Dark/Light Mode

PEP Cepu JTB Atasi Sampah, Berdayakan Ekonomi Warga

Kamis, 15 Agustus 2024 16:36 WIB
Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Cepu, Jambaran Tiung Biru turut berupaya mengurangi emisi gas rumah kaca, yang berkontribusi terhadap pemanasan global, sekaligus ikut memberdayakan ekonomi lokal dari sampah rumah. [Foto: Dok]
Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Cepu, Jambaran Tiung Biru turut berupaya mengurangi emisi gas rumah kaca, yang berkontribusi terhadap pemanasan global, sekaligus ikut memberdayakan ekonomi lokal dari sampah rumah. [Foto: Dok]

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Cepu, Jambaran Tiung Biru kembali melakukan aksi nyata, dalam upaya turut mengurangi emisi gas rumah kaca, yang berkontribusi terhadap pemanasan global, sekaligus ikut memberdayakan ekonomi lokal dari sampah rumah.

Kali ini, melalui sebuah program yang disebut Integrasi Ikan Magot Unggas dan Ternak Bersama Masyarakat Sadar Lingkungan (Si Imut My Darling).

Baca juga : PLN EPI Terapkan Ekonomi Sirkular Olah Sampah Di DKI

Program yang dilaksanakan di Desa Sendangharjo, Ngasem, Kabupaten Bojonegoro ini, berangkat dari beberapa permasalahan, di antaranya, tingginya sampah organik dari rumah tangga dan ketiadaan bank sampah. Berdasarkan data Desember 2023, sampah organik dari tiga pasar tradisional desa di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, mencapai 1.800 kg. Sementara produksi sampah domestik non-B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) di Lapangan JTB, mencapai 23.800 kg.

“Dari permasalahan tersebut, kami bersama masyarakat melaksanakan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat sadar lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan Bank Sampah, dan penerapan Biokonversi BSF (Black Soldier Fly),” tutur Senior Manager Relations Pertamina EP Cepu, Fitri Erika.

Baca juga : Konsumsi Rumah Tangga Bikin Ekonomi Jakarta Tetap Menyala

Selain mendukung aksi global untuk mengurangi emisi, program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals, terutama tujuan ke-8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dan tujuan 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab.

Program ini berawal dari gerakan pilah sampah yang dilakukan BSM-KH (Bank Sampah Mandiri Keluarga Harapan). Sampah organik dikembangkan menjadi budidaya maggot dengan teknologi alami lalat black soldier fly, yang menghasilkan pakan ternak dan pupuk.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.