Dark/Light Mode

Berdayakan Ekonomi Lokal, PLN EPI Dorong Pemanfaatan Biomassa

Senin, 26 Agustus 2024 20:48 WIB
Direktur Utama PLN EPI, Iwan Agung Firstantara dalam Lestari Summit 2024 menjelaskan PLN EPI akan memperluas program co-firing biomassa dengan target pemanfaatan hingga 10,2 juta ton biomassa per tahun pada 2031.
Direktur Utama PLN EPI, Iwan Agung Firstantara dalam Lestari Summit 2024 menjelaskan PLN EPI akan memperluas program co-firing biomassa dengan target pemanfaatan hingga 10,2 juta ton biomassa per tahun pada 2031.

RM.id  Rakyat Merdeka - PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih melalui penerapan co-firing biomassa di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi emisi karbon, tetapi juga untuk memberdayakan ekonomi lokal.

Direktur Utama PLN EPI, Iwan Agung Firstantara menekankan pentingnya co-firing biomassa dalam mendukung keberlanjutan energi dan ekonomi Indonesia.

"Program co-firing bagian dari transformasi menuju energi hijau dan ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan biomassa lokal, kami mampu menurunkan emisi karbon hingga 11 juta ton CO2 per tahun dan endorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penyediaan bahan bakar biomassa," ujar Iwan dalam keterangan resmi PLN EPI.

Baca juga : Gandeng KBI dan KPBI, JIEP Dorong Pemanfaatan dan Pengembangan Sistem Resi Gudang

Program co-firing PLN EPI melibatkan penggunaan biomassa dari berbagai sumber, termasuk limbah pertanian dan perkebunan, seperti sekam padi, bonggol jagung, serbuk gergaji, serta cangkang sawit dan bukan berasal dari deforestasi.

Biomassa ini digunakan sebagai bahan bakar tambahan yang disubstitusi dengan batubara dalam pembakaran PLTU.

Hingga akhir tahun 2023, sebanyak 46 dari 52 PLTU yang dikelola oleh PLN Grup telah berhasil mengimplementasikan program ini.

Menurut Iwan, Implementasi co-firing ini memberikan dampak nyata bagi ekonomi lokal. Melalui kemitraan dengan petani dan industri kecil, PLN EPI telah menciptakan ekosistem yang tidak hanya berkelanjutan tetapi juga mendukung kesejahteraan masyarakat setempat.

Baca juga : Upacara Peringatan HUT RI, Bamsoet Dorong Pembangunan Berkelanjutan di IKN

PLN EPI melibatkan lebih dari 1,25 juta masyarakat dalam rantai pasok biomassa yang mencakup pengumpulan limbah, produksi, hingga distribusi rantai pasok.

"Serta penanaman dan pengembangan ekosistem biomassa di 52 PLTU yang tersebar di seluruh wilayah Tanah Air dan sirkular ekonomi ini memiliki skala ekonomi Rp 9,43 triliun," kata Iwan Agung.

Dia juga menyampaikan bahwa PLN EPI akan terus memperluas program co-firing biomassa dengan target pemanfaatan hingga 10,2 juta ton biomassa per tahun pada 2031.

Hal ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk mencapai bauran energi terbarukan sebesar 23 persen pada tahun 2025.

Baca juga : Perayaan HUT ke-79 RI, PLN EPI Pastikan Stok Energi Primer Aman

Lebih lanjut, Iwan Agung menyampaikan, pada 2021 PLN EPI sudah melakukan subtitusi batu bara dengan biomassa sebanyak 250 ribu ton, meningkat menjadi 500 ribu ton pada 2022, selanjutnya naik kembali menjadi 1 juta ton pada tahun 2023.

"Dan pada tahun ini kita mempunyai target 2 juta ton lebih untuk pembakaran biomassa," katanya.

Pihaknya optimistis, dengan kolaborasi dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, PLN EPI dapat terus berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di Indonesia, khususnya dalam aspek lingkungan dan ekonomi.

Dengan penerapan co-firing ini, PLN EPI tidak hanya memperkuat posisinya sebagai penyedia energi primer, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam upaya transformasi energi nasional yang berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.