Dark/Light Mode

Politik Dalam Negeri Panas, Rupiah Melorot Ke Rp 15.638

Jumat, 23 Agustus 2024 09:47 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: Rakyat Merdeka)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka melemah 0,24 persen ke level Rp 15.638 per dolar Amerika Serikat (AS) dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp 15.600 per dolar AS.

Pergerakan mata uang Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Dolar Taiwan melemah 0,12 persen, ringgit Malaysia minus 0,08 persen, pesso Filipina melemah 0,02 persen, yen Jepang melesat 0,53 persen, baht Thailand naik 0,38 persen, won Korea menguat 0,25 persen, dolar Singapura naik 0,16 persen, dan yuan China menguat 0,01 persen.

Baca juga : Kembali Menguat, Rupiah Tembus Rp 15.510

Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya melemah 0,17 persen ke level 101,22. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,40 persen ke level Rp 17.398, terhadap poundsterling Inggris melemah 0,37 persen ke level Rp 20.492 dan terhadap dolar Australia melemah 0,40 persen ke level Rp 10.498.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, mata uang rupiah bergerak fluktuatif sejalan dengan kondisi politik dalam negeri yang terguncang, banyaknya aksi demo menentang RUU Pilkada.

Baca juga : Rupiah Awal Pekan Melesat Ke Rp 15.630

“DPR memicu gelombang aksi massa di berbagai daerah. Hal itu pun, menjadi sentimen negatif terhadap mata uang garuda,” ujarnya dalam riset harian, Jumat (23/8/2024).

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) kemarin merilis data terbaru mengenai transaksi berjalan dan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) untuk kuartal II-2024, yang menunjukkan kembali adanya defisit. Hal ini sejalan dengan proyeksi BI bahwa Indonesia masih akan menghadapi defisit.

Baca juga : Rosan Diangkat Jadi Menteri Investasi, Bahlil Digeser Ke ESDM

Pada kuartal II-2024, defisit transaksi berjalan mencapai 3 miliar dolar AS atau 0,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit ini meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana pada kuartal II-2023, defisit transaksi berjalan tercatat sebesar 1,9 miliar dolar AS atau 0,5 persen dari PDB.

Ia memproyeksi, nilai tukar rupiah akan bergerak fluktuatif, tetapi akan ditutup melemah di rentang Rp 15.590-Rp 15.650 per dolar AS sepanjang hari ini. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.