Dark/Light Mode

Pengguna Aplikasi Gopay Meningkat

GoTo Group Kantongi Pendapatan Rp 4,3 T

Selasa, 6 Agustus 2024 07:00 WIB
CEO GOTO Patrick Walujo. Foto: Istimewa
CEO GOTO Patrick Walujo. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Kinerja PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau GoTo, terus membaik. Akselerasi bisnis yang dilakukan perusahaan tersebut, mengalami pertumbuhan pesat.

Pendapatan bruto GoTo pada kuartal II-2024 tumbuh 39 persen secara tahunan (year on year/yoy), atau mencapai Rp 4,3 triliun.

Nilai transaksi bruto atau Gross Transaction Value (GTV) inti Grup, yang mengecualikan merchant payment gateway, juga tumbuh 54 persen yoy, atau men­capai Rp 63,2 triliun. Sementara GTV Group secara keseluruhan tumbuh 26 persen mencapai Rp 121,5 triliun.

Rugi EBITDA (Earning Be­fore Interest, Taxes, Deprecia­tion, and Amortization) Group yang telah disesuaikan membaik sebesar 95 persen.

Direktur Utama Grup GoTo Patrick Walujo menuturkan, catatan kinerja yang baik terse­but ditopang oleh pertumbuhan pengguna pada segmen layanan hemat dari On-Demand Services.

Lalu, peningkatan penggu­naan aplikasi GoPay, pertumbuhan pemberian pinjaman, serta pengelolaan beban usaha secara disiplin.

Baca juga : Jakarta Pacu Digitalisasi Administrasi Perpajakan

Percepatan pertumbuhan di kuartal kedua, sambung Patrick, kembali menegaskan strategi yang mereka ambil sudah tepat, yaitu untuk fokus pada kon­sumen mass market.

“Kami akan terus memberi­kan solusi bagi seluruh kon­sumen, baik yang membutuhkan kenyamanan maupun mementingkan harga,” ucap Patrick dalam keterangan yang dikutip, Jumat (2/8/2024).

Patrick mengatakan, langkah tersebut akan terus menjadi landasan pertumbuhan perseroan, seiring dengan upaya pihaknya meningkatkan topline. Serta terus berkomitmen men­capai EBITDA Group yang disesuaikan breakeven untuk keseluruhan tahun buku 2024.

“Di akhir tahun pertama ja­batan saya sebagai Direktur Utama, GoTo telah mencatatkan fundamental terkuat hingga saat ini, dan saya bangga dapat berperan dalam peningkatan tersebut,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Keuangan Grup GoTo Jacky Lo menambahkan, di kuartal II-2024, GoTo mencatatkan akselerasi pertumbuhan yang pesat.

GTV inti mencapai Rp 63,2 triliun, tumbuh 54 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara pendapatan bruto grup meningkat 39 persen.

Baca juga : Real Madrid Vs Chelsea, Kebangkitan Di Pramusim

Sejak awal tahun, jumlah pelanggan Gojek Plus tumbuh dua kali lipat. Dan di saat yang sama, adopsi aplikasi GoPay dan produk pinjaman perseroan juga terus meluas.

Hal tersebut disertai dengan langkah strategis yang menyasar mass market, mendorong peningkatan jumlah pengguna bertransaksi bulanan (monthly transacting user) Grup GoTo sebesar 20 persen, dibandingkan periode yang sama tahun sebe­lumnya pada kuartal II-2024.

“Dengan situasi tersebut, kami meyakini, bahwa perseroan berada pada jalur yang tepat untuk terus tumbuh sekaligus berkomitmen mencapai target profitabilitas,” yakin Jacky.

Dia merinci, beban kas rutin tetap Grup menurun 5 persen yoy, dengan biaya korporasi rutin yang dilaporkan turun 44 persen, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

GoTo juga terus mencatat­kan kas dan posisi keuangan yang kuat. Pada 30 Juni 2024, perseroan memiliki Rp 22,0 triliun (setara 1,34 miliar dolar Amerika Serikat) kas, setara kas, dan deposito jangka pendek.

“Perseroan mencatatkan akselerasi pertumbuhan topline yang sehat,” ucapnya.

Baca juga : Harris Imbangi Trump Pilpres AS Kian Sengit

Langkah tersebut diharapkan akan menambah nilai bagi peme­gang saham, dengan mengurangi jumlah saham yang beredar Rp 5 triliun, meningkat 26 persen yoy.

Sementara pendapatan bruto mencapai Rp 4,3 triliun, mening­kat 39 persen, bersamaan dengan take rate sebesar 3,51 persen, meningkat 32 basis poin (bps).

“Pendapatan bersih pada kuar­tal II-2024 mencapai Rp 3,5 triliun, meningkat 115 persen. Beban kas rutin tetap berkurang 5 persen menjadi Rp 1,3 triliun,” katanya.

Grup GoTo membukukan rugi periode berjalan sebesar Rp 954 miliar pada kuartal II- 2024, yang merupakan penurunan rugi sebe­sar 63 persen. Hal tersebut dito­pang oleh peningkatan pendapatan dan pengelolaan beban opera­sional yang semakin efisien.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.