Dark/Light Mode

Bos Freeport: Smelter Gresik Bisa Serap 2 Ribu Tenaga Kerja

Selasa, 24 September 2024 10:29 WIB
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas. (Foto: YouTube Setpres)
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas. (Foto: YouTube Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas mengatakan, pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) katoda tembaga yang berlokasi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mampu menyerap tenaga kerja hingga 2.000 orang saat beroperasi penuh.

"Selama beroperasi nantinya saat beroperasi penuh, Pak Presiden (Jokowi), ini akan mempekerjakan kira-kira 2.000 orang," kata Tony saat mendampingi Presiden Jokowi meresmikan pabrik smelter PTFI di Gresik, Jawa Timur, Senin (23/9/2024).

Jumlah tersebut, ungkap Tony, terdiri atas 1.200 karyawan kontraktor dan 800 karyawan langsung PT Freeport Indonesia. Bahkan, menurutnya, proyek pembangunan smelter tembaga single-line terbesar di dunia itu telah mempekerjakan tenaga konstruksi yang kumulatif jumlahnya mencapai 40.000 tenaga kerja.

Baca juga : Hilirisasi Banyak Membawa Berkah, Investasi Naik & Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja

Selain itu, mineral yang diproses di Smelter PTFI ini ditambang dari Papua, penambangan bawah tanah yang terbesar di dunia. Lalu, dimurnikan di smelter yang tergolong single line terbesar di dunia. Sehingga, yang dikerjakan Freeport adalah penambangan dari hulu ke hilir yang terbesar di dunia. “Ini adalah sesuatu yang sangat membanggakan,” ujarnya.

Tony juga bersyukur penyelesaian pembangunan proyek smelter ini bisa selesai tepat waktu. Peletakan batu pertama atau groundbreaking dilakukan pada Oktober 2021 dan selesai dalam waktu 3 tahun kurang 4 bulan.

"Dan dari tambang tembaga bawah tanah terbesar di dunia, di Papua, dimurnikan, di smelter single line tembaga terbesar di dunia. Itu menjadikan Freeport Indonesia sebagai perusahaan tambang tembaga hulu-hilir terbesar di dunia," ujarnya.

Baca juga : Kemendagri Dan Tempo Group Beri Apresiasi Sejumlah Penjabat Kepala Daerah

Dia bilang, Freeport telah membangun dua smelter tembaga, antara lain PT Smelting yang juga berlokasi di Gresik, dan smelter katoda tembaga yang diresmikan produksinya hari ini.

Apabila dilihat dari hasil yang diproduksi oleh Freeport Indonesia di smelter ini dan juga di PT Smelting, menurut Tony, produksi katoda tembaganya dapat memenuhi kebutuhan untuk pembangunan renewable energy.

"Kalau untuk PLTS itu sekitar 200 Gigawatt (GW), untuk PLT Bayu bisa untuk 600 GW. Kalau untuk PLT Hydro atau air itu sekitar 800 GW, setiap tahunnya," pungkasnya. 

Baca juga : Puncak Acara Sport & Family Gathering IKA FH Trisakti Siap Digelar di Jakarta

Menurut dia, suplai bahan baku konsentrat diberangkatkan langsung dari tambang di Papua, salah satu yang terbesar di dunia. Konsentrat tersebut barulah kemudian dimurnikan di Gresik. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.