Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hashim Djojohadikusumo Pimpin Satgas Perumahan
Prospek BTN Salurin Kredit Kian Kinclong
Selasa, 10 September 2024 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Prospek bisnis PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) atau BTN tahun depan diproyeksi kian kinclong seiring adanya program Pemerintah meningkatkan pengadaan perumahan untuk rakyat.
Untuk mendukung proses transisi Pemerintahan, Hashim Djojohadikusumo yang merupakan adik Presiden terpilih Prabowo Subianto, ditunjuk sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Tim Transisi. Hal ini diyakini bakal menjadi katalis positif bagi bisnis BTN, sekaligus menggenjot ketersediaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi.
Diketahui, sejak ditunjuk sebagai Ketua Satgas, Hashim telah menggelar sejumlah pertemuan dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) di industri properti, termasuk BTN.
Hashim bahkan menyempatkan hadir saat acara peluncuran Pilot Project Rumah Rendah Emisi untuk segmen MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) yang dihelat BTN pekan lalu di Bekasi, Jawa Barat.
Menyoal ini, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan, sektor perumahan yang masuk sebagai program unggulan, menjadi sinyal positif untuk sektor properti, termasuk bagi BTN.
“Hashim kan pengusaha, diharapkan bisa menyempurnakan pemikirannya ketika kerja sama dengan swasta dan pelat merah,” tutur Ali kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Darurat Petugas Sampah, Jalan Di Jakut Kotor Dan Bau
Namun, menurutnya, untuk sektor perumahan tetap perlu ada profesional yang berkompeten di bidangnya, guna menangani sejumlah masalah yang menghadang.
Ia meminta permasalahan fundamental perumahan dapat diperbaiki, termasuk soal bank tanah, BP3 (Badan Percepatan Penyelenggaraan Perumahan), dan dana abadi perumahan.
“Ketiga pilar itu harus bisa sejalan dengan target. Jika tidak, maka akan sulit tercapai pembangunan 3 juta rumah yang menjadi target Satgas,” ujarnya.
Terpisah, Pengamat Properti Panangian Simanungkalit berpendapat, BTN menjadi bank andalan Pemerintah dalam menyalurkan KPR subsidi ke segmen MBR selama 10 tahun terakhir.
Dia menyebut, agenda perumahan rakyat merupakan salah satu program prioritas Pemerintahan baru.
“Penunjukan Pak Hashim sebagai Ketua Satgas Perumahan, semakin memperlihatkan betapa seriusnya presiden terpilih dalam menunaikan janji politiknya sejak hari pertama memimpin,” ujar Panangian di Jakarta, Senin (2/9/2024)
Baca juga : Sinner Hancurkan Fritz
Sebagai pembanding, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjalankan program rumah bersubsidi sebanyak 1 juta rumah pertahun, untuk meningkatkan jumlah penduduk agar memiliki hunian layak.
Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunjukkan, secara agregat target tersebut selalu berhasil dicapai, meski situasi makro ekonomi sempat tidak kondusif lantaran dihantam pandemi Covid-19 pada 2019-2021.
Di era kepemimpinan Prabowo-Gibran Rakabuming nanti, target pengadaan rumah bersubsidi ditingkatkan menjadi tiga kali lipat, alias sebanyak 3 juta rumah per tahun.
Belajar dari program rumah subsidi sebelumnya, BTN bakal menjadi ujung tombak.
“Artinya, BTN memiliki peluang untuk melipatgandakan angka penyaluran kreditnya, baik ke para pengembang maupun konsumen akhir. Ini bakal signifikan dampaknya bagi BTN,” kata Panangian.
Selain berimbas ke penyaluran kredit, BTN juga akan menikmati akses ke dana murah, karena bertambahnya jumlah nasabah.
Baca juga : Indonesia Vs Australia, Tim Garuda Siap Jegal Kanguru
“Dan tidak menutup kemungkinan BTN bisa disuntik tambahan modal untuk memperbesar kapasitas kredit, jika realisasi program rumah bersubsidi membutuhkan akselerasi,” ucapnya.
Analis Kiwoom Sekuritas Miftahul Khaer berpendapat, program pembangunan 3 juta rumah tersebut menjadi sentimen yang menjanjikan bagi penyaluran KPR BTN. Bahkan, dampaknya akan sangat besar, apabila dibandingkan dengan kebijakan pemerintahan sebelumnya.
Miftahul menjelaskan, selain program rumah subsidi, berlanjutnya program perpanjangan intensif PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah) 100 persen untuk sektor perumahan sampai akhir tahun, juga dapat mendorong kenaikan penyaluran kredit BTN berkisar 10-11 persen sampai akhir tahun.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya