Dark/Light Mode
Negara Berkembang Dan Maju Kudu Bersinergi
RI Siapkan Tiga Jurus Capai Emisi Nol Bersih
RM.id Rakyat Merdeka - Negara maju dan negara berkembang diharapkan bersinergi demi mencapai target Net Zero Emission (NZE) atau emisi nol bersih.
Sinergi ini penting karena negara maju memiliki teknologi canggih. Sedangkan negara berkembang, memiliki potensi besar dalam energi baru terbarukan (EBT).
Pentingnya kerja sama tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Baca juga : Siswa Usul Menu Telur Dadar Atau Telur Ceplok
“Emisi nol bersih merupakan tujuan kita. Indonesia pada 2050-2060 harus sudah mencapai satu titik yang lebih baik,” ujar Bahlil dalam keterangan tertulis Kementerian ESDM, Rabu (21/8/2024).
Sekadar informasi, Bahlil secara resmi menyambut para peserta Asia Zero Emission Community (AZEC) 2nd Ministerial Meeting dalam acara gala dinner yang digelar di Jakarta, Selasa (20/8/2024).
AZEC merupakan bagian dari inisiatif pengurangan emisi yang pertama kali diinisiasi oleh Perdana Menteri Jepang pada Conference of Parties (COP) 26 di Glasgow, Inggris.
Baca juga : Setelah Dipecat Dari Chelsea, Pochettino Siap Menuju Paman Sam
Inisiatif ini kemudian diluncurkan secara resmi pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 14 November 2022 oleh Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida.
Dalam sambutannya, Bahlil menyampaikan apresiasi atas kerja sama solid di sektor energi antarnegara anggota AZEC yang terdiri dari Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Kamboja, Laos, Brunei Darussalam dan Australia.
Bahlil menegaskan, negara berkembang seperti Indonesia memiliki potensi besar dalam energi baru terbarukan. Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam hal teknologi dan pembiayaan. “Apalagi kalau membutuhkan kapital yang cukup,” ucap Bahlil.
Baca juga : Ester Sikat Gajah Perang
Selain itu, digelar pula AZEC Business Forum yang bertujuan untuk menggalang partisipasi badan usaha. Ini dilakukan dalam upaya dekarbonisasi sekaligus sebagai forum business matching untuk memperkuat kolaborasi di masa depan.
“Saya yakin lewat forum ini kita mampu berdiskusi untuk melahirkan gagasan-gagasan konstruktif, melakukan kolaborasi dan kerja sama yang baik dan saling menguntungkan,” ujar Bahlil.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.