel Gelar Apel Dan Simulasi Karhutla
Sabtu, 20 Juli 2024 16:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar apel dan simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), di Halaman Griya Agung Palembang, Sabtu (20/7/2024). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Kegiatan ini tindak lanjut dari SK Gubernur Sumsel Nomor 393 tanggal 13 Juni 2024 yang telah menetapkan status keadaan siaga darurat bencana asap akibat Karhutla.
Acara diikuti ratusan personel dari TNI, Polri, instansi/lembaga, dan perusahaan di Sumatera Selatan.
Dalam kegiatan ini, PT. OKI Pulp & Paper Mills (APP Group) beserta perusahaan-perusahaan mitra pemasoknya di wilayah Sumsel turut berpartisipasi dengan menghadirkan Personel Pemadam Kebakaran (RPK) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) beserta sejumlah sarana transportasi dan peralatan pengendalian Karhutla, serta simulasi pemadaman.
Baca juga : Golkar Solid Hadapi Pilkada
"Apel ini adalah wujud kepeduillian kita dan menunjukkan kesiapan dari seluruh unsur yang ada di Sumsel dalam mencegah karhutla," ujar Airlangga dalam sambutan memimpin jalannya Apel dan Simulasi ini.
Menurut Airlangga kebakaran hutan dan lahan menimbulkan kerugian ekonomi, oleh karenanya perlu dilakukan beberapa langkah urgensi antara lain, upaya pencegahan yang diprioritaskan, serta managemen penanggulangan yang harus dioptimalkan.

Managing Director APP Group, Suhendra Wiriadinata yang turut hadir dalam acara menyampaikan dukungannya kepada Pemprov Sumsel dalam menanggulangi dan mencegah bencana kebakaran hutan dan lahan. "Hal ini merupakan komitmen kami untuk bersama-sama dalam pencegahan karhutla yang juga sejalan dengan Sustainability Roadmap Vision (SRV) 2030 kami," ungkapnya.
Dalam menanggulangi karhutla PT OKI Pulp & Paper Mills beserta perusahaan-perusahaan mitra pemasoknya, menerapkan strategi Pengendalian Kebakaran Terpadu (Integrated Fire Management/IFM), yang terdiri dari 4 pilar yakni Pencegahan, Persiapan, Deteksi Dini, dan Respon Cepat.
Baca juga : Airlangga Dorong Koperasi Gaet Generasi Muda Dan Digitalisasi Di Era Disrupsi
GM Fire Management APP Group, Sujica Lusaka menjelaskan, pihaknya memaksimalkan dan menambah jumlah fire tower, sehingga hampir seluruh konsesi APP Group dapat terpantau secara maksimal. "Untuk daerah yang blank spot atau sulit dipantau, dapat dijangkau dengan drone," ujar Sujica. Terdapat 43 menara api, dan 63 unit mini tower portable untuk meningkatkan pemantauan.
PT OKI Pulp & Paper Mills bersama mitra pemasoknya mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada di darat, air, dan udara untuk mendukung upaya pemerintah dalam mencegah karhutla. "Kami yakin dengan persiapan matang dan kolaborasi kuat antara sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat, kita mampu mencegah dan mengendalikan karhutla tahun ini," tambah Sujica.
Saat ini, PT OKI Pulp & Paper Mills dan mitra pemasoknya, telah menyiagakan 741 personel Regu Pemadam Kebakaran (RPK) dan 49 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) di lapangan untuk memastikan kesiapan dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.
Pada kegiatan hari ini, helikopter Bell 412 PT OKI Pulp & Paper Mills disiagakan di Griya Agung. Helikopter ini biasanya digunakan untuk patroli udara oleh TRC yang sudah terlatih, agar api dapat segera dipadamkan dan tidak meluas. Jika diperlukan, helikopter ini juga dapat melakukan water bombing. Secara keseluruhan, di Sumsel terdapat 3 helikopter yang disiagakan untuk mendukung operasi ini.
Baca juga : September Ke Jakarta, Paus Gelar Kebaktian Di GBK
Untuk patroli air, PT OKI Pulp & Paper Mills dan mitra pemasoknya, memiliki kendaraan amfibi Airboat yang mampu beroperasi di lahan basah. Selain itu, perusahaan juga menggunakan Situation Room (Sitroom) untuk memantau data hotspot dari satelit secara real-time selama 24 jam. Sitroom pusat berada di fire base yang terhubung dengan sitroom setiap distrik.
"Dengan persiapan yang matang dan kerjasama dengan berbagai pihak, kami optimis pengendalian Karhutla dapat berjalan efektif," ujar Sujica.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya