Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pengamat Saranin Bahlil Rangkul Semua Faksi Dan Elite Beringin
Senin, 26 Agustus 2024 10:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pakar Pertahanan, Pengajar dan Alumnus Doktoral Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan (Unhan) Dina Hidayana menilai, terjadi fenomena serangan kilat atau blitzkrieg dalam proses pergantian kepemimpinan Partai Golkar.
Nampak di perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) dengan terpilihnya Ketua Umum yang baru, Bahlil Lahadalia, menggantikan Airlangga Hartarto dengan periodisasi berakhir 4 bulan lebih cepat.
Di transisi ini, Bahlil terpilih sekaligus ditetapkan sebagai formatur tunggal yang berwenang menentukan komposisi dan personalia Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
Dina, yang juga Ketua Depinas SOKSI ini mengemukakan, blitzkrieg, adalah strategi perang taktik menyerang dan menguasai yang dapat dilakukan secara individu maupun kolektif. Serangan ini bersifat mendadak (kilat), fokus dan tepat sasaran.
Baca juga : Di Kongres III NasDem, Paloh Colek Bahlil Soal Niat Baik Dan Strategi Yang Tepat
Sehingga, lawan tidak sempat bersiap untuk melakukan pertahanan diri ataupun perlawanan, yang berujung pada kekalahan telak dari sasaran atau target operasi.
Lebih lanjut Dina menjelaskan, taktik atau strategi ini pun sering berlaku di dunia politik. Sehingga tidak mengherankan peristiwa suksesi atau pergantian rezim ada beberapa yang bersifat tidak terduga.
Pelibatan kombinasi kekuatan darat, laut, dan udara mutlak diperlukan untuk memastikan keberhasilan dari serangan kilat, karena tanpa persiapan sistematis dan kontrol penuh maka bak politik bunuh diri bagi sang panglima dan pasukannya.
"Golkar saat ini sedang menghadapi fase pasca serangan kilat. Reintegrasi relatif tidak mudah, karena sempat melewati efek kejut akibat blitzkrieg," ungkap Dina dalam keterangannya, Senin (26/8/2024).
Baca juga : Raja Juli Serahkan SK PSI Untuk Bakal Cakada Jakarta Dan Jateng, Ini Sosoknya
Di transisi ini, sarannya, memerlukan kepiawaian pemimpin terpilih untuk memastikan agregasi kepentingan (konsolidasi), perencanaan strategis, dan stabilitas jangka panjang yang dapat diterima semua pihak.
Dina menyebutkan, pekerjaan rumah Ketum terpilih, adalah memimpin banyaknya kader top di tubuh Beringin. Rakyat pun masih berharap perlindungan dan keberpihakan pada Partai Golkar yang saat ini menjadi runner up Pemilu. Tantangan bagi insan Golkar ini dipertebal dengan tidak adanya tradisi patronase atau mengultuskan individu pemimpin.
Bacaannya, visi dan komitmen telah disampaikan Ketum terpilih di ajang Munas tersebut, salah satu yang terpenting adalah keinginan menggerakkan seluruh kekuatan Golkar untuk menjadi pemenang pertama di Pemilu 2029.
"Yakni dengan tidak meninggalkan satu pun faksi, ormas atau golongan sebagai daya dukung strategis dengan tetap berkomunikasi mutualistik dengan parpol dan organisasi lain," katanya.
Baca juga : Belantara Foundation Ajak Mitra Jepang Tanam Pohon Di Hutan Sultan Syarif Hasyim
Maka, publik menanti komitmen nyata dan langkah strategis yang akan ditempuh. Reintegrasi secara proporsional, dengan mengindahkan loyalitas, kualitas, kompetensi, kebutuhan organisasi, dan antisipasi dinamika global sebagai jalan tengah, perlu dipertimbangkan secara sungguh-sungguh.
Kondisi tersebut perlu direfleksikan dalam performa kepengurusan Partai Golkar dari Pusat hingga daerah serta ide dan program-program turunannya.
"Idealnya, blitzkrieg Partai Golkar merupakan langkah progresif dan aksi positif bagi kemajuan nan super solutif dalam mengatasi kompleksitas permasalahan bangsa serta regenerasi berbasis merit system," pungkas Dina.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya