Dark/Light Mode

Kini Miliki Aset Rp 360 Triliun

BSI Tepis Mitos Perbankan Syariah Susah Berkembang

Kamis, 25 Juli 2024 07:00 WIB
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi (kiri), Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Prof Zudan Arif Fakhrulloh (tengah) dan Wakil Komisaris Utama BSI Adiwarman Karim (kanan), saat meresmikan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Center Makasar, Rabu (24/7/2024). BSI menghadirkan UMKM Center Makassar bertujuan untuk mendorong pelaku usaha di wilayah Indonesia Timur, lebih berkembang. Foto: AMA/RAKYAT MERDEKA/RM.ID
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi (kiri), Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Prof Zudan Arif Fakhrulloh (tengah) dan Wakil Komisaris Utama BSI Adiwarman Karim (kanan), saat meresmikan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Center Makasar, Rabu (24/7/2024). BSI menghadirkan UMKM Center Makassar bertujuan untuk mendorong pelaku usaha di wilayah Indonesia Timur, lebih berkembang. Foto: AMA/RAKYAT MERDEKA/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) gencar melakukan literasi dan inklusi ekonomi keuangan syariah di Tanah Air. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menepis mitos alias pandangan keliru terhadap perbankan syariah.

Upaya BSI tersebut sejalan dengan program Pemerintah yang juga ingin mengembang­kan dan memperkuat industri halal di Indonesia. Salah satunya dengan pemberdayaan pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi mengatakan, selama ini ada mitos soal bank syariah di Indonesia yang susah berkembang.

Padahal ada bank syariah pertama, yaitu Bank Muamalat hadir di Indonesia sejak 1991, hingga BSI diresmikan di 2021. Namun dalam rentang waktu 30 tahun tersebut, sama sekali tidak ada bank syariah besar.

“Agak ironis dan lucu juga, negara dengan penduduk Mus­lim terbesar, tapi tidak ada bank syariah besar. Dan bank syariahnya nggak jadi tuan rumah, malah jadi tamu,” keluh Hery dalam acara CEO (Chief Executive Of­ficer) Mengajar yang digelar BSI bersama Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Se­latan (Sulsel), Rabu (24/7/2024).

Baca juga : Garuda Muda Ditunggu Dua Musuh Bebuyutan

Ia mengungkapkan, market share bank syariah di Indonesia masih di bawah 7 persen. Menurutnya, jumlah ini jauh berbeda bila dibandingkan dengan market share Malaysia yang mencapai 30 persen, Brunei Darussalam 50 persen, Uni Emirat Arab (UEA) 40 persen, bahkan Arab Saudi hampir 70 persen.

“Nah, kenapa Indonesia ren­dah, itu mitosnya karena literasi inkluasi bank syariahnya rendah dibandingkan bank konven­sional,” katanya.

Selain itu, lanjut mantan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri ini, sebelum adanya BSI, size dari masing-masing bank syariah yang ada juga kecil, memiliki keterbatasan modal, hingga jumlah cabang yang sedikit dalam memberikan pelayanan menyeluruh kepada masyarakat.

Namun setelah tiga bank sya­riah pelat merah merger, yakni Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, dan BNI Syariah, ke­mudian menjadi BSI, baru ada bank syariah terbesar dengan aset sebesar Rp 360 triliun, profit triliun dan cabang ribuan di seluruh Indonesia.

“Serta memiliki layanan digital yang banyak, sehingga mampu bersaing dengan layanan bank konvensional,” ucapnya.

Baca juga : Rekrut Paul Goerge Di NBA , Sixers Percaya Diri Tinggi

Karena itu, pihaknya akan terus mensyiarkan, bahwa per­bankan syariah adalah sistem keuangan terbaik.

Apalagi dengan adanya program literasi berkelanjutan lewat CEO Mengajar, yang bertujuan menyasar anak-anak muda, khususnya mahasiswa, Hery yakin apa yang ditargetkan akan tercapai. Sebab, anak muda merupakan calon pemimpin masa depan yang bisa membawa perbankan syariah lebih maju.

“Para mahasiswa tentunya memiliki gagasan menarik, yang bisa digarap menjadi bisnis dan pengembangan bank syariah ke depannya,” katanya.

Pada kesempatan ini, BSI turut mendukung kemajuan pendidikan di Sulawesi Selatan. Tahun ini BSI memberikan beasiswa pendidikan sebesar Rp 5,5 miliar. Serta beasiswa untuk Unhas sebesar Rp 2,1 miliar bagi mahasiswa berprestasi.

Sejak awal merger hingga Juni 2024, BSI juga konsisten membuka peluang kerja untuk para fresh graduate melalui Of­ficer Development Program (ODP), dengan jumlah peminat lebih dari 45 ribu talent. Dan telah terpilih sebanyak 454 talent terbaik yang sudah dibina ke dalam 18 batch ODP.

Baca juga : Harris Salip Trump

Tak hanya itu, BSI juga fokus dalam pertumbuhan industri halal di Indonesia.

Hal ini ditunjukkan perseroan dengan meresmikan UMKM Center keempat yang berada di Makassar. Sebelumnya, UMKM Center hadir di Aceh, Yogyakarta dan Surabaya, yang juga menjadi tempat berkon­sultasi dan mendapatkan sertifi­kasi halal yang difasilitasi BSI.

Ia menjelaskan, kehadiran UMKM Center Makassar meru­pakan upaya BSI untuk bisa mengoptimalkan peran pelaku ekonomi kerakyatan di wilayah Indonesia Timur.

“Kami ingin menjaring dan menemukan potensi UMKM baru di Indonesia Timur. Apalagi BSI Region Makassar memiliki cakupan yang sangat luas, yaitu seluruh Pulau Sulawesi, Maluku, hingga Pulau Papua,” ungkapnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.