Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka menguat 0,16 persen ke level Rp 15.930 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di level Rp 15.955 per dolar AS.
Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS mayoritas melemah. Dolar Hong Kong minus 0,01 persen, rupee India turun 0,02 persen, baht Thailand melemah 0,03 persen, yen Jepang turun 0,04 persen, won Korea Selatan minus 0,05 persen, yuan China minus 0,09 persen, ringgit Malaysia minus 0,25 persen, dan dolar Singapura naik 0,02 persen.
Baca juga : Awal Pekan, Rupiah Loyo Ke Level Rp 15.953
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya melemah 0,04 persen ke level 102,92. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,23 persen ke level Rp 17.393, terhadap poundsterling Inggris menguat 0,24 persen ke level Rp 20.311, dan terhadap dolar Australia naik 0,29 persen ke level Rp 10.475.
Analis Komoditas dan Mata Uang, Lukman Leong mengatakan, rupiah akan menguat karena didukung oleh meningkatnya prospek pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 50 basis point (bps) pada September 2024.
Baca juga : Jelang Akhir Pekan, Rupiah Melemah Ke Rp 15.938
"Namun, penguatan masih akan terbatas mengingat investor masih menantikan data inflasi produsen AS malam ini," ujarnya, Selasa (13/8/2024).
Ia memproyeksi, nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 15.900 sampai Rp 16.000 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya