Dark/Light Mode

Asalkan Lebih Inovatif Dan Kembangkan Teknologi

BUMN Dorong RI Keluar Dari Middle Income Trap

Selasa, 24 September 2024 07:05 WIB
Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo (kedua kanan) bersama Panitia Diskusi Reiner Nathaniel (kanan), Kepala Lembaga Management FEB UI Dr. Yasmine Nasution (kedua kiri) dan Dosen Departemen Managemen FEB UI Maria Ulpah (kiri) berfoto bersama usai menjadi pembicara pada Forum Group Discussion dengan tema Penguatan BUMN Menuju Indonesia Emas di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (23/9/2024). Foto: RIZKI SYAHPUTRA / RM
Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo (kedua kanan) bersama Panitia Diskusi Reiner Nathaniel (kanan), Kepala Lembaga Management FEB UI Dr. Yasmine Nasution (kedua kiri) dan Dosen Departemen Managemen FEB UI Maria Ulpah (kiri) berfoto bersama usai menjadi pembicara pada Forum Group Discussion dengan tema Penguatan BUMN Menuju Indonesia Emas di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (23/9/2024). Foto: RIZKI SYAHPUTRA / RM

 Sebelumnya 
Saat melakukan transformasi, BTN yang tadinya hanya fokus pada MBR (Masyarakat Ber­penghasilan Rendah), BTN juga mengembangkan segmen baru.

“Yakni emerging affluent dengan memiliki sales center di seluruh Indonesia” katanya.

Selanjutnya dalam prioritas peningkatan investasi, BTN telah meresmikan pilot project Rumah Emisi yang diikuti oleh delapan mitra, dengan total 1.200 unit.

Sementara dari sisi nilai eko­nomi dan sosial, pertumbuhan sektor perumahan berpotensi menumbuhkan ekonomi pada sektor lainnya. Dari 174 sub-sektor industri, terdapat enam besar sektor yang mengalami dampak ekonomi dari sektor perumahan.

Setiyo bilang, industri properti itu minimum impor, karena mayoritas produknya disuplai dari dalam negeri. Sektor pe­rumahan juga padat karya. Satu pembangunan rumah sederhana dikerjakan lima orang.

Baca juga : Satgas Temukan Karpet Impor Ilegal Dari Turki

“Kalau BTN setiap tahun membangun 200 ribu, maka sekitar 1 juta pegawai di-ab­sorb mendapat pekerjaan. Sektor perumahan memiliki multiplier effect yang mampu mendorong ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Sebagai penanggap, Yasmine Nasution menyebut, transfor­masi yang dilakukan BTN sudah sejalan dengan arahan strategi yang Kementerian BUMN. Salah satunya terkait transforma­si, sebagai upaya survive dalam menghadapi persaingan industri.

“Tidak mentang-mentang BUMN lalu (BTN) merasa dilindungi. Karena buktinya, BTN berusaha untuk terus me­laju menghadapi segala apapun yang menjadi rintangan,” puji Yasmine.

Menurut dia, transformasi me­lalui inovasi teknologi bagi se­buah perusahaan tidaklah mudah. Mengubah business model itu artinya juga mengubah value chain perusahaan. Dalam hal ini, BTN turut mengubah dan memetakan lagi strategi bisnis, para mitra stakeholder hingga Sumber Daya Manusia (SDM) di internal.

Yasmine berpendapat, saat ini teknologi tidak bisa lepas di­lakukan semua perusahaan. Dan salah satu wujud transformasi adalah memberikan layanan yang lebih baik ke konsumen.

Baca juga : Orang Dianggap Miskin Jika Tidak Punya Dapur

Level of innovation paling tinggi di business model ini sudah dilakukan oleh BTN,” ujarnya.

Tak hanya BTN, BUMN yang turut hadir dalam FGD terse­but, SIG juga membeberkan beberapa strateginya dalam menjalankan penguatan perusa­haan pelat merah, yang sejalan dengan arahan strategis Kemen­terian BUMN.

Reni Wulandari menyam­paikan, SIG telah menerapkan teknologi yang mumpuni dalam menghadapi perkembangan za­man saat ini.

SIG saat ini menguasai sekitar 50 persen market share bisnis semen di Indonesia, dengan menyediakan sebesar 56 juta ton dari kebutuhan 122 juta ton. Pada 2023 sebesar 62 persen revenue SIG berasal dari Green Cement dan produk/solusi turunannya.

“Dalam menjalankan operasional perusahaan, kami selalu memperhatikan environment, people maupun keberlangsungan bisnis,” ucapnya.

Baca juga : Tahan Imbang Tuan Rumah City 2-2, The Gunners Pulang Kepala Tegak

Turut menanggapi, Jessica Sjah mengapresiasi upaya inovasi yang terus menerus dilakukan SIG. Menurutnya, banyak hal me­narik yang dipaparkan oleh SIG.

“Inovasi model bisnis yang baik, bisa dilakukan jika ada kerja sama SIG dengan pelaku industri konstruksi. Terutama dalam penggunaan material green. Dan itu sudah dilakukan SIG sampai hari ini. Saya rasa ini sangat baik,” katanya. DWI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Selasa, 24 September 2024 dengan judul "Asalkan Lebih Inovatif Dan Kembangkan Teknologi, BUMN Dorong RI Keluar Dari Middle Income Trap"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.