Dark/Light Mode

UMKM Binaan BSI Aflaha Coconut Mandiri Berhasil Ekspor Kopra Ke India

Selasa, 23 Juli 2024 19:58 WIB
BSI terus mendorong UMKM binaan Aflaha Cononut Mandiri di Sulawesi Selatan, terus berkembang dan berhasil ekspor. (Foto: Dok. BSI)
BSI terus mendorong UMKM binaan Aflaha Cononut Mandiri di Sulawesi Selatan, terus berkembang dan berhasil ekspor. (Foto: Dok. BSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) konsisten mendorong agar pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di Sulawesi Selatan, terus bertumbuh dan berkembang, serta memiliki daya saing hingga berhasil mengekspor produknya ke negara-negara lain.

Hal ini dialami salah satu UMKM binaan BSI, yaitu CV Aflaha Coconut Mandiri, yang berhasil mengekspor salah satu hasil bumi dari Sulawesi Selatan, yaitu kopra alias daging buah kelapa yang dikeringkan.

Pemilik CV Aflaha Coconut Mandiri Muhammad Adit Sopyan mengatakan, dirinya memulai usaha pengolahan kopra ini sejak tahun 2012, di Palu, Sulawesi Tengah.

"Karena di sana kelapa itu berlimpah. Terus, pindah ke Makassar dan kami menjadi satu-satunya pengekspor kopra, ada kopra hitam, kopra putih, kami ekspor ke India," ujar Adit, saat ditemui Rakyat Merdeka/RM.id, di Gudang 88, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa (23/7/2024).

 Adit menuturkan, dua jenis kopra itu diminati oleh pasar internasional. Dirinya, melepas ekspor perdana komoditas kopra hitam ke India pada tahun 2022, sebanyak 46,24 ton dengan nilai Rp 749,49 juta.

"Dalam mengekspor ini, kami mendapat pembiayaan dari BSI. Lalu, kembali dapat pembiayaan sebesar Rp 1,2 miliar untuk menambahkan peralatan produksi yang dibutuhkan," katanya.

Baca juga : Konsep MOOC Rancangan Balitbang Diklat Kemenag Bersiap Ekspansi Ke PTKN

Selain India, kata Adit, Filipina juga pernah meminta ekspor kopra. Namun, ia memilih berhati-hati dalam melakukan pengiriman kopra ke negara lain.

Mengingat, biaya produksi yang dikeluarkan juga tak sedikit. Bahkan, dalam dua bulan terakhir, Adit juga menghentikan sementara ekspor kopra hitam ke India lantaran harganya yang sedang turun.

"Normalnya, setiap bulan kami kirim 2-3 kontainer, masing-masing 25 ton kopra hitam. Tapi, kami stop dulu, karena per kilogram (Kg) hanya dihargai Rp 10 ribu kalau dikirim ke India. Harga lebih tinggi kalau kami kirim ke Surabaya senilai Rp 12 ribu," ujar Adit.

Selama ini, perusahaan membeli langsung kelapa-kelapa tersebut dari pada petani yang ada di Sulawesi Selatan.

"Yang dibeli itu kelapa-kelapa yang sesuai kadar airnya untuk dibuat kopra. Kita tinggal cek saja kadar airnya pas atau tidak, karena ada standar yang diterima buyer,” lanjutnya.

Ia berencana, dari kelapa kering ini ke depannya juga akan diolah menjadi minyak goreng. Namun, pihaknya masih memerlukan pembiayaan tambahan untuk memiliki peralatan yang mumpuni.

Baca juga : Pro UMKM, Bank DKI Raih Apresiasi Dari Bank Indonesia

"Semoga, ke depan ekspornya nggak hanya bahan baku kopra saja, tapi hasil-hasil olahan kelapa lainnya, seperti minyak kelapa," kata Adit.

Oleh karena itu, sebagai UMKM binaan BSI, Adit menyambut baik dibukanya BSI UMKM Center di Makassar. Menurutnya, kehadiran BSI UMKM Center di Makassar dapat menjadi hub dan penghubung antara UMKM-UMKM yang ada di Sulawesi Selatan dan pasar internasional.

Sehingga, kian memudahkan jalan UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

“Semoga dengan adanya BSI UMKM Center di Makassar ini, bisa menjadi tempat edukasi dan media penghubung dengan buyer dari beberapa negara di luar dan negara tujuan ekspor eksisting,” harapnya.

Terpisah, Direktur Utama BSI Hery Gunardi menilai, UMKM Indonesia memiliki potensi untuk bersaing di pasar global, sekaligus membawa Indonesia menjadi pelopor di sektor industri halal global dengan mengimplementasikan gaya hidup halal dalam setiap aktivitas.

"Industri halal merupakan sektor yang potensial dan memiliki permintaan yang cukup besar, baik di Indonesia maupun secara global, tidak terkecuali untuk produk-produk UMKM," ucap Hery.

Baca juga : Kota Taipei Kenalkan Kota Cerdas yang Berkelanjutan ke Indonesia

Ia menegaskan, bentuk dukungan BSI bersifat dari hulu hingga ke hilir, mulai dari penyediaan dukungan pembiayaan atau pendanaan untuk tambahan modal maupun ekspansi bisnis, pelatihan dan peningkatan skill yang dibutuhkan UMKM untuk mampu bertumbuh semakin besar, hingga networking.

Belum lama ini, BSI juga menggelar BSI International Expo 2024 yang tidak hanya menghadirkan berbagai UMKM binaan. Tetapi, juga mempertemukan mereka dengan para buyer melalui aktivitas business matching.

“BSI berkomitmen tinggi untuk terus mendukung sektor UMKM sebagai salah satu tulang punggung perekonomian, agar mampu bertumbuh dan bersaing agar bisa naik kelas,” pungkas Hery.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.