Dark/Light Mode

Kongres ISEI XXII, Perry Warjiyo Kembali Jabat Ketua Umum

Jumat, 20 September 2024 14:48 WIB
Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) XXII 2024 kembali menunjuk Perry Warjiyo sebagai Ketua Umum untuk periode 2024-2027 di Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (20/9/2024). Foto: Antara
Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) XXII 2024 kembali menunjuk Perry Warjiyo sebagai Ketua Umum untuk periode 2024-2027 di Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (20/9/2024). Foto: Antara

RM.id  Rakyat Merdeka - Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) XXII 2024 kembali menunjuk Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo sebagai Ketua Umum ISEI. Perry melanjutkan masa jabatannya untuk periode 2024-2027.

"Secara aklamasi dan musyawarah, dalam Kongres kali ini kembali memberikan amanah kepada saya untuk menjadi Ketua Umum ISEI periode 2024-2027," ungkap Perry saat konferensi pers di Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (20/9/2024).

Perry mengapresiasi dedikasi para pengurus yang berperan aktif dalam memajukan ISEI. Dia pun menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi, pebisnis, dan publik untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.

Baca juga : Jadi Tuan Rumah Peparnas 2024, Jateng Optimistis Kembali Sabet Juara Umum

"ISEI akan terus menjalankan perannya untuk memberikan rekomendasi kebijakan ekonomi," tuturnya.

Pada Kongres ISEI XXII 2024 kali ini, ISEI merekomendasikan hilirisasi pangan didorong menjadi salah satu kebijakan transformasi ekonomi.

Ada tiga alasan yang bikin hilirisasi pangan amat penting. Pertama, hilirisasi pangan mendorong penyerapan tenaga kerja. Kedua, meningkatkan ketahanan pangan nasional, mengurangi ketergantungan impor, dan menjaga stabilitas harga.

Baca juga : PP MDI Optimis, Bahlil Terpilih Jadi Ketua Umum Golkar

Ketiga, turut mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dengan menciptakan nilai tambah komoditas lokal.

Dalam jangka pendek, lanjut Perry, fokus utama hilirisasi pangan dapat diarahkan pada komoditas yang menopang ketahanan pangan dan menciptakan lapangan kerja. Seperti beras, cabai, bawang merah, dan komoditas ikan.

Sedangkan untuk jangka menengah dan panjang, hilirisasi pangan dapat difokuskan pada komoditas yang punya potensi besar mengendalikan defisit transaksi berjalan. Seperti komoditas rumput laut, sawit, dan tebu.

Baca juga : AMPI Dukung Airlangga Kembali Jabat Ketum Golkar

"Keberhasilan hilirisasi pangan perlu didukung berbagai strategi kunci seputar kelembagaan perdagangan, kebijakan di daerah, hingga strategi pembiayaan," pungkas Perry.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.