Dark/Light Mode

Perjalanan Apostolik Ke 4 Negara Lancar

Paus Lega Dan Bahagia

Sabtu, 14 September 2024 08:00 WIB
Paus Fransiskus meninggalkan Singapura pada Jumat (13/9/2024) siang waktu setempat. Singapura menjadi negara terakhir yang dikunjungi Paus Fransiskus dalam perjalanan Apostoliknya ke Asia Pasifik. (Foto: YouTube Vatican News)
Paus Fransiskus meninggalkan Singapura pada Jumat (13/9/2024) siang waktu setempat. Singapura menjadi negara terakhir yang dikunjungi Paus Fransiskus dalam perjalanan Apostoliknya ke Asia Pasifik. (Foto: YouTube Vatican News)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perjalanan apostolik Paus Fransiskus ke kawasan Asia-Pasifik, resmi berakhir di Singapura, Jumat (13/9/2024). Secara umum, perjalanan Paus ke empat negara, berjalan lancar. Paus pun merasa senang dan lega.

Perjalanan apostolik Paus dimulai dari Roma, Italia, pada Senin, 2 September 2024. Indonesia menjadi pemberhentian pertama. Setelah itu, Paus mengunjungi Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura.

Di setiap negara yang dikun­jungi, Paus masih mempertahankan gaya hidupnya yang sederhana. Misalnya, Paus memilih tinggal di Wisma Kedutaan, bukan hotel bin­tang lima. Kepala Negara Vatikan itu juga menggunakan kendaraan rakyat. Di tiga negara pertama, Paus menumpang mobil pabrikan Toyota.

Baca juga : Achmad Baidowi: Di Zaman Soekarno Pernah 100 Menteri

Agenda Paus secara umum kurang lebih sama di setiap negara. Bertemu para pemimpin negara, memimpin misa Akbar, dan bertemu anak-anak muda. Hanya saja, pesan yang disampaikan berbeda. Disesuaikan dengan kondisi, permasalahan dan tantangan di negara tersebut.

Di Jakarta, misalnya, Paus ber­temu dengan Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, dan memimpin misa akbar di Stadion Gelora Bung Karno yang dihadiri 87 ribu umat Katolik. Paus juga menghadiri dia­log antaragama di Masjid Istiqlal, Jakarta. Sebuah upaya memperkuat kerukunan dan toleransi di tengah keberagaman.

Dari Indonesia, Paus terbang ke Papua Nugini pada Jumat, 6 September 2024. Di sana, Paus me­nyampaikan pentingnya mengelola kekayaan alam secara profesional dan digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Paus juga menyerukan per­damaian di tengah masih terjadinya kekerasan antar suku.

Baca juga : Hendrawan Supratikno: Kabinet Tambun, Anggaran Bengkak

Dari Papua Nugini, Paus terbang ke Timor Leste pada 9 September. Di Bumi Loro Sae ini, Paus antara lain berpesan agar masyarakat terus mendukung dan merawat generasi muda, serta memberikan perhatian untuk anak-anak.

Dari Timor Leste, Paus mengakhiri perjalanannya di Singapura. Di negara Singa ini, Paus memberikan pujian soal kekuatan ekonomi yang dimiliki Singapura. Paus juga memberikan apresiasi kepada pemerintah yang menyediakan perumahan umum serta pendidikan dan perawatan kesehatan yang berkualitas bagi rakyatnya.

Namun, Paus meminta pemerintah Singapura memperhatikan nasib orang kecil, terutama para pekerja migran. Acara puncak di Singapura, Paus meng­hadiri misa besar di Stadion Nasional dengan dihadiri sekitar 50 ribu orang.

Baca juga : Menteri Siti Lindungi Pejuang Lingkungan

Staf Dikasterium Dialog Antaraga­ma, Romo Markus Solo mengatakan, secara umum perjalanan apostolik Paus ke empat negara sukses besar. Dan, Paus pun senang. Romo Markus mengaku tahu betul suasana kebatinan Paus, karena selalu ikut menemani selama 12 hari perjalanan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.