Dark/Light Mode
Kini Miliki Aset Rp 360 Triliun
BSI Tepis Mitos Perbankan Syariah Susah Berkembang
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) gencar melakukan literasi dan inklusi ekonomi keuangan syariah di Tanah Air. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menepis mitos alias pandangan keliru terhadap perbankan syariah.
Upaya BSI tersebut sejalan dengan program Pemerintah yang juga ingin mengembangkan dan memperkuat industri halal di Indonesia. Salah satunya dengan pemberdayaan pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi mengatakan, selama ini ada mitos soal bank syariah di Indonesia yang susah berkembang.
Padahal ada bank syariah pertama, yaitu Bank Muamalat hadir di Indonesia sejak 1991, hingga BSI diresmikan di 2021. Namun dalam rentang waktu 30 tahun tersebut, sama sekali tidak ada bank syariah besar.
“Agak ironis dan lucu juga, negara dengan penduduk Muslim terbesar, tapi tidak ada bank syariah besar. Dan bank syariahnya nggak jadi tuan rumah, malah jadi tamu,” keluh Hery dalam acara CEO (Chief Executive Officer) Mengajar yang digelar BSI bersama Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (24/7/2024).
Baca juga : Garuda Muda Ditunggu Dua Musuh Bebuyutan
Ia mengungkapkan, market share bank syariah di Indonesia masih di bawah 7 persen. Menurutnya, jumlah ini jauh berbeda bila dibandingkan dengan market share Malaysia yang mencapai 30 persen, Brunei Darussalam 50 persen, Uni Emirat Arab (UEA) 40 persen, bahkan Arab Saudi hampir 70 persen.
“Nah, kenapa Indonesia rendah, itu mitosnya karena literasi inkluasi bank syariahnya rendah dibandingkan bank konvensional,” katanya.
Selain itu, lanjut mantan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri ini, sebelum adanya BSI, size dari masing-masing bank syariah yang ada juga kecil, memiliki keterbatasan modal, hingga jumlah cabang yang sedikit dalam memberikan pelayanan menyeluruh kepada masyarakat.
Namun setelah tiga bank syariah pelat merah merger, yakni Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, dan BNI Syariah, kemudian menjadi BSI, baru ada bank syariah terbesar dengan aset sebesar Rp 360 triliun, profit triliun dan cabang ribuan di seluruh Indonesia.
“Serta memiliki layanan digital yang banyak, sehingga mampu bersaing dengan layanan bank konvensional,” ucapnya.
Baca juga : Rekrut Paul Goerge Di NBA , Sixers Percaya Diri Tinggi
Karena itu, pihaknya akan terus mensyiarkan, bahwa perbankan syariah adalah sistem keuangan terbaik.
Apalagi dengan adanya program literasi berkelanjutan lewat CEO Mengajar, yang bertujuan menyasar anak-anak muda, khususnya mahasiswa, Hery yakin apa yang ditargetkan akan tercapai. Sebab, anak muda merupakan calon pemimpin masa depan yang bisa membawa perbankan syariah lebih maju.
“Para mahasiswa tentunya memiliki gagasan menarik, yang bisa digarap menjadi bisnis dan pengembangan bank syariah ke depannya,” katanya.
Pada kesempatan ini, BSI turut mendukung kemajuan pendidikan di Sulawesi Selatan. Tahun ini BSI memberikan beasiswa pendidikan sebesar Rp 5,5 miliar. Serta beasiswa untuk Unhas sebesar Rp 2,1 miliar bagi mahasiswa berprestasi.
Sejak awal merger hingga Juni 2024, BSI juga konsisten membuka peluang kerja untuk para fresh graduate melalui Officer Development Program (ODP), dengan jumlah peminat lebih dari 45 ribu talent. Dan telah terpilih sebanyak 454 talent terbaik yang sudah dibina ke dalam 18 batch ODP.
Baca juga : Harris Salip Trump
Tak hanya itu, BSI juga fokus dalam pertumbuhan industri halal di Indonesia.
Hal ini ditunjukkan perseroan dengan meresmikan UMKM Center keempat yang berada di Makassar. Sebelumnya, UMKM Center hadir di Aceh, Yogyakarta dan Surabaya, yang juga menjadi tempat berkonsultasi dan mendapatkan sertifikasi halal yang difasilitasi BSI.
Ia menjelaskan, kehadiran UMKM Center Makassar merupakan upaya BSI untuk bisa mengoptimalkan peran pelaku ekonomi kerakyatan di wilayah Indonesia Timur.
“Kami ingin menjaring dan menemukan potensi UMKM baru di Indonesia Timur. Apalagi BSI Region Makassar memiliki cakupan yang sangat luas, yaitu seluruh Pulau Sulawesi, Maluku, hingga Pulau Papua,” ungkapnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.