Dark/Light Mode

Tepis Tuduhan Penggelembungan Harga

Lelang Impor Beras Bulog Transparan

Selasa, 23 Juli 2024 07:05 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi.
Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi.

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menepis tuduhan melakukan penggelembungan harga dalam kegiatan impor beras. Ditegaskannya, proses lelang impor dilakukan transparan sesuai regulasi.

Senior Fellow Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Krisna Gupta mengamini, proses impor yang dilakukan Perum Bulog sudah berjalan sesuai aturan.

Apalagi, imbuh Krisna, jajaran direksi Bulog sudah membeberkan bagaimana proses dan tahapan lelang sebelum impor beras itu dilaksanakan.

“Prosesnya sebenarnya sudah cukup oke. Yang jelas, proses undangan lelangnya sudah ada di website Perum Bulog. Itu merupakan suatu bentuk transparansi,” ujar Krisna, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Luhut: Dari Royalti Saja Kita Dapat Rp 10 Triliun

Selanjutnya, kata dia, Pemerintah bisa tetap mengaudit Perum Bulog secara berkala dalam proses lelang tersebut.

Misalnya, memeriksa dokumentasi soal siapa saja yang mendaftar lelang, berapa besar penawarannya, hingga kualifikasi yang diterapkan pada pemenang lelang.

“Di BUMN (Badan Usaha Milik Negara) kan ada sistem keterbukaan informasi publik, jadi Pemerintah bisa memantaunya,” katanya.

Ia kemudian mengingatkan, bahwa sektor pertanian merupakan penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar kedua di Indonesia, setelah sektor pengolahan. Serta menyediakan lapangan pekerjaan bagi lebih dari seperempat rakyat Indonesia.

Baca juga : Heru Janji Kasih Upah Yang Layak

Bahkan, sektor ini menjamin ketahanan pangan nasional. Karenanya, berbagai tantangan di sektor ini, harus disikapi serius oleh Pemerintah. Karena bisa mengancam keberlanjutan sektor pertanian.

Misalnya, kata Krisna, lahan pertanian yang terus menciut, regenerasi petani yang jauh dari harapan, dampak perubahan iklim, serta hama penyakit tanaman.

Terpisah, Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menegaskan, transformasi adalah tahapan yang tidak bisa ditawar lagi. Memasuki usia ke 57 tahun pada Mei lalu, Bulog juga bertekad mengedepankan tranparansi.

“Transparansi adalah salah satu kunci utama untuk meraih kembali kepercayaan masyarakat, sesuai dengan salah satu visi tranformasi kami,” ujar Bayu dalam acara Editor’s Gathering di Jakarta, Senin (15/7/2024).

Baca juga : Garuda Muda Jangan Lengah

Karena itu, pihaknya ingin mengajak media, untuk dapat secara langsung menghadiri open-bid atau lelang terbuka pada pengadaan beras impor.

“Untuk membuktikan, bahwa kami tidak mungkin melakukan penggelembungan harga, seperti yang telah dituduhkan,” bantah mantan Wakil Menteri Pertanian itu.

Hal ini menanggapi pelaporan Studi Demokrasi Rakyat (SDR) terkait dugaan mark-up impor beras oleh Bulog dan Bapanas (Badan Pangan Nasional) sebesar Rp 2,7 triliun kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.