Dark/Light Mode
Rangkul BLOCK71 Dan Innovation Factory
BNI Ventures, Bukti BUMN Bisa Besarkan Startup Lokal
Sebelumnya
Melalui BLOCK71, startup lokal memiliki peluang masuk ke pasar internasional. Sebaliknya, startup dari luar negeri juga berpotensi masuk ke pasar lokal. Dari 23 startup yang mengisi BLOCK71 Jakarta, sebagiannya berasal dari Singapura.
Sedangkan Innovation Factory berfokus pada program Skala, yang menghubungkan startup dengan investor untuk meningkatkan skala bisnis mereka.
Menyoal ini, Direktur Eksekutif di Indonesia ICT Institute Heru Sutadi mengatakan, BNI Ventures yang merupakan bagian dari perusahaan pelat merah, turut mengambil peran dalam pertumbuhan startup di Tanah Air.
“Jangan sampai perusahaan BUMN kalah gesit dibandingkan investor asing dalam berinvestasi ke startup lokal,” imbau Heru kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (14/9/2024).
Sebab, lanjut Heru, jika hal tersebut dibiarkan, jika ada startup yang tumbuh menjadi unicorn baru, bisa jadi justru di-back-up oleh capital venture asing. Ini dikarenakan minimnya perusahaan pemberi modal dari dalam negeri.
Baca juga : Program Sekolah Swasta Gratis, Jangan Hapus KJP
Ditambah lagi, imbuh mantan Komisioner Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) ini, investasi BUMN ke startup lokal merupakan bentuk keberpihakan negara melalui Kementerian BUMN dan perusahaan BUMN, untuk membesarkan startup lokal. Perusahaan pelat merah punya kepentingan dalam proses pembinaan startup lokal.
Tak hanya itu, bisnis startup belakangan ini masih ramai dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dengan adanya komitmen BUMN, menunjukkan hal tersebut tidak menyurutkan nyali investor untuk terus memberikan injeksi modal ke usaha rintisan.
Sementara kepada perusahaan startup, dia mengimbau mulai efisien mengeluarkan dana untuk program pemasaran, serta bijaksana dalam ekspansi organisasikan.
“Para pengelola usaha rintisan sebaiknya mulai membenahi usahanya di tengah pemulihan ekonomi, supaya tidak kian terpuruk,” imbaunya.
Terpisah, Menteri BUMN Erick Thohir mengaku optimistis ekonomi digital Indonesia akan tumbuh hingga Rp 4.818 triliun pada 2030.
Baca juga : Girona Vs Barcelona, Bawa Misi 5 Kemenangan
Pertumbuhan fantastis tersebut, tegas Erick, menjadi ceruk pasar besar di Indonesia pada bisnis startup yang harus dimanfaatkan oleh BUMN.
Angka pertumbuhan yang luar biasa menggiurkan itu menjadikan Indonesia sebagai kontributor terbesar bagi perkembangan ekonomi digital di Asia Tenggara.
“Dalam lanskap ekonomi digital, startup berperan penting. Mulai dari menyediakan solusi digital terhadap kebutuhan sehari-hari, menciptakan lapangan pekerjaan, dan mendorong pencapaian dan daya saing teknologi Indonesia,” beber Erick.
Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ini terus mendorong transformasi bisnis BUMN, khususnya melalui digitalisasi, yang menjadi sebuah keharusan.
Dia berharap, kolaborasi dengan startup, menjadi intervensi nyata bahwa BUMN mendukung ekonomi digital.
Baca juga : Raja Tarkam Makin Menyala
“Startup yang lahir dan berkembang oleh orang Indonesia, beroperasi di Indonesia, bayar pajak di Indonesia dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Saat besar, go public-nya juga di Indonesia,” katanya. DWI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Minggu, 15 September 2024 dengan judul "Rangkul BLOCK71 & Innovation Factory BNI Ventures, Bukti BUMN Bisa Besarkan Startup Lokal"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.