Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kolaborasi LPP Agro, BPDPKS dan Kementan Beri Pelatihan Pekebun Sawit
Rabu, 4 September 2024 13:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam meningkatkan kualitas perkebunan Indonesia, PT LPP Agro Nusantara bersama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) menyelenggarakan pelatihan para pekebun sawit.
Monitoring setelah pelatihan memang belum dilakukan secara terprogram. Namun, LPP Agro sebagai pemberi materi telah melakukan komunikasi secara berkala kepada seluruh peserta pelatihan yang merupakan pekebun sawit di Tanah Air.
“Secara formal memang kami belum mengadakan atau belum ada sistem monitoring berkelanjutan. Mungkin nanti bisa diprogramkan ke depan akan ada,” ujar SEVP Operation LPP Agro Nusantara Pugar Indriawan, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (4/9/2024).
Dia menjelaskan, LPP Agro Nusantara tetap melakukan komunikasi dengan melakukan evaluasi melalui group diskusi terkait kendala-kendala yang dialami di lapangan.
Baca juga : Jokowi Ajak Presiden Liberia Lawan Kampanye Negatif Kelapa Sawit
“Kami biasanya melakukan evaluasi dan kami akan melakukan pendampingan. Biasanya kami akan membuat group diskusi dengan teman-teman peserta ini. Di group ini mereka akan sharing-sharing. Biasanya akan ada diskusi di situ, yang nantinya akan melibatkan tim ekspert dari tim LPP Agro Nusantara, biasanya itu akan bertahan dalam beberapa tahun kemudian,” ungkapnya.
Dia juga menyampaikan, dari kegiatan-kegiatan sebelumnya sejak 2020, group diskusi yang dibentuk masih aktif hingga saat ini. “Biasanya mereka saling diskusi. Ada kendala seperti apa mereka, akan saling menanyakan. Memang secara formal untuk saat ini belum ada sistem yang dilaksanakan, tetapi kami harapkan ke depan akan susun, tentunya dengan dukungan dari Ditjen Bun ataupun dari BPDPKS untuk melaksanakan program-program ini,” paparnya.
Menanggapi program monitoring tersebut, Kepala Divisi Program Pelayanan BPDPKS Arfie Thahar mengatakan, program monitoring ini sementara yang dilakukan yakni memantau pelaksanaan pelatihannya.
“Kita pantau sebelum kegiatan dan apa setelah kegiatan yang dilakukan. Bagaimana dari hasil tersebut bisa mendapatkan apa yang diperoleh oleh petani. Sedangkan pasca pelatihan, saat ini kami sedang menyiapkan untuk memantau terutama dampak terhadap produktivitas dari kebunnya,” paparnya.
Pendanaan Peserta dan Beasiswa
Baca juga : Kolaborasi BRI dan UI Kembangkan Community Branch Cetak Pengusaha Muda Sukses
Di tahun 2024, BPDPKS mengeluarkan dana untuk mengadakan pelatihan bagi 6.437 peserta dan beasiswa bagi 3.000 penerima. Peserta pelatihan terbagi dalam berbagai kelas pelatihan yang terdiri 11 jenis pelatihan, mulai dari pelatihan teknis seperti budidaya tanaman kelapa sawit, atau pengelolaan sarana dan prasarana perkebunan, hingga pengembangan bisnis seperti informasi pasar dan promosi atau manajemen dan administrasi keuangan. Untuk penyelenggaraan pelatihan, BPDPKS bekerja sama dengan 15 penyedia jasa pelatihan dan pengembangan yang melaksanakan pelatihan dalam periode April-September 2024.
LPP Agro Nusantara menjadi satu dari 15 penyelenggara pelatihan yang bekerja sama dengan BPDPKS. Sebagai salah satu penyelenggara pelatihan dipercaya BPDPKS untuk menyelenggarakan 43 kelas pelatihan bagi 1.339 peserta yang berasal dari 7 provinsi penghasil sawit di Indonesia. Jumlah ini setara dengan 21 persen dari total data rekomtek peserta pelatihan.
“Kontribusi LPP Agro Nusantara untuk program ini terus meningkat setiap tahunnya. Tahun lalu BPDPKS mempercayakan 876 peserta dan tahun 2024 meningkat di angka 1.339 peserta,” Ujar SEVP Operation LPP Agro Nusantara Pugar Indriawan.
Secara data, penyelenggaraan pelatihan LPP Agro Nusantara terus meningkat setiap tahunnya. Selain jumlah peserta, peningkatan juga terlihat di jumlah kelas dan lokasi pelaksanaan pelatihan. Tahun 2023, kelas yang berjalan sebanyak 28 kelas di 4 provinsi, sedangkan tahun 2024 pelatihan dilaksanakan di 7 provinsi. Dengan kelas terbanyak di Provinsi Riau sejumlah 23 kelas berjalan.
Baca juga : Kolaborasi Tokopedia dan PMO Kopi Nusantara Dorong Budidaya Kopi Berkelanjutan
“Selain pengetahuan teknis, pengembangan bisnis harus menjadi mindset baru pekebun. Bisnis yang dikelola dengan baik dan meningkat skalanya tentu harus segera dimulai,” tambah Pugar.
Hal ini tentu menjadi tujuan bersama dalam lanskap bisnis kelapa sawit di Indonesia. Peran pekebun swadaya harus meningkat baik secara kuantitas dan kualitas. Tidak hanya mampu memproduksi hasil yang lebih baik tapi juga memiliki daya saing dan mampu menghadapi tantangan bisnis.
Dengan pengalaman di bidang perkebunan sejak 1950, LPP Agro Nusantara turut berkontribusi mengembangkan bisnis perkebunan di Indonesia. Melalui program strategis Pemerintah yang dijalankan BPDPKS, LPP Agro Nusantara berharap semakin banyak pekebun yang memiliki akses pada praktik baik perkebunan yang meningkatkan kualitas perkebunan Indonesia. Karena tidak dipungkiri, SDM yang berkualitas memiliki peran penting dalam keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya