Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bisnis Franchise Butuh Motivasi Dan Dorongan Pemerintah

Minggu, 24 Nopember 2019 11:38 WIB
36 merek franchise nasional secara berurutan naik ke panggung utama di gelaran Info Franchise & Business Concept (IFBC) 2019, di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (23/11). 36 merek terpilih untuk meraih penghargaan Top Franchise dan Top BO.
36 merek franchise nasional secara berurutan naik ke panggung utama di gelaran Info Franchise & Business Concept (IFBC) 2019, di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (23/11). 36 merek terpilih untuk meraih penghargaan Top Franchise dan Top BO.

RM.id  Rakyat Merdeka - Usaha franchise di Indonesia membutuhkan motivasi dan semangat untuk bisa menjaga keberlanjutan bisnis. Motivasi serta semangat itu bisa dilahirkan dari penghargaan serta dukungan pemerintah secara langsung.

Untuk penghargaan, Majalah Franchise Indonesia bersama Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) baru saja memberikan penghargaan Top Franchise dan Top Business Opportunity (BO) Awards 2019 kepada pemilik usaha franchise terpilih.

Acara ini merupakan salah satu ajang penghargaan bergengsi di bisnis franchise yang digelar di tengah penyelenggaraan Info Franchise & Business Concept (IFBC).

"Diberikan kepada merek-merek franchise dan BO terpilih melalui beragam tahapan serta penilaian khusus," ujar Pemimpin Majalah Franchise Indonesia Rofian Akbar, di sela acara IFBC 2019 di Jakarta, Sabtu (23/11).

Dari penghargaan ini, pelaku usaha didorong untuk lebih semangat menjaga prestasi serta meningkatkan kualitas usahanya.

Berita Terkait : Dokter Prancis Berusia 98 Tahun Ini Masih Praktek, Nggak Mau Pensiun

Dia mengungkapkan, peraih Top Franchise dan Top BO Awards 2019, adalah merek-merek yang berhasil menjadi merek pilihan calon investor dan konsumen berdasarkan survei terkini.

"Ada sekitar 36 merek peraih Top Franchise dan Top BO 2019. Mereka terpilih karena memiliki track record bisnis yang baik. Mulai dari segi konsep bisnis, produk, maupun pemasarannya, serta eksistensi merek dan komitmen pemiliknya," jelasnya.

Penghargaan Top Franchise diberikan berdasarkan hasil survei. Survei dilakukan oleh lembaga independen yaitu Dinamic Marketing Research & Services dan Majalah Franchise, dengan mengukur top of mind brand awareness dari merek franchise.

Untuk parameter yang digunakan mengukur Top Franchise adalah survei brand awareness. "Jadi pemenang Top Franchise ini merek franchisenya sudah populer dan dikenal luas masyarakat. Penghargaan ini untuk mendorong mereka agar konsisten membangun brand awareness. Sehingga bisnisnya terus eksis dan sustain," katanya.

Di antara pemenang Top Business Opportunity Awards 2019 ada merek besutan anak Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep yaitu Sang Pisang dan Ternakopi.

Berita Terkait : Mayoritas Daerah Belum Penuhi Kewajiban Alokasi Dana Pendidikan 20 Persen

Sedangkan Top Business Opportunity Awards 2019 merupakan apresiasi bergengsi bagi merek BO di Indonesia. Peraih penghargaan ini dinobatkan sebagai TOP adalah merek-merek yang telah memiliki track record baik.

"Jadi baik artinya BO yang masih eksis di berbagai media, punya konsep dan strategi pemasaran yang baik," katanya.

Para peraih Top Business Opportunity Awards 2019 antara lain Simhae, Carfix, Easy Pizza, Sang Pisang, Kumala Laundry, Ternakopi, Mrs Crispy, Mie Setan Njerit, Mobeng, Mangojak, Enak! Beneer, dan Ayam Geprek Master.

"Top Business Opportunity Awards 2019 (Top BO) kali ini merupakan yang kedua kali diselenggaakan. Survey kali ini melibatkan kurang lebih 1000 merek BO," ungkap Rofian Akbar.

Di tempat yang sama, Ketua Kehormatan Asosiasi Waralaba Indonesia (AFI) Anang Sukandar memandang bisnis franchise kurang mendapat dukungan pemerintah secara langsung.

Berita Terkait : Jokowi: Indonesia Butuh Pahlawan Pemberantas Kemiskinan

Umumnya mereka dikalahkan oleh Franchise asing dari seperti Jepang, Korea, dan negara lainnya. Meski tahun ini tumbuh pesat tahun tapi di tahun ini banyak juga merek yang berguguran.

"Iya, ini kurang mendapatkan dorongan dari pemerintah. Sementara negara lain seperti Taiwan dan Korea sangat mendukung negaranya. Tidak jauh-jauh Malaysia saja sangat didukung," ujar Anang.

Dari pemilik usaha sendiri juga merasa cepat puas. Mereka banyak yang kurang inovatif, sehingga tidak siap menghadapi gempuran franchise dari luar.

"Kondisi begini sudah lama. Banyak pelakunya juga yang mau cepat jadi, mau cepat puas," katanya. [JAR]