Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dukung Kemandirian Pangan, JHL Ajak Pengusaha Kembangkan Agribisnis
Sabtu, 21 September 2024 23:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sebagai bentuk dukungan dalam mewujudkan swasembada dan kemandirian pangan nasional, peran aktif dunia usaha sangat dibutuhkan. Tidak hanya mendorong petani untuk berproduksi, kalangan pengusaha perlu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian.
Founder JHL Group, Jerry Hermawan Lo (JHL), mengajak para pengusaha untuk turut mengembangkan sektor pertanian melalui agribisnis. Melalui Yayasan JHL Merah Putih Kasih (YMPK), pihaknya berupaya membangkitkan sektor pertanian yang mulai ditinggalkan.
“Sebanyak 280 juta warga Indonesia butuh pangan. Kalau terjadi krisis, kita mungkin tidak dapat beli pangan dari negara lain. Ketika itu terjadi, negara yang pegang pangan terbanyak adalah yang menguasai dunia,” katanya, di Megamendung, Bogor, Sabtu (21/9/2024).
Melalui kebun-kebun yang dikelolanya bersama masyarakat, YMPK menggandeng sejumlah restoran, hotel, dan jaringan supermarket untuk mendukung program unggulannya. Tidak hanya menjual produk pangan, YMPK juga menargetkan dapat mencetak 1.000 sarjana pertanian dan peternakan selama 5 tahun ke depan.
Nota Kesepahaman (MoU) ditandatangani YMPK bersama pimpinan dari jaringan supermarket Grand Lucky, Angke Jaya Resto, Seven Kingdoms Resto - Pluit, Babah Ramu Resto, Aroma Resto, JHL Solitaire Resto, Episode Hotel, dan klub sepak bola Dewa United, yang dapurnya rutin menyiapkan masakan untuk 300 orang.
Berikutnya, Al Gusto Italian Dining & Bar, Mangan Allday Dining Restaurant, JSI Resort Megamendung, Herloom Hotel, Royal Eight, The Cobbs Bistro My JHL, Namarasa dan Roemah Koffie. MoU diteken di kebun sayur yang dikelola YMPK bersama para petani d Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu (21/9/2024).
“Kerja sama dengan para tenant ini sangat diperlukan, agar sayuran segar yang dihasilkan para petani bisa terserap. Dengan begitu, simbiosis mutualisme antara penyedia dan pembeli sayuran pasca panen dapat terjamin,” ujar Jerry Hermawan Lo yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina YMPK,
Baca juga : Menlu Selandia Baru Senang Pilot Susi Air Sudah Bebas dan Aman
MoU ditandatangani terkait kerja sama jual beli sayuran segar produk petani Megamendung oleh para pengelola resto, supermarket, hotel, dan klub sepak bola tersebut. Dalam kerja sama ini, pihak YMPK menyerahkan ke para tenant untuk menentukan sendiri harga pembelian sayuran segar yang diproduksi para petani.
”Tentu, kita berharap, harga yang ditetapkan oleh para tenant segendang seirama dengan komitmen untuk mendukung sukses program mencetak 1.000 sarjana pertanian dan peternakan selama lima tahun,” sambung Jerry.
Sebagai pengusaha nasional yang kini juga menekuni agrobisnis, Jerry menegaskan upaya mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan membutuhkan solusi jitu dan peran serta dari banyak pihak.
“Indonesia adalah negeri dengan kekayaan alam berlimpah dan tanah yang subur. Sayang, lahan yang sangat luas ini belum digarap dengan baik. Bahkan, sampai salah dalam mengelolanya,” ucap Jerry.
Bahkan, kini banyak anak muda yang enggan menjadi petani, dipicu oleh potret kehidupan petani saat ini yang masih jauh dari sejahtera. Maka dari itu, YMPK memiliki komitmen dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM), khususnya di bidang pertanian.
Pada Juni 2024, YMPK telah lebih dulu menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Markas Besar TNI Angkatan Darat. MoU ini diteken langsung oleh Jerry Hermawan Lo bersama KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Dimana kedua belah pihak sepakat untuk berkolaborasi dalam membangun dan mengelola Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian yang berlokasi di Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat.
“Bersama TNI AD, saat itu kami canangkan target mencetak 1.000 sarjana pertanian dan peternakan,” tutur Jerry. Target tersebut diawali dengan lebih dulu merekrut lulusan SMP untuk masuk ke SMK-nya. Siswa-siswi yang direkrut tidak hanya berasal dari Sukabumi dan sekitarnya. Tetapi dari seluruh penjuru tanah air.
Baca juga : Peluang dan Tantangan Masa Depan Artisan Tea
SMK tersebut direncanakan mulai beroperasi pada 2025. Tahun pertama SMK Pertanian akan mencetak 40 pelajar, dan akan terus meluluskan ratusan hingga ribuan siswa yang memiliki kecakapan dalam bertani.
Untuk menjadi siswa SMK Pertanian, sama sekali tidak dikenakan biaya, apalagi pungutan. Semua gratis. SMK Pertanian bahkan tidak hanya dilengkapi dengan gedung sekolah, tetapi juga asrama siswa dengan pemandangan ladang jagung yang terhampar luas.
Jerry menambahkan, setelah lulus SMK, YMPK telah menyiapkan beasiswa S1 dan S2 pertanian dan peternakan bagi siswa/siswi yang berprestasi secara akademis. Ini akan dilakukan bekerja sama dengan IPB, UGM, dan perguruan tinggi lain yang bisa menerima murid-murid lulusan SMK Pertanian.
“Kami tekankan kepada semua penerima beasiswa, setelah menyelesaikan pendidikan harus memiliki komitmen kuat untuk mengabdikan diri pada sektor pertanian atau peternakan, di mana pun di seluruh Indonesia,” sambung Jerry.
YMPK juga membuka sekolah alam ini dengan skema pendidikan nonformal. Siswa akan diajari bercocok tanam dan beternak, ditambah beberapa keterampilan praktis. Pembina dan pembimbing para siswa antara lain berasal dari kalangan perguruan tinggi dan didampingi para petani andal.
“Tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik karya nyata di lapangan,” kata Jerry. Di sekolah, mereka belajar kurikulum wajib untuk mendapatkan ijazah Paket B dan Paket C, di samping keterampilan pertukangan, menjahit, dan lain-lain.
Menurut Jerry, ada lima hal yang diperlukan agar Indonesia bisa semakin kuat dalam pengelolaan swasembada pangan. Pertama, sumber daya alam. Dalam hal ini, telah disebut, Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah. Kedua, pembangunan infrastruktur yang terbilang luar biasa dalam 10 tahun terakhir.
Baca juga : Pengamat Dukung 3 Jurus Bahlil Kurangi Impor Minyak dan LPG
“Dengan dukungan infrastruktur, pengangkutan hasil alam dari desa menuju kota sudah jauh lebih baik,” ucapnya. Ketiga, penegakan hukum yang juga sudah berjalan baik. Keempat, sumber daya manusia. Kita tahu, program mencetak 1.000 sarjana pertanian dan peternakan diarahkan untuk mengelola kekayaan alam tersebut.
Sedangkan yang kelima adalah peran serta investor. Jerry berpendapat, keterlibatan investor benar-benar sangat dibutuhkan untuk membantu mengelola lahan-lahan yang ada di berbagai daerah. Dengan begitu, masyarakat di daerah pun memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan dari pemanfaatan lahan di bidang pertanian dan perkebunan.
“Bersyukur, sudah banyak pengusaha yang menghubungi saya, tertarik untuk ikut serta dalam program mencetak 1.000 sarjana pertanian. Bahkan, beberapa dari mereka ingin lahannya dikelola untuk bisa mendukung program ini. Ini semua demi Indonesia yang lebih kuat dalam swasembada pangan,” pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan dari Grand Lucky Supermarket, Imelda Susanti menyambut baik penandatangan MoU dengan YMPK. Dia berharap kerjasama ini turut mendukung pengembangan sektor pertanian di Tanah Air.
“Melalui MoU ini kami berusaha menciptakan hubungan baik antara YMPK sebagai supplier dan Grand Lucky sebagai supermarket yang peduli dan ingin turut mendorong pembangunan pertanian di Indonesia,” katanya.
Dia menambahkan, kesepakatan ini juga akan memperkuat hubungan rantai produksi dan distribusi, sekaligus menguntungkan kedua belah pihak terutama para petani dan UMKM di bidang pertanian.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya