Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dibobol Hacker, Indodax Berhasil Pulihkan Sistem Dalam 80 Jam
Kamis, 26 September 2024 14:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dunia aset kripto kembali dihebohkan dengan aksi pembobolan yang terjadi di platform Indodax. Namun, kasus serangan siber ini bukanlah yang pertama kali terjadi di dunia kripto, karena beberapa exchange lainnya juga pernah mengalami hal serupa.
Angga Andinata, seorang influencer kripto, menyebutkan selain Indodax, beberapa platform besar lainnya juga pernah menjadi sasaran hacker. "Indodax berhasil mengembalikan sistem dalam 80 jam, ini kabar baik. Berbeda dengan exchange lain yang bahkan terpaksa tutup karena tidak mampu menangani masalah tersebut," ujar Angga kepada wartawan pada Kamis (25/9/2024).
Menurut Angga, kejadian seperti ini adalah risiko yang selalu mengintai di dunia kripto, tapi yang paling penting adalah bagaimana platform tersebut mampu mengatasinya. Hacker sering kali menargetkan crypto exchange besar, dan Indodax menjadi salah satu target karena ukurannya.
Baca juga : Raih 58 Medali, Arinal Berhasil Pertahankan Lampung Di 10 Besar PON XXI 2024
"Ini memang viral, tapi apakah di exchange lain tidak? Bahkan, saya sendiri mengalami kerugian besar akibat hack di platform lain," tambahnya.
Angga juga memuji langkah cepat yang dilakukan Indodax. Keberhasilan pemulihan sistem dalam waktu 80 jam tidak hanya meningkatkan kepercayaan para pengguna, tetapi juga terlihat dari peningkatan volume transaksi yang mencapai Rp 547 miliar. Followers di media sosial Indodax juga bertambah berkat komunikasi aktif selama masa perbaikan sistem, termasuk giveaway yang dilakukan oleh Indodax.
Angga berharap, exchange lainnya bisa meniru langkah yang diambil Indodax, dan mengingatkan para trader kripto untuk selalu menjaga keamanan akun mereka sendiri, mengingat risiko pembobolan bisa terjadi di mana saja.
Baca juga : Diuji 7 Profesor, AHY Berhasil Pertahankan Disertasi Doktoralnya, Nilainya A
CEO Indodax, Oscar Darmawan tidak menyangka, masalah tersebut bisa teratasi dengan cepat. Menurut Oscar, Indodax bekerja sama dengan enam auditor forensik untuk memetakan pola serangan hacker, yang memakan biaya yang tidak murah. "Kami membayar auditor forensik sekitar Rp 2 miliar per tim," ungkapnya.
Oscar menjelaskan, dalam 24 jam pertama, tim berhasil memetakan serangan yang diduga berasal dari Korea Utara. "Pemetaan pola serangan ini sangat penting agar kita bisa mencegah insiden serupa di masa depan," jelasnya.
Setelah memetakan serangan, Indodax bergerak cepat memulihkan sistem dalam waktu 80 jam. "Sejujurnya, saya tidak menyangka proses pemulihan bisa secepat ini. Saya sangat mengapresiasi tim yang bekerja keras untuk menangani masalah ini," tambah Oscar.
Baca juga : Jamsostek Mobile Berikan Kemudahan Dalam Satu Genggaman
Ke depan, Indodax berencana memperkuat sistem keamanannya agar kegiatan jual beli aset kripto seperti Bitcoin dapat dilakukan dengan lebih aman tanpa adanya celah bagi serangan hacker.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya