Dark/Light Mode

Gelar PI Menyapa, Pupuk Indonesia Dukung Merauke Jadi Lumbung Pangan Nasional

Sabtu, 27 Juli 2024 08:12 WIB
Pupuk Indonesia mendukung pertanian di Merauke sebagai lumbung pangan nasional, dengan menggelar program Pupuk Indonesia (PI) Menyapa di Balai Desa Kampung Telaga, Papua Selatan. (Foto: Dok. Pupuk Indonesia)
Pupuk Indonesia mendukung pertanian di Merauke sebagai lumbung pangan nasional, dengan menggelar program Pupuk Indonesia (PI) Menyapa di Balai Desa Kampung Telaga, Papua Selatan. (Foto: Dok. Pupuk Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pupuk Indonesia (Persero) mendukung pertanian di Merauke sebagai lumbung pangan nasional, dengan menyelenggarakan program "Pupuk Indonesia (PI) Menyapa", di Balai Desa Kampung Telaga, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Kamis (25/7/2024).

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyampaikan, PI Menyapa di Merauke merupakan forum komunikasi dan koordinasi dengan pemangku kepentingan.

Selain itu, acara ini bertujuan untuk mendorong percepatan penebusan pupuk bersubsidi di wilayah ujung Timur Indonesia. Sekaligus, menjadi upaya Pupuk Indonesia untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan nasional maupun regional.

“Pupuk Indonesia menyapa semua orang yang sudah bekerja keras untuk memajukan pertanian Indonesia, para PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan), tim verval (verifikasi dan validasi), kios resmi, distributor, pemerintah, kelompok tani, KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan), serta stakeholder pertanian lainnya," ujar Rahmad, melalui siaran pers, Sabtu (27/7/2024).

Rahmad menegaskan, Pupuk Indonesia mengapresiasi mereka sekaligus melakukan kegiatan tebus bersama.

Rahmad menjelaskan, program tebus bersama adalah upaya perusahaan untuk mendorong percepatan penebusan pupuk bersubsidi.

Baca juga : Top, Portofolio Kredit UMKM Terbesar di Indonesia, Peran Nyata BRI Topang Perekonomian Nasional

Ia menilai, Fasilitas ini mempermudah petani dalam penebusan pupuk bersubsidi, karena tidak perlu lagi datang ke kios.

"Cukup datang di satu tempat, contohnya di Balai Desa Kampung Telaga Sari, petani sudah bisa menebus pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani atau Kartu Tanda Penduduk (KTP)," ujar Rahmad.

Dalam kunjungannya di Merauke, Rahmad juga memastikan, kesiapan pupuk bersubsidi dengan mengunjungi sejumlah kios, gudang dan petani.

Mengingat, wilayah ini merupakan wilayah penting untuk ketahanan pangan nasional.

Per tanggal 20 Juli 2024, Pupuk Indonesia telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 5.890 ton untuk seluruh Papua dan sebanyak 3.530 ton stok di antaranya berada di Gudang Lini III Merauke. Rinciannya, 1.955 ton pupuk Urea dan 1.575 ton pupuk NPK Phonska untuk petani Merauke.

Rahmad menegaskan, semua stok tersebut melebihi ketentuan minimum yang diatur Pemerintah.

Baca juga : Jadi Dewan Pembina KAI Lagi, Bamsoet Dukung Pembentukan Dewan Advokat Nasional

“Saya telah mengunjungi gudang di Tanah Miring, yang merupakan gudang paling Timur milik Pupuk Indonesia. Saya tidak khawatir di Merauke, saya kira Bu Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke (Yosefa Loise Rumaseu, Red) sepakat Merauke bisa menjadi lumbung pangan baik regional maupun nasional,” ungkapnya.

Rahmad menambahkan, untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan nasional, Pemerintah pada  2024 ini menambah alokasi pupuk bersubsidi dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton secara nasional.

Penambahan tersebut, kata Rahmad, juga diberikan untuk petani di Merauke. Saat ini, alokasi pupuk bersubsidi Urea di Merauke mencapai 8.730 ton, atau 72,4 persen lebih banyak dibandingkan alokasi di awal 2024, yaitu 5.065 ton.

Lalu, alokasi NPK terbaru sebanyak 14.322 ton atau ditambah 125,3 persen dari alokasi semua sebesar 6.360 ton.

Untuk menjamin kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di Merauke, Pupuk Indonesia juga menyiapkan fasilitas penunjang. Antara lain, tiga unit gudang Lini III dengan kapasitas total 6.000 ton, dua Distributor, 55 Kios, serta tiga Petugas Lapang yang akan memastikan penyaluran pupuk bersubsidi di tingkat distributor, sehingga kios dapat berjalan dengan baik.

Tak hanya itu, dari hasil tinjau lapangan, wilayah Merauke memiliki tanah pertanian cukup baik, subur dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Rata-rata produktivitas padi di Merauke masih di angka 3 hingga 4 ton per Hektare.

Baca juga : Invest for Impact, Dukungan INSIGHT IM Untuk Hari Anak Nasional 2024

Sementara itu, lahan pertanian di Merauke terbilang luas. Misalnya, Kampung Telaga Sari memiliki lahan pertanian sekitar 1.058 hektare (Ha) untuk tanaman padi.

Untuk itu, pihaknya mendorong percepatan penebusan pupuk bersubsidi agar produktivitas di Merauke dapat ditingkatkan. Bahkan, pertanian di sini juga telah dikunjungi Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

"Merauke ini unik, saat harga beras di mana-mana naik, di sini selalu lebih murah. Nah, ini penting untuk ketahanan pangan nasional,” pungkas Rahmad.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.