Dark/Light Mode

Kebijakan Menko Airlangga Untuk KEK Diapresiasi Oleh Pengamat

Rabu, 28 Agustus 2024 14:23 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian , Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Perekonomian , Airlangga Hartarto

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebijakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Airlangga Hartarto dalam mengembangkan sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di berbagai daerah diapresiasi oleh pengamat. 

Salah satunya, adalah wilayah Kepulauan Riau (Kepri) sebagai provinsi yang memiliki KEK terbanyak di Indonesia.

Direktur Eksekutif CSIS, Yose Rizal Damuri mengatakan, kebijakan Menko Airlangga dengan menjadikan wilayah Kepri sebagai gerbang investasi dan motor pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai berhasil dan tepat. Hal ini terlihat dari performa ekonomi Kepri yang tumbuh sebesar 4,9 persen pada kuartal II 2024.

Baca juga : Menko Airlangga: Batam Role Model Tempat Investasi Dan Pelayanan Administrasi

"KEK yang telah beroperasi di wilayah Kepri telah menyumbang pendapatan daerah yang signifikan sebagai sumber ekonomi baru baik di tingkat daerah dan juga nasional," ujar Yose Rabu (28/8).

Kata Yose, Kepri secara geografis dinilai sangat mendukung untuk dijadikan gerbang investasi, apalagi didukung dengan berbagai privilege yang diberikan dari pemerintah pusat.

"Ada beberapa kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas yang kini dikenal sebagai free trade zone, serta sejumlah kawasan ekonomi khusus yang menjadi pilar utama percepatan pembangunan. Dengan berbagai fasilitas ini tentunya bisa menarik investor yang masuk ke Kawasan KEK. Hal yang sama juga diharapkan mulai terlihat dampaknya, tak hanya di Kepri, tapi juga di daerah lain," ujar dia.

Baca juga : Kadin Galang Investasi Garap Potensi Borneo

Yose berharap pemerintah daerah harus tindak lanjut dan terus memberikan layanan terbaik untuk para investor yang ingin menanamkan investasinya di KEK daerahnya masing-masing.

"Karena itu perlu terus didorong dan didukung dari berbagai sisi, tidak hanya pada infrastruktur saja, tapi bisa bisa juga energi yang menjadi salah satu poin penting dalam KEK. Kalau energinya susah bagaimana investor mau bangun pabrik, instal mesin dan sebagainya," jelasnya.

Sebelumnya, Menko Airlangga menyatakan, bahwa Kepulauan Riau (Kepri) menjadi pintu masuk bagi investasi di Indonesia. Pernyataan ini didukung oleh rendahnya inflasi di Kepri yang tercatat sebesar 2,13 persen pada bulan Juli.

Baca juga : Menko Airlangga Apresiasi Tradisi Apem Yaa Qawiyyu, Bisa Dongkrak Ekonomi Lokal

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga turut meresmikan Kawasan Industri Wiraraja yang menjadi rumah bagi delapan perusahaan yang bergerak di sektor energi terbarukan, seperti manufaktur modul surya, baterai sodium-ion, hingga semikonduktor.
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.